Selasa 07 September 2021, 09:36 WIB

Pembangkit Listrik Batu Bara di Eropa Tenggara Tewaskan Ribuan Orang

 Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Pembangkit Listrik Batu Bara di Eropa Tenggara Tewaskan Ribuan Orang

NIKOLAY DOYCHINOV / AFP
Aktivis Greenpeace membentang spanduk 'Museum' di depan pembakit listrik tenaga batu bara tak ramah lingkungan di Sofia, Bulgaria.

 

POLUSI dari pembangkit listrik tenaga batu bara di perbatasan tenggara Uni Eropa (UE) diperkirakan telah menyebabkan ribuan kematian orang di wilayah tersebut karena pelanggaran batas yang mengikat secara hukum pada emisi berbahaya.

Sebanyak 18 pembangkit listrik batu bara yang beroperasi di Serbia, Kosovo, Bosnia dan Herzegovina, Makedonia Utara dan Montenegro bertanggung jawab atas 19.000 kematian selama tiga tahun terakhir.

Hal tersebut dilaporkan CEE Bankwatch Network dan Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih. Lebih dari setengah dari kematian itu diperkirakan berada di dalam UE.

Pembangkit listrik menghasilkan 2,5 kali lebih banyak emisi sulfur dioksida yang berbahaya dibandingkan dengan gabungan 221 stasiun batu bara di UE tahun lalu, kata laporan itu.

Dalam tiga tahun sejak batas polusi udara UE menjadi wajib bagi negara-negara Balkan non-UE, Balkan Barat mengeluarkan sulfur dioksida pada tingkat yang setidaknya enam kali batas legal.

"Sebanyak 18 pembangkit listrik batu bara di Balkan Barat ini masih mendatangkan malapetaka di kawasan dan sekitarnya," kata penasihat energi Eropa tenggara di CEE Bankwatch Network, Pippa Gallop dalam sebuah pengarahan.

"Pemerintah Balkan Barat memikul tanggung jawab utama atas keadaan ini, tetapi kami juga ingin melihat UE meningkatkan tindakan atas masalah ini,” imbuhnya.

Proyeksi laporan ini dimodelkan menggunakan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk dampak kesehatan dari polusi, sementara data populasi resolusi tinggi dari sensus dan NASA digunakan untuk memperkirakan paparan.

Eropa menghadapi kenaikan harga gas dan listrik, yang meredam insentif untuk mematikan alat produksi yang kurang efisien dan lebih merusak lingkungan.

Uni Eropa mengimpor sebanyak 8% listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga batu bara di Balkan Barat.

Penulis laporan memuji retribusi perbatasan karbon yang diusulkan UE untuk memasukkan impor listrik, meskipun mengatakan itu harus melangkah lebih jauh dengan menghubungkan pendanaan dengan polusi dan bahkan memasukkan emisi dalam laporan yang membuka jalan bagi aksesi ke blok tersebut.

"Uni Eropa benar-benar mendapat pesan tentang tidak ada batu bara dan semakin vokal kepada negara-negara untuk berhenti membangun pembangkit baru dan menghapus batu bara secara bertahap," kata Gallop.

"Tapi kita kehilangan beberapa tindakan jangka pendek, yang bisa membuat perbedaan pada polusi yang sebenarnya ini sampai pembangkit batu bara itu ditutup,” tandasnya. (Aiw/Straitstimes/OL-09)

Baca Juga

AFP/Scott Olson.

Siswa SMA Tersangka Penembakan di AS Hadapi 24 Dakwaan

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 02 Desember 2021, 16:32 WIB
Dia menembak orang dari jarak dekat, sering kali ke arah kepala dan...
CHARLY TRIBALLEAU / AFP

Terkait Soal Taiwan, Hubungan Tiongkok dan Jepang Memanas

👤 Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 02 Desember 2021, 16:18 WIB
Beijing memanggil duta besar Jepang untuk Tiongkok atas pernyataan mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe di...
Handout / various sources / AFP

Junta Myanmar Kecam PBB yang Menolak Utusan Pilihannya

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 02 Desember 2021, 16:13 WIB
Penangguhan itu membuat Kyaw Moe Tun, yang ditunjuk oleh pemerintah Suu Kyi, tetap menjadi utusan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya