Sabtu 11 September 2021, 09:55 WIB

Israel Tangkap Dua Militan Palestina yang Kabur dari Penjara

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Israel Tangkap Dua Militan Palestina yang Kabur dari Penjara

Emmanuel DUNAND / AFP
Sanak keluarga dari anggota Brigade Martir Al-fatah, Mahmud Abu Jarad, yang ditembak mati tentara Israel pada 24 Mei 2021.

 

DUA militan Palestina yang termasuk di antara enam orang yang menerobos penjara Israel pekan ini ditangkap di puncak bukit di Kota Nazareth, Israel utara pada Jumat (10/9).

Sementara empat militan lainnya masih buron di tengah perburuan besar-besaran oleh pasukan Israel di Israel utara, di mana kota Arab Nazareth berada, dan Tepi Barat yang diduduki.

Enam orang tersebut, yang lima di antaranya adalah anggota kelompok militan pejuang Paletina dan satu dari partai arus utama gerakan Fatah, melarikan diri pada Senin (6/9) pagi dengan membuat terowongan melalui lubang yang berdekatan dengan toilet sel mereka.

Dua pria yang ditangkap di Gunung Precipice adalah anggota Jihad Islam, dan polisi diberi tahu oleh penduduk Nazareth bahwa kedua pria itu meminta makanan, media Israel melaporkan. Polisi tidak memberikan identitas mereka.

Video di media sosial menunjukkan petugas Israel menempatkan dua pria di belakang kendaraan polisi yang terpisah. Kedua pria itu tampaknya tidak melawan saat ditangkap.

Keenam gerilyawan itu telah dinyatakan bersalah atau dicurigai merencanakan atau melakukan serangan mematikan terhadap warga Israel.

Israel berjanji untuk menangkap semua pria tersebut, dan para pejabat mengatakan mereka akan menyelidiki setiap penyimpangan yang memungkinkan mereka melarikan diri.

Warga Palestina menggelar aksi protes di Tepi Barat di Jerusalem Timur, untuk mendukung para pria tersebut, melihat mereka sebagai pahlawan dalam perjuangan mereka untuk menjadi negara bagian di wilayah yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah 1967.

Fasilitas tempat para pria melarikan diri, sekitar 4 km dari perbatasan dengan Tepi Barat yang diduduki, adalah salah satu penjara dengan keamanan tertinggi di Israel.

Para pelarian itu termasuk Zakaria Zubeidi, mantan komandan Brigade Martir Al Aqsa Fatah di Kota Jenin, Tepi Barat, yang pernah menerima amnesti Israel.

Zubeidi ditangkap kembali oleh Israel pada 2019 setelah dugaan keterlibatannya dalam serangan penembakan baru. (Aiw/Straitstimes/OL-09)

Baca Juga

AFP/Hector RETAMAL

Varian Omikron Muncul Lagi di Xinjiang dan Tibet saat Puncak Liburan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 23:30 WIB
Selama 1-21 Juli 2022, Xinjiang telah menerima 25,5 juta wisatawan atau naik 15,7% jika dibandingkan dengan periode yang sama...
AFP/Tang Chhin Sothy.

UE Serahkan Teks Final Kesepakatan Nuklir, Respons AS dan Iran Ditunggu

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 22:53 WIB
Uni Eropa mengatakan Selasa (9/8) bahwa mereka mengharapkan Teheran dan Washington untuk sangat cepat menanggapi teks final yang...
AFP/Anwar Amro.

Hizbullah Peringatkan Israel tidak Serang Milisi Palestina di Libanon

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 22:42 WIB
Pemimpin Hizbullah Libanon Sayyed Hassan Nasrallah, Selasa (9/8), memperingatkan Israel agar tidak memperluas target serangannya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya