Jumat 10 September 2021, 13:38 WIB

Penerbangan Afghanistan Berisi 100 Penumpang Asing Mendarat di Doha

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Penerbangan Afghanistan Berisi 100 Penumpang Asing Mendarat di Doha

AFP/Karim Jaafar.
Pengungsi dari Afghanistan tiba di Bandara Internasional Hamad di ibu kota Qatar, Doha, pada penerbangan pertama, Kamis (9/9).

 

SATU penerbangan yang membawa lebih dari 100 penumpang internasional keluar dari Kabul telah mendarat di Doha. Ini merupakan penerbangan sipil pertama sejak evakuasi 124.000 warga asing dan warga Afghanistan usai negara tersebut dikuasai Taliban.

Sekitar 113 orang berada di dalam penerbangan ke Doha yang dioperasikan oleh Qatar Airways milik negara, menurut para pejabat. Para penumpang tersebut termasuk warga negara AS, Inggris, Kanada, Ukraina, Belanda, dan Jerman.

Utusan khusus Qatar Mutlaq bin Majed al-Qahtani menggambarkan penerbangan pada Kamis (9/9) itu sebagai penerbangan reguler dan bukan evakuasi serta akan ada penerbangan lain pada Jumat. Di Doha, para penumpang awalnya akan tinggal di kompleks yang menampung pengungsi Afghanistan dan lainnya.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berterima kasih kepada Taliban dan otoritas Qatar, serta menyebut penerbangan itu sebagai demonstrasi nyata dari komitmen Amerika untuk membantu warganya dan pihak lain yang membantu AS, meninggalkan Afghanistan.

Sebelumnya, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Emily Horne memuji kerja sama Taliban dalam penerbangan itu. "Mereka telah menunjukkan fleksibilitas dan mereka bersikap bisnis dan profesional dalam upaya ini," katanya. Ia menambahkan bahwa upaya untuk mengamankan keberangkatan lebih lanjut akan terus berlangsung.

Juru bicara departemen luar negeri AS Ned Price mengatakan 10 warga negara AS dan 11 penduduk tetap berada dalam penerbangan dari 39 orang yang mereka undang. Kanada mengatakan 43 warganya berada di pesawat, sementara Inggris dan Belanda masing-masing memiliki 13 penumpang.

Seorang warga negara ganda Afghanistan-Amerika, menunggu untuk naik ke pesawat bersama keluarganya, mengatakan departemen luar negeri AS telah meneleponnya pada Kamis pagi. "Kami menghubungi departemen luar negeri. Mereka menelepon saya pagi ini dan mengatakan untuk pergi ke bandara," kata sang ayah yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Meskipun penerbangan internasional telah terbang masuk dan keluar dengan pejabat, teknisi, dan bantuan dalam beberapa hari terakhir, itu merupakan penerbangan sipil pertama sejak Taliban merebut ibu kota pada 15 Agustus.

Baca juga: Menteri Luar Negeri Qatar dan Iran Bahas Afghanistan

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres memohon kepada masyarakat internasional untuk mempertahankan hubungan dengan Taliban. Ia memperingatkan bahwa keruntuhan ekonomi dengan kemungkinan jutaan kematian di Afghanistan harus dihindari. "Kita harus menjaga dialog dengan Taliban. Kita menegaskan prinsip kita secara langsung, dialog dengan rasa solidaritas dengan rakyat Afghanistan," katanya. (The Guardian/OL-14)

Baca Juga

AFP/Hector RETAMAL

Varian Omikron Muncul Lagi di Xinjiang dan Tibet saat Puncak Liburan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 23:30 WIB
Selama 1-21 Juli 2022, Xinjiang telah menerima 25,5 juta wisatawan atau naik 15,7% jika dibandingkan dengan periode yang sama...
AFP/Tang Chhin Sothy.

UE Serahkan Teks Final Kesepakatan Nuklir, Respons AS dan Iran Ditunggu

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 22:53 WIB
Uni Eropa mengatakan Selasa (9/8) bahwa mereka mengharapkan Teheran dan Washington untuk sangat cepat menanggapi teks final yang...
AFP/Anwar Amro.

Hizbullah Peringatkan Israel tidak Serang Milisi Palestina di Libanon

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 22:42 WIB
Pemimpin Hizbullah Libanon Sayyed Hassan Nasrallah, Selasa (9/8), memperingatkan Israel agar tidak memperluas target serangannya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya