Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA negara, pada Kamis (26/8), mengumumkan menghentikan evakuasi dari bandara di Kabul, Afghanistan, ketika pemerintah di seluruh dunia memberikan peringatan yang mengerikan tentang ancaman terhadap orang-orang yang berkumpul di sana dalam upaya untuk melarikan diri dari Afghanistan.
Menjelang malam, setidaknya dua ledakan melanda daerah itu: satu di Abbey Gate dan satu lagi di Hotel Baron di dekatnya. Seorang juru bicara Pentagon mengatakan ledakan itu adalah serangan kompleks yang mengakibatkan sejumlah korban AS dan sipil.
Bahkan sebelum ledakan, para pemimpin dunia memutuskan tidak bisa lagi membantu evakuasi. Belgia, Kanada, Denmark, Jerman, dan Belanda mengatakan tidak akan lagi dapat memfasilitasi evakuasi udara dari Bandara Internasional Hamid Karzai.
"Kami tinggal di Afghanistan selama kami bisa," kata Jenderal Wayne Eyre, penjabat kepala staf pertahanan Kanada, dalam konferensi pers pada Kamis.
"Kami berharap kami bisa tinggal lebih lama dan menyelamatkan semua orang yang sangat ingin pergi. Bahwa kami tidak bisa, itu benar-benar memilukan," ucapnya.
Jenderal Eyre mengatakan Kanada telah menerbangkan sekitar 3.700 orang keluar dari Afghanistan dengan kombinasi penerbangan militer dan pesawat dari negara-negara sekutu. Jumlah pasti orang Kanada, penduduk tetap dan lainnya yang dibantu oleh militer Kanada belum jelas, begitu pula jumlah orang yang tertinggal.
Baca juga: Sejak 14 Agustus, Lebih dari 100 Ribu Orang Dievakuasi dari Afghanistan
Setelah peringatan serangan bunuh diri di sekitar bandara, kata Perdana Menteri Alexander De Croo, Belgia memutuskan untuk mengakhiri penerbangan evakuasi dari Kabul pada Rabu malam.
"Pada Rabu, pada siang hari, situasinya dengan cepat memburuk," kata De Croo.
"Kami mengetahui bahwa ada ancaman serangan bom bunuh diri di sekitar bandara dan di keramaian. Kami juga melihat bahwa akses ke gerbang bandara menjadi lebih sulit dan bahkan tidak mungkin sebagai akibatnya," ungkapnya.
Pejabat pertahanan dari Belanda dan Denmark membuat perhitungan serupa. Sebelum ledakan yang terjadi pada Kamis, Inggris mendesak orang-orang yang mencoba melarikan diri dari Afghanistan untuk menuju perbatasan darat internasional, seperti dengan Pakistan atau Iran, dan untuk menghindari bandara Kabul.
"Kami tidak bisa berbuat apa-apa selain mengubah imbauan perjalanan tadi malam untuk menyarankan orang-orang agar tidak bergerak ke arah bandara Kabul dan jika mereka berada di bandara, untuk pindah ke tempat yang aman," kata Menteri Angkatan Bersenjata James Heappey dalam wawancara dengan LBC Radio.
Saat berbicara kepada BBC, Heappey mengatakan Inggris telah mengevakuasi hanya kurang dari 2.000 orang dalam 24 jam sebelumnya, tetapi mengatakan bahwa mungkin 1.000 orang lagi dari mereka yang ingin diekstraksi tetap berada di dalam negeri.
Evakuasi terus berlanjut meski meningkatnya peringatan tentang keamanan. Pejabat Gedung Putih mengatakan pada Kamis pagi bahwa 13.400 orang telah dievakuasi dari bandara Kabul dalam 24 jam sebelumnya, sehingga total sejak Taliban merebut kembali kota itu menjadi 95.700. (Straits Times/OL-5)
Juru Bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengecam serangan udara Pakistan di Kabul dan Kandahar. Kabul klaim lancarkan operasi balasan besar-besaran di perbatasan.
Pakistan melancarkan serangan udara ke Nangarhar dan Paktika di Afghanistan. Kabul menuduh warga sipil tewas dan terluka, sementara Islamabad mengklaim operasi menargetkan TTP dan ISKP.
Jubir Taliban Zabihullah Mujahid tegaskan dukungan bagi Iran jika AS menyerang. Simak analisis hubungan Kabul-Teheran & dinamika keamanan Timur Tengah 2026.
LEDAKAN langka di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Selasa (11/11) menewaskan 12 orang dan melukai 20 orang. Demikian disampaikan Rumah Sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan.
MANTAN Sekretaris Jenderal NATO dan Menteri Keuangan Norwegia saat ini, Jens Stoltenberg, menyebut penarikan pasukan AS dari Afghanistan sebagai kekalahan terbesar NATO.
Gempa bumi berkekuatan 6,3 magnitudo mengguncang Afghanistan utara dekat Mazar-i-Sharif. Belum ada laporan korban.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengevakuasi 32 Warga Negara Indonesia dari Iran
Rosatom evakuasi ratusan pekerja dan keluarga dari PLTN Bushehr, Iran. Pembangunan Unit 2 dan 3 dihentikan sementara akibat situasi keamanan yang kian membahayakan.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan sebanyak 15 warga negara Indonesia (WNI) di Teheran, Iran, menyatakan kesiapan untuk dievakuasi menyusul memanasnya konflik Timur Tengah.
MenluĀ Sugiono memastikan pemerintah mulai menyiapkan langkah evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.
Adapun operasi SAR yang menjadi perhatian masyarakat antara lain kecelakaan pesawat pada 3 Agustus 2025 terhadap pesawat latih PK-S126 yang jatuh di Desa Benteng, Ciampea.
Baznas melalui Baznas Tanggap Bencana (BTB) bergerak cepat melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir di sejumlah wilayah di Kota Tangerang dan Kabupaten Karawang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved