Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA aurora kembali memukau dunia ilmiah. Sekelompok ilmuwan di Swedia utara berhasil mengamati aurora biru langka yang muncul pada ketinggian sekitar 200 kilometer di atas permukaan Bumi. Jauh lebih tinggi dari prediksi ilmiah sebelumnya.
Penemuan ini terjadi saat fajar di wilayah Kiruna, ketika tim menggunakan kamera hiperspektral berteknologi tinggi bernama HySCAI untuk memantau aktivitas atmosfer atas. Kamera ini mampu mendeteksi warna dan intensitas cahaya dengan tingkat presisi luar biasa, bahkan saat langit mulai terang oleh sinar matahari.
Penelitian tersebut dipimpin Profesor Katsumi Ida dari National Institute for Fusion Science, Jepang, yang dikenal karena risetnya di bidang plasma dan spektroskopi pertukaran muatan.
“Tingkat emisi molekul nitrogen N₂⁺ mencapai puncaknya ketika bayangan sinar matahari berada di ketinggian sekitar 200 kilometer,” jelas Ida.
Aurora biru terbentuk dari interaksi ion nitrogen (N₂⁺) yang terenergi, menghasilkan cahaya biru mencolok di langit kutub. Namun, pengamatan ini menunjukkan bahwa cahaya tersebut muncul lebih tinggi dari perkiraan model atmosfer yang selama ini digunakan ilmuwan.
Biasanya, aurora biru terlihat di ketinggian sekitar 110–120 kilometer, tetapi hasil terbaru menunjukkan peningkatan signifikan. Para peneliti meyakini hal ini terjadi karena reaksi kimia antara ion oksigen bermuatan dan molekul nitrogen netral, yang lebih aktif ketika cahaya matahari mulai menyinari lapisan atas atmosfer.
Tidak seperti metode sebelumnya yang membutuhkan dua atau lebih kamera di lokasi berbeda, teknik baru ini mengandalkan satu kamera hiperspektral untuk menghitung ketinggian aurora. Dengan memantau perubahan warna dan intensitas cahaya seiring turunnya garis sinar matahari, ilmuwan dapat menentukan posisi lapisan atmosfer yang bercahaya secara akurat.
Teknologi ini juga membantu memisahkan cahaya aurora dari pantulan sinar matahari, yang biasanya mengganggu pengukuran. Hasilnya, data yang diperoleh jauh lebih bersih dan presisi.
Temuan ini memberikan pemahaman baru tentang perubahan ionosfer saat fajar, ketika partikel bermuatan dan kimia atmosfer bereaksi cepat terhadap sinar matahari pertama. Pemahaman yang lebih baik terhadap fenomena ini dapat meningkatkan akurasi prakiraan cuaca antariksa yang berdampak pada komunikasi radio dan navigasi pesawat di wilayah kutub.
Para ilmuwan berencana melanjutkan eksperimen ini dengan pengamatan multispektral dan radar ionosfer, guna memastikan apakah pergerakan ion atau reaksi kimia yang dominan membentuk lapisan biru tersebut.
Temuan aurora biru di Swedia ini bukan hanya menambah pengetahuan ilmiah tentang atmosfer Bumi, tetapi juga menandai kemajuan besar dalam teknologi observasi langit yang semakin canggih dan presisi. (Earth/Z-2)
Uji kimia dan isotop mengungkap ingot plano-konveks di Swedia berasal dari Zaman Besi, dengan komposisi mirip temuan Polandia.
PEMERINTAH Inggris memastikan tidak akan mengundang perwakilan resmi Israel dalam pameran persenjataan internasional yang akan berlangsung di London bulan depan.
SWEDIA dan Belanda, Kamis (28/8), bersama-sama mendesak Uni Eropa agar menangguhkan perdagangan dengan Israel karena situasi kemanusiaan yang sangat mengganggu di Gaza.
Negara-negara Nordik seperti Norwegia, Swedia, dan Finlandia kini tak lagi sejuk di musim panas.
Gereja berusia 113 tahun di Swedia dipindahkan secara utuh sejauh lima kilometer, akibat risiko keretakan tanah imbas tambang bijih besi.
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Eksoplanet tersebut berada dalam sistem TRAPPIST-1, yang terletak sekitar 40 tahun cahaya dari Bumi. Sistem ini ditemukan pada tahun 2016 oleh lima astronom asal Belgia
Sesekali, ketika menatap langit, kita bisa melihat cahaya yang lebih terang di kedua sisi matahari. Fenomena itu dikenal sebagai sun dogs.
Penelitian terbaru mengungkap mikrometeorit fosil mampu menyimpan jejak oksigen atmosfer kuno.
Setiap kali petir menyambar, terbentuk gas nitrogen oksida (NOx), jenis polutan yang juga dihasilkan dari asap knalpot kendaraan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved