Rabu 27 Oktober 2021, 21:39 WIB

Israel Bubarkan Festival Palestina yang Didukung UNDP

Mediaindonesia.com | Internasional
Israel Bubarkan Festival Palestina yang Didukung UNDP

AFP/Ahmad Gharabli.
Permukiman Israel Givat Zeev, dekat kota Ramallah Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

 

ISRAEL membubarkan festival budaya di situs yang dilindungi Prancis di Jerusalem timur yang dicaplok. Klaimnya, acara itu disponsori oleh Otoritas Palestina (PA) tanpa izin Israel. Ini dibantah oleh penyelenggara, Rabu (27/10).

Festival tiga hari yang dijadwalkan di Rumah Abraham untuk peziarah agama, dengan pertunjukan oleh kelompok seni Palestina, didukung oleh Program Pembangunan PBB (UNDP), Finlandia, dan Austria.

Manajer Abraham's House Bernard Thibaud mengatakan kepada AFP bahwa pertunjukan untuk anak-anak sudah dimulai pada Selasa (26/10) ketika polisi tiba dan menutupnya. Dia terkejut dan merasa malu dengan pembatalan tersebut.

Konsul Jenderal Prancis di Jerusalem serta penasihat urusan agama konsulat juga telah mengunjungi festival tersebut, sumber diplomatik mengatakan kepada AFP. Dalam perintah pembatalan, Menteri Keamanan Publik Israel Omer Barlev menulis bahwa acara tersebut diadakan dengan sponsor dan pendanaan dari Otoritas Palestina dan tanpa izin tertulis.

Polisi yang datang ke tempat itu mengenakan pakaian biasa dan bepergian dengan mobil tanpa logo kepolisian, kata sumber diplomatik. Rumah Abraham dikelola oleh badan amal keagamaan, Secours Catholique-Caritas France. Itu berada di bawah perlindungan Konsulat Prancis di Jerusalem, mirip dengan Gereja Sainte-Anne di Kota Tua, yang dikunjungi Presiden Emmanuel Macron tahun lalu.

"Tujuan festival memberikan sedikit kegembiraan dan waktu luang bagi anak-anak dan orang dewasa di lingkungan ini yang mengalami banyak kemiskinan dan kekerasan," kata Thibaud. "Meminta polisi menghentikan acara budaya ini hanya membawa lebih banyak kekerasan ke distrik."

Israel merebut Jerusalem timur dalam Perang Enam Hari 1967 dan mencaploknya. Langkah ini tidak diakui oleh sebagian besar masyarakat internasional.

Israel melarang aktivitas resmi Palestina di Jerusalem timur, tempat warga Palestina berharap untuk mendirikan ibu kota negara masa depan mereka. Festival ini diselenggarakan oleh Konservatori Musik Nasional Edward Said, Teater Nasional Palestina El-Hakawati, dan teater keliling Qafilah di Yerusalem. Ditanya PA mendukung organisasinya atau festival, Direktur Jenderal Konservatori Suhail Khoury mengatakan kepada AFP, "Tidak, tidak sama sekali".

Amer Khalil, Direktur el-Hakawati, juga mengatakan kepada AFP bahwa PA sama sekali tidak mendukung kelompoknya atau festival tersebut. Acara itu, menurutnya, program UNDP.

Imad Mitwalli, Direktur Qafilah, mengatakan organisasinya tidak pernah menerima uang dari PA. Barlev tidak segera menjawab pertanyaan AFP.

Baca juga: Jerman Prihatin Israel Cap Kelompok Sipil Palestina sebagai Teroris

Kelompok seni mempublikasikan acara tersebut dengan bantuan asosiasi lokal di Silwan, lingkungan Palestina di tepi Kota Tua Jerusalem. Ratusan penduduk di sana menghadapi kemungkinan penggusuran karena pemukim Israel mengajukan tantangan hukum untuk mengklaim properti yang dimiliki orang Yahudi sebelum perang 1948 untuk kemerdekaan Israel. (OL-14)

Baca Juga

Medcom.id/M Rizal

Norwegia Perketat Aturan Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 08 Desember 2021, 10:07 WIB
Pekan lalu, ledakan kasus covid-19 varian Omicron ditermukan di antara puluhan pengunjung pesta yang semuanya telah...
AFP/DANIEL MUNOZ

Terpapar Covid-19, Sekjen PBB Isolasi Diri

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 08 Desember 2021, 09:58 WIB
Juru bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric mengungkapkan, beberapa hari lalu, Guterres menerima vaksin boster...
AFP

Sekjen PBB Antonio Guterres Terpapar Covid-19 Jalani Isolasi

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 08 Desember 2021, 09:57 WIB
SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres terpapar virus korona pada Selasa dari seorang pejabat PBB yang terkena...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya