Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA menaruh keprihatinan terhadap meningkatnya persaingan senjata di antara kekuatan besar kawasan Indo-Pasifik.
Keprihatinan itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat berpidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-1 ASEAN-Australia secara virtual pada Rabu (27/10) ini. Diketahui, rivalitas pamer senjata ditandai dengan banyaknya kegiatan pertahanan oleh sejumlah negara di kawasan.
Salah satunya, Australia yang bekerja sama dengan Inggris. Kemudian, Amerika Serikat mengembangkan armada kapal selam bertenaga nuklir, dengan kemampuan jelajah bawah laut tanpa batas dan sulit terdeteksi.
Terobosan itu ditengarai untuk mengimbangi kemampuan Tiongkok yang berupaya menguasai kawasan Indo-Pasifik. Negeri Tirai Bambu belum lama ini meluncurkan Fractional Orbital Bombardment System (FOBS), yakni senjata termonuklir yang mampu menempuh perjalanan jauh.
Baca juga: Jokowi Ajak ASEAN Perkuat Aspek Kesehatan di Kawasan
Lalu, sikap Korea Utara yang masih terus melakukan uji coba senjata nuklirnya. Dinamika yang sangat tinggi, lanjut Jokowi, sapaan akrabnya, dapat mengancam stabilitas dan perdamaian regional.
"Indonesia tidak mau kawasan ini menjadi ajang perlombaan senjata dan menjadi 'power projection', yang dapat mengancam stabilitas," pungkas Presiden.
Menurutnya, sejumlah pihak terkait harus bisa mengubah budaya konflik menjadi budaya damai. Serta, mengganti 'trust deficit' menjadi 'strategic trust. Dirinya meyakini situasi di kawasan akan semakin membaik, tanpa adanya ketegangan yang mengkhawatirkan.
Baca juga: Hadiri KTT ASEAN, Joe Biden Kecam Kekerasan di Myanmar
"Itulah yang selama ini ASEAN lakukan. ASEAN mampu bertahan lebih dari 50 tahun dan berkontribusi pada stabilitas, perdamaian dan kesejahteraan kawasan. Karena kita percaya akan kekuatan kerja sama dan dialog untuk mengatasi perbedaan," jelas Jokowi.
Kepala Negara pun meminta Australia untuk bersikap terbuka kepada ASEAN terkait setiap proyek persenjataan yang dikembangkan. "Australia harus menjadi mitra dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian kawasan Indo-Pasifik," katanya.
Menanggapi pidato tersebut, Perdana Menteri Australia Scott Morrison menekankan bahwa pihaknya selalu menghormati Traktat Nonproliferasi Nuklir atau perjanjian kawasan bebas nuklir, yang dianut negara di kawasan Asia Tenggara.(OL-11)
Nama pejabat dimaksud tidak disebutkan karena mereka tidak mendapat wewenang membahas rencana tersebut.
Ancaman terorisme saat ini semakin kompleks, terutama dengan adanya situasi ketidakpastian global yang rentan menjadi lahan subur ideologi kekerasan.
Analisis invasi AS ke Venezuela: Trump tangkap Maduro demi kendali minyak dan wilayah strategis. Kebangkitan Doktrin Monroe picu ketegangan global dan protes domestik.
Militer Israel mengklaim serangannya menewaskan tiga anggota Hizbullah.
PENGAJAR Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera Gita Putri Damayana menilai revisi Undang-Undang TNI (UU TNI) menghadapi krisis mendasar dari sisi kualitas penyusunan naskah akademik.
EDGE, perusahaan di bidang pertahanan asal Uni Emirat Arab, secara resmi menandatangani kerja sama strategis dengan Republikorp.
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved