Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ingot Kuno Swedia Ternyata dari Zaman Besi, Ungkap Jaringan Perdagangan Baltik

Thalatie K Yani
24/11/2025 09:00
Ingot Kuno Swedia Ternyata dari Zaman Besi, Ungkap Jaringan Perdagangan Baltik
Uji kimia dan isotop mengungkap ingot plano-konveks di Swedia berasal dari Zaman Besi, dengan komposisi mirip temuan Polandia. (University of Gothenburg)

SEBUAH ingot plano-konveks yang ditemukan di Swedia dan sebelumnya diduga berasal dari Zaman Perunggu ternyata terbukti berasal dari Zaman Besi. Temuan ini terungkap setelah para peneliti melakukan uji kimia dan isotop yang menunjukkan komposisinya sangat mirip dengan artefak Zaman Besi dari Polandia. Penelitian ini membuka bukti baru mengenai hubungan jarak jauh melintasi kawasan Baltik.

Ingot yang ditemukan di Särdal ini menjadi temuan pertama yang utuh di Swedia. Para peneliti dari University of Gothenburg awalnya menduga artefak tersebut berasal dari Zaman Perunggu berdasarkan bentuk dan ukurannya. Namun analisis ilmiah menunjukkan hasil berbeda.

“Karena bentuk dan ukurannya, kami mengira itu artefak Zaman Perunggu, tetapi ingot tersebut ternyata dibuat dari paduan tembaga-seng-timah-timbal, yang khas pada Zaman Besi dan periode sesudahnya,” ujar Serena Sabatini.

Peninjauan Ulang Temuan Särdal

Plano-konveks ingot umumnya terbuat dari tembaga, meski sebagian ditemukan dalam bentuk perunggu atau paduan berbasis tembaga lainnya. Artefak ini banyak ditemukan di kawasan Mediterania, Eropa daratan, hingga sepanjang pesisir Atlantik. Secara historis, bentuknya yang membulat membuatnya ideal sebagai komoditas logam yang mudah diangkut pada Zaman Perunggu maupun Zaman Besi.

Karena ingot Särdal ditemukan tanpa konteks tambahan yang bisa membantu menentukan umur, tim arkeolog memilih menggunakan pengujian kimia dan isotop. Hasil analisis membantah dugaan awal, komposisinya sesuai dengan paduan logam khas Zaman Besi.

Kolaborasi Ungkap Jaringan Lebih Luas

“Berkat iklim kolaboratif dalam penelitian arkeometalurgi, kami bekerja sama dengan sekelompok ilmuwan Polandia yang mempelajari temuan Zaman Besi dengan komposisi hampir sama persis dengan ingot kami,” kata Sabatini.

Para peneliti menyebut kasus ini sebagai bukti artefak yang ditemukan secara terpisah sekalipun dapat memiliki makna sejarah lebih luas bila diteliti secara mendalam. Menggabungkan pendekatan arkeologi dengan analisis ilmiah memungkinkan sebuah objek tunggal menjadi petunjuk penting mengenai dinamika masa lalu.

“Kolaborasi dan jejaring internasional penting untuk mengungkap pola dan data yang tidak terlihat jika hanya fokus pada konteks lokal. Penelitian ini menunjukkan pentingnya kerja tim dan berbagi data. Tanpa kerja sama dengan kolega Polandia, kami tidak akan mencapai hasil luar biasa ini,” ujar Sabatini.

Metode Arkeometalurgi Ungkap Asal Usul Logam

Tim menggunakan teknik arkeometalurgi yang telah mapan, termasuk analisis isotop timbal dan unsur jejak, yang digunakan sejak 1980-an untuk mengidentifikasi komposisi dan kemungkinan sumber geologis logam.

“Apa yang baru dalam penelitian ini adalah langkah lebih jauh: kami menggabungkan data ilmiah dengan informasi historis dan arkeologis untuk mengusulkan konteks sejarah bagi ingot plano-konveks Särdal dan ingot batang dari kawasan Ilawa Lakeland di timur laut Polandia. Dengan kesamaan komposisi yang mencolok, kami dapat memperkuat hipotesis mengenai kontak dan jaringan di wilayah Baltik pada Zaman Besi pra-Romawi Nordik,” jelas Sabatini. (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik