Rabu 27 Oktober 2021, 14:45 WIB

AS Kecam Israel Atas Pembangunan Baru di Tepi Barat

Nur Aivanni | Internasional
AS Kecam Israel Atas Pembangunan Baru di Tepi Barat

AFP/Andrew Harnik.
Ned Price.

 

AMERIKA Serikat pada Selasa (26/10) dengan tegas mengkritik Israel untuk pertama kali dalam beberapa tahun pada pemukimannya. Pemerintahan Presiden Joe Biden mengatakan sangat menentang pembangunan baru di Tepi Barat, Palestina.

Reaksi itu muncul setelah empat tahun di bawah Donald Trump, Amerika Serikat memberikan lampu hijau untuk aktivitas Israel di tanah Palestina yang diduduki. Menteri luar negerinya, Mike Pompeo, mengunjungi permukiman di akhir masa jabatannya.

Departemen Luar Negeri di bawah Biden telah berulang kali memperingatkan terhadap pembangunan permukiman. "Kami sangat prihatin dengan rencana pemerintah Israel untuk memajukan ribuan unit permukiman pada Rabu serta tender yang diterbitkan pada Minggu untuk lebih dari 1.300 rumah," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price.

Baca juga: Israel Kirim Utusan ke AS tentang Kelompok Palestina Dicap Teroris

"Kami sangat menentang perluasan permukiman itu, yang sama sekali tidak konsisten dengan upaya untuk menurunkan ketegangan dan untuk memastikan ketenangan, dan itu merusak prospek solusi dua negara," katanya kepada wartawan. "Kami juga melihat rencana untuk legalisasi retroaktif pos-pos ilegal sebagai tidak dapat diterima," tambahnya.

Price berhenti mengatakan keputusan itu akan membahayakan hubungan dengan Israel. Namun, dia mengatakan bahwa pemerintah akan mengangkat masalah itu secara langsung dengan pejabat senior Israel dalam pembahasan tersendiri.

Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh telah mendesak Washington untuk menghadapi Israel atas permukimannya, yang dia gambarkan sebagai agresi. Sekitar 475.000 orang Yahudi Israel tinggal di permukiman di Tepi Barat, yang dianggap ilegal menurut hukum internasional, di tanah yang diklaim Palestina sebagai bagian dari negara masa depan mereka.

Baca juga: Israel akan Bangun Lebih dari 1.300 Rumah Pemukim di Tepi Barat

Pemerintahan Trump merevisi pedoman lama Departemen Luar Negeri dan mengatakan tidak menganggap permukiman ilegal. Itu tergolong perubahan tajam dari pemerintahan sebelumnya Barack Obama yang menghadapi kritik terbuka dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, khususnya atas diplomasi AS dengan Iran. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/SHAMIL ZHUMATOV

Rusia akan Terbangkan Miliarder Jepang ke ISS

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 06 Desember 2021, 12:15 WIB
Maezawa dan asistennya akan menghabiskan 12 hari di ISS dengan mendokumentasikan petualangan mereka di kanal Youtube milik Maezawa yang...
AFP/Handout / MYANMAR MINISTRY OF INFORMATION

Pengadilan Myanmar akan Jatuhkan Vonis Pertama dalam Persidangan Suu Kyi, Hari Ini

👤Nur Aivanni 🕔Senin 06 Desember 2021, 12:14 WIB
Jika terbukti bersalah, Suu Kyi dan Presiden Myanmar yang digulingkan Win Myint, masing-masing menghadapi hukuman penjara hingga lima...
AFP/Mahmud Hams.

Israel Bebaskan Tahanan Palestina setelah Akhiri Mogok Makan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:10 WIB
Aksi mogok makan menjadi hal biasa di antara para tahanan Palestina dan telah membantu mengamankan banyak konsesi dari otoritas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya