Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kongres Partai Pekerja Tertutup

Hde
07/5/2016 06:10
Kongres Partai Pekerja Tertutup
(AP/KRT Video)

PARTAI Komunis (PK) Korea Utara menggelar kongres pertama dalam 40 tahun terakhir, kemarin.

Kongres yang digelar secara tertutup itu diyakini bertujuan mengesahkan status Kim Jong-un sebagai pewaris kekuasaan Dinasti Kim di negeri itu yang telah berlangsung selama tujuh dekade.

Kongres diyakini untuk mengesahkan kebijakan ambisius Jong-un untuk mengembangkan teknologi senjata nuklir yang berbarengan dengan pembangunan ekonomi.

Analis juga memperkirakan kongres yang diyakini dibuka Jong-un itu akan merombak susunan kepengurusan partai karena ia ingin mengangkat generasi yang lebih muda untuk memastikan kesetiaan mereka.

Terakhir kali Partai Komunis Korut menggelar Kongres ialah pada 1980 untuk mengesahkan Kim Jong-il sebagai penerus pendiri negeri komunis, Kim Il-sung. Jong-il merupakan ayah Jong-un, pemimpin Korut saat ini.

Ribuan delegasi terpilih dari seluruh negeri tersebut menghadiri kongres badan pembuat keputusan utama itu yang digelar di istana di Pyongyang, Senin (25/5).

Sekitar 130 wartawan asing diundang untuk meliput, tapi mereka tidak diizinkan masuk ke area kongres.

Mereka hanya diizinkan meliputnya dari jarak 200 meter.

Meski itu kongres pertama dalam 40 tahun, televisi pemerintah Korut justru tidak menayangkan secara langsung dan lebih memilih menayangkan film dan konser.

Media setempat mengulas kongres itu dengan memuji uji coba nuklir Korut, Januari lalu, sebagai bukti kebesaran dan prestise mereka sebagai negara pemilik kekuatan nuklir.

Mereka juga mengangkat kecaman dari Komisi untuk Reunifikasi Damai Korea terhadap masyarakat internasional yang menolak program senjata nuklir Korut.

Kongres partai kali ini tidak dihadiri perwakilan Tiongkok, negara yang paling dekat dengan Korut.

Para pengamat menilai ketidakhadiran perwakilan Tiongkok itu menunjukkan ketegangan hubungan antarkedua negara komunis itu.

Para 1980, Tiongkok membawa rombongan besar yang dipimpin Li Xiannian, yang nantinya menjadi kepala negara resmi Tiongkok. (AFP/Hde/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Zen
Berita Lainnya