Selasa 09 November 2021, 20:32 WIB

Lawan ISIS, Mesir Tambah Pasukan di Rafah setelah Disetujui Israel

Mediaindonesia.com | Internasional
Lawan ISIS, Mesir Tambah Pasukan di Rafah setelah Disetujui Israel

AFP/Said Khatib.
Anggota pasukan keamanan Palestina berjaga-jaga di perbatasan Rafah yang tertutup ke Mesir di Jalur Gaza selatan.

 

MESIR meningkatkan jumlah pasukan di sekitar Rafah di Sinai yang bergolak dalam pertempuran melawan kelompok militan ISIS. Ini dilakukan Mesir setelah mencapai kesepakatan koordinasi dengan negara tetangga Israel.

Tidak ada rincian tambahan tentara yang akan dikirim. Akan tetapi ini menjadi peningkatan pasukan pertama yang disepakati sejak 2018.

"Komite militer gabungan berhasil mengubah perjanjian keamanan, berkoordinasi dengan pihak Israel, untuk meningkatkan jumlah pasukan penjaga perbatasan (Mesir)," di Rafah, kata juru bicara militer dalam suatu pernyataan.

Tentara Israel mengatakan, "Kami akan terus bekerja sama untuk memastikan keamanan di sepanjang perbatasan kami." Penyeberangan Rafah, Mesir, merupakan satu-satunya jalan ke Jalur Gaza Palestina yang tidak dikendalikan oleh Israel.

"Pengerahan itu dilakukan di tengah upaya untuk menjaga keamanan nasional Mesir," tambah pernyataan Mesir. Mesir ialah negara Arab pertama yang menandatangani perjanjian damai dengan negara Yahudi pada 1979 setelah puluhan tahun permusuhan dan konflik.

Perjanjian damai mengharuskan masing-masing pihak untuk menyetujui setiap perubahan jumlah pasukan di sepanjang wilayah perbatasan.

Militan di Sinai Mesir telah melipatgandakan serangan mereka sejak penggulingan presiden Mohamed Morsi dari Ikhwanul Muslimin pada 2013. Pihak berwenang sejak Februari 2018 melakukan operasi nasional melawan militan Islam, terutama yang berfokus pada Sinai Utara dan Gurun Barat negara itu.

Sekitar 1.073 tersangka militan dan puluhan personel keamanan telah tewas sejak dimulainya operasi, menurut angka resmi. Dalam pengakuan publik yang langka tentang kerja sama keamanan yang erat dengan Israel, Presiden Abdel Fattah al-Sisi mengatakan kepada CBS pada 2019 bahwa angkatan udara terkadang perlu menyeberang ke sisi Israel. "Itulah sebabnya kami memiliki berbagai koordinasi dengan Israel."

Baca juga: Nasionalisasi Suez Dorong Israel Ingin Kuasai Gaza

Pada September, Sisi bertemu dengan Perdana Menteri Israel Nafatali Bennett di kota resor Sinai selatan Sharm El-Sheikh, kunjungan pertama dalam lebih dari satu dekade oleh seorang kepala pemerintahan Israel. Kairo memainkan peran kunci dalam negosiasi gencatan senjata Mei antara Israel dan penguasa Islam Gaza Hamas untuk mengakhiri 11 hari pertempuran. (AFP/OL-14)

Baca Juga

Matt Dunham / POOL / AFP

Ukraina Deklarasikan Invasi Rusia sebagai Genosida

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 27 Mei 2022, 13:25 WIB
Zelenskyy mengutuk serangan brutal Moskow di Donbas. Ia menambahkan bahwa pengeboman Rusia dapat membuat seluruh wilayah itu tidak...
Fabrice COFFRINI / AFP

Jerman Yakin Rusia akan Kalah

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 27 Mei 2022, 12:42 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan memenangkan perang di Ukraina, kata Kanselir Jerman Olaf...
KCNA VIA KNS / AFP

Tiongkok dan Rusia Gagalkan Sanksi AS untuk Korut

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 27 Mei 2022, 12:33 WIB
Tiongkok dan Rusia menggunakan hak veto untuk menolak resolusi baru yang diinisiasi Amerika Serikat (AS) untuk menekan pengembangan senjata...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya