Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN mengumumkan melakukan peluncuran luar angkasa baru. Langkah ini kemungkinan akan membuat jengkel negara-negara Barat di tengah kesulitan pembicaraan tentang menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.
"Peluncur satelit Simorgh (Phoenix) membawa tiga kargo penelitian ke luar angkasa," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Ahmad Hosseini, Kamis (30/12), dikutip oleh televisi pemerintah. "Tujuan penelitian yang diramalkan untuk peluncuran ini telah tercapai," tambah Hosseini, tanpa merinci sifat penelitiannya.
"Ini peluncuran awal. Kami akan melakukan peluncuran operasional dalam waktu dekat."
Televisi menayangkan cuplikan roket yang naik dari landasan peluncuran gurun. Ia tidak memberikan rincian lokasinya meskipun media AS melaporkan awal bulan ini bahwa persiapan untuk peluncuran sedang berlangsung di pusat ruang angkasa Iran di Semnan, 300 kilometer (190 mil) timur Teheran.
Baca juga: Presiden Iran Ucapkan Selamat atas Kelahiran Nabi Yesus Kristus
Pada Februari, Iran mengumumkan telah meluncurkan roket bahan bakar padat paling kuat hingga saat ini, Zoljanah. Katanya, roket itu dapat mengangkut muatan 220 kilogram (480 pon) ke orbit.
Amerika Serikat menyuarakan keprihatinan tentang peluncuran itu. Tes itu dinilai dapat meningkatkan teknologi rudal balistik Iran pada saat kedua negara sedang beringsut kembali ke diplomasi.
Iran berhasil menempatkan satelit militer pertamanya ke orbit pada April 2020 dan menarik teguran tajam dari Washington. Namun menurut Pentagon dan citra satelit dari pusat Semnan, peluncuran satelit Iran gagal pada pertengahan Juni. Teheran membantahnya gagal.
Pemerintah Barat khawatir bahwa sistem peluncuran satelit menggabungkan teknologi yang dapat dipertukarkan dengan yang digunakan dalam rudal balistik sehingga mampu mengirimkan hulu ledak nuklir. Iran menegaskan program luar angkasanya hanya untuk tujuan sipil dan pertahanan dan tidak melanggar kesepakatan nuklir atau perjanjian internasional lain.
Baca juga: Raja Saudi Khawatir Perilaku Iran Ganggu Stabilitas Keamanan Regional
Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 tahun 2015, mendukung kesepakatan nuklir, tidak memberlakukan larangan menyeluruh terhadap peluncuran roket atau rudal Iran. "Iran diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun yang terkait dengan rudal balistik yang dirancang untuk mampu mengirimkan senjata nuklir, termasuk peluncuran menggunakan teknologi rudal balistik semacam itu," kata teks itu. (AFP/OL-14)
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Pemerintah Tiongkok menyatakan penyesalan atas berakhirnya Perjanjian New START antara AS dan Rusia. Beijing mendesak Washington melanjutkan dialog dengan Moskow.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
TIONGKOK menolak usulan Presiden Donald Trump untuk perundingan pengendalian senjata nuklir sebagai tidak masuk akal. Apa alasannya?
PERLOMBAAN nuklir baru dimulai. Kini AS harus bersiap menghadapi dua pesaing sekaligus di saat kehilangan keunggulan industri dan ekonominya.
Amerika Serikat dan Rusia sepakat memulihkan komunikasi militer tingkat tinggi guna mencegah eskalasi nuklir. Simak detail kesepakatan di Abu Dhabi ini.
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa Program FIRST bukan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
Skandal besar guncang Tiongkok. Jenderal Zhang Youxia diduga bocorkan rahasia nuklir ke AS dan terlibat korupsi.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved