Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
KOREA Utara menembakkan rudal balistik yang diduga diluncurkan dari kapal selam ke laut pada Selasa (19/10). Itu merupakan kemajuan terbaru negara bersenjata nuklir itu dalam teknologi senjata dan yang bisa memberinya kemampuan serangan kedua.
"Rudal balistik jarak pendek yang diduga SLBM ditembakkan dari Sinpo ke laut timur semenanjung," kata Kepala Staf Gabungan Seoul dalam sebuah pernyataan.
Sinpo adalah galangan kapal angkatan laut utama dengan foto-foto satelit yang sebelumnya menunjukkan kapal selam di fasilitas itu. "Intelijen Korea Selatan dan AS sedang menganalisis dengan cermat untuk detail tambahan," tambah pernyataan tersebut.
Pertanyaan kuncinya adalah apakah itu ditembakkan dari kapal selam yang berfungsi, atau platform atau tongkang bawah air.
Kemampuan rudal berbasis kapal selam yang terbukti akan membawa persenjataan Korea Utara ke tingkat yang baru, memungkinkan penyebaran jauh melampaui semenanjung Korea dan kemampuan serangan kedua jika terjadi serangan terhadap pangkalan militernya.
Korea Utara dilarang mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistik di bawah resolusi Dewan Keamanan PBB, dan sebagai akibatnya dikenakan berbagai sanksi.
Pyongyang diketahui sedang mengembangkan SLBM dan telah melakukan dua peluncuran bawah air sebelumnya pada tahun 2016 dan 2019.
"Rezim Kim (Jong Un) sedang mengembangkan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam karena menginginkan penangkal nuklir yang lebih bisa bertahan," kata Leif-Eric Easley, seorang profesor di Ewha University di Seoul.\
Baca juga : Pengawas Departemen Luar Negeri AS Tinjau Akhir Operasi di Afghanistan
"SLBM Korea Utara mungkin jauh dari dikerahkan secara operasional dengan hulu ledak nuklir," katanya memperingatkan. "Tetapi Kim secara politis tidak mampu tampil tertinggal dalam perlombaan senjata regional," ucapnya.
Korea Selatan bulan lalu menguji SLBM pertamanya, menempatkannya di antara kelompok elite negara yang telah menunjukkan teknologi yang telah terbukti, dan juga meluncurkan rudal jelajah supersonik.
Pyongyang mengatakan pihaknya membutuhkan persenjataannya untuk mempertahankan diri dari kemungkinan invasi AS. Pemimpin Kim Jong Un menyalahkan Washington atas ketegangan, menolak pernyataan AS bahwa mereka tidak memiliki niat bermusuhan.
"Alasan mendasar dari provokasi Korea Utara adalah karena AS tidak mengubah posisinya dalam pembicaraan," kata Shin Beom-chul, seorang peneliti di Institut Riset Korea untuk Strategi Nasional, kepada AFP.
"Pyongyang mencoba menunjukkan bahwa mereka dapat melakukan provokasi yang lebih besar," ucapnya.
Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan mengadakan pertemuan darurat atas peluncuran pada Selasa itu dan menyatakan penyesalan yang mendalam. Mereka pun mendesak Pyongyang untuk kembali berdialog.
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan dua rudal balistik telah ditembakkan. Dia juga menyebut peluncuran itu "sangat disesalkan". (AFP/OL-2)
Jalur kereta api Beijing-Pyongyang resmi dibuka kembali mulai Kamis ini. Ini aturan baru tiket dan siapa saja yang diperbolehkan melintas.
Korea Utara sukses melaksanakan uji coba rudal penjelajah strategis dari kapal perusak Choe Hyon. Kim Jong Un instruksikan percepatan pembangunan armada tempur.
Korea Utara mengecam latihan militer gabungan 'Freedom Shield' antara AS dan Korea Selatan. Kim Yo Jong tegaskan kesiapan serangan balasan yang mematikan.
Kim Jong Un nyatakan Korea Utara siap pasok rudal ke Iran dan klaim mampu lenyapkan Israel. Simak detail uji coba kapal perusak baru Choe Hyon dan kemajuan nuklirnya
Benarkah Kim Ju Ae disiapkan menjadi penerus Kim Jong Un? Simak analisis terbaru dari Kongres Partai Korea Utara dan laporan intelijen terkait sosok putri misterius ini.
Mengenal Kim Ju Ae, putri Kim Jong Un yang kini menjabat posisi strategis di Administrasi Rudal. Benarkah ia calon tunggal penguasa Korea Utara?
Eskalasi perang meluas ke pusat diplomatik Riyadh dan Doha. Israel klaim hancurkan markas penyiaran IRIB di Teheran sementara Qatar cegat rudal balistik.
Pasukan Israel (IDF) melancarkan gelombang serangan udara ke Teheran, menyasar markas intelijen dan peluncur rudal balistik. Simak perkembangan konflik terkini.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memperingatkan Iran agar membahas program rudal balistiknya, di tengah isu potensi serangan militer AS.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
AS mengumumkan sanksi terhadap 32 individu dan entitas di Iran, Uni Emirat Arab, Turki, Tiongkok, Hong Kong, India, Jerman, dan Ukraina, disebut terkait perogram senjata Iran.
KOREA Utara dilaporkan menyembunyikan rudal balistik antarbenua Intercontinental Ballistic Missile (ICBM) terbaru di sebuah pangkalan militer rahasia dekat perbatasan dengan Tiongkok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved