Jumat 03 Desember 2021, 17:30 WIB

Gereja Swedia Selidiki Tindakan Apartheid oleh Israel di Palestina

Mediaindonesia.com | Internasional
Gereja Swedia Selidiki Tindakan Apartheid oleh Israel di Palestina

AFP/Jonathan Nackstrand.
Gereja Jungfru Maria di kota timur Sodertalje, selatan Stockholm, Swedia.

 

GEREJA Swedia menjadi institusi terbaru dalam organisasi Kristen yang mengangkat keprihatinan atas tindakan apartheid Israel di Palestina. Dalam langkah resmi minggu lalu, badan pembuat keputusan gereja, Sinode Umum, menugaskan Dewan Pusatnya untuk menyelidiki yang telah menjadi konsensus di antara kelompok-kelompok hak asasi manusia utama bahwa Israel merupakan negara apartheid.

Kelompok-kelompok hak asasi itu, termasuk Human Rights Watch dan B'Tselem, menyimpulkan awal tahun ini bahwa Israel memenuhi ambang batas untuk ditetapkan sebagai negara yang mempraktikkan apartheid dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dewan telah diinstruksikan untuk mengangkat isu pengawasan pelaksanaan hukum internasional di Israel dan Palestina juga dari perspektif konvensi PBB tentang apartheid dan definisi apartheid dalam Statuta Roma.

Tidak mengherankan, keputusan tersebut telah dikritik, terutama oleh komunitas Yahudi pro-Israel Swedia. "(Gereja Swedia) berulang kali memilih untuk mengkritik satu-satunya negara Yahudi, tanpa mengkritik tetangga Israel mana pun atas penganiayaan yang dialami orang Kristen," kata Aron Verstandig, presiden Dewan Komunitas Yahudi Swedia, kepada Haaretz sebagaimana dilansir Middle East Monitor

Pernyataannya mengikuti pola yang terlalu akrab untuk mencoba mengalihkan perhatian dari masalah yang dipermasalahkan. Ini taktik yang digunakan oleh kelompok-kelompok anti-Palestina ketika pelanggaran hak asasi manusia Israel disebutkan.

Direktur urusan internasional gereja, Erik Lysen, menjelaskan bahwa anggota Sinode yang mengajukan investigasi berpendapat dalam debat bahwa mereka melakukannya karena keyakinan bahwa situasi hak asasi manusia yang memburuk di lapangan memerlukan penyelidikan berdasarkan hak asasi manusia dan hukum internasional. Dengan melakukan itu, mereka menggemakan suara orang-orang Kristen Palestina yang sering dilupakan serta kelompok-kelompok hak asasi manusia Israel, Palestina, dan internasional yang menyerukan tindakan untuk mengakhiri impunitas Israel.

Seorang pemimpin gereja yang menentang keputusan tersebut mengatakan bahwa dia menentang penggunaan kata apartheid karena memicu kemarahan dan kesedihan. "Saya sendiri tidak akan menggunakan kata itu dalam konteks ini," kata Uskup Agung Swedia Antje Jackelén. "Tapi saya juga sadar bahwa organisasi hak asasi manusia lain seperti B'Tselem, Yesh Din, dan Human Rights Watch telah menggunakan istilah itu dalam laporan mereka." Apartheid juga digunakan oleh PBB untuk menggambarkan situasi di Palestina.

Baca juga: Ketika Pengendara Mobil Israel Tersesat di Wilayah Palestina

Beberapa kelompok Kristen lain telah mengeluarkan resolusi yang mengecam Israel karena apartheid sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Gereja Episkopal Chicago, misalnya, menyetujui resolusi bulan lalu untuk menggambarkan Israel memenuhi definisi hukum apartheid dan mengutuknya sebagai berlawanan dengan nilai-nilai gereja. Resolusi ini datang dalam waktu satu tahun dari resolusi serupa yang ditolak oleh gereja. (OL-14)

Baca Juga

AFP/Jack Guez.

Film Israel Tampilkan Dugaan Pembantaian Warga Palestina pada 1948

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 26 Januari 2022, 17:42 WIB
Tantura merupakan desa pesisir Mediterania di barat laut dari tempat yang sekarang disebut Israel. Tempat itu menjadi saksi pertempuran...
JENS SCHLUETER / AFP

Jerman Catat Rekor Kasus Harian Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 26 Januari 2022, 17:22 WIB
Pada awal pandemi virus korona, Jerman lebih berhasil dari pada banyak negara Eropa lainnya dalam mencegah penyberan...
STR / Telemetro Panama / AFP

Terlibat Skandal Panama Papers, 32 Warga Panama akan Diadili

👤 Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 26 Januari 2022, 14:26 WIB
Kebocoran 11,5 juta dokumen dari firma hukum Panama Mossack Fonseca pada April 2016 menyebabkan gempa politik di seluruh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya