Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
GEDUNG Putih, Kamis (26/8), mengatakan lebih dari 100 ribu orang dari Afghanistan telah dievakuasi sejak 14 Agustus, menjelang kembalinya Taliban ke tampuk kekuasaan.
"Sejak 14 Agustus, Amerika Serikat (AS) telah mengevakuasi dan memfasilitasi evakuasi sekitar 100.100 orang," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.
Pernyatan itu dikeluarkan beberapa jam setelah serangan bom bunuh diri IS menewaskan puluhan orang, termasuk 13 tentara AS, saat mereka menyerang kerumunan orang yang berkumpul di luar bandara Kabul dengan harapan bisa melarikan diri dari negara tersebut.
Baca juga: Iran Serukan Kerja Sama Regional untuk Redakan Ketegangan di Afghanistan
Pengumuman itu datang ketika batas waktu 31 Agustus membayangi AS untuk menarik pasukan mereka, dan bagi AS serta negara-negara Barat lainnya untuk mengakhiri evakuasi udara besar-besaran mereka.
Dikatakan Gedung Putih, sebanyak sekitar 7.500 orang dievakuasi dari Kabul, selama 12 jam pada Kamis (26/8).
Itu, tambahnya, merupakan hasil dari 14 penerbangan militer AS yang membawa sekitar 5.100 pengungsi dan 39 penerbangan koalisi yang membawa 2.400 orang.
Pada Kamis (26/8), Presiden AS Joe Biden mengatakan upaya evakuasi akan dilanjutkan dan berakhir sesuai jadwal pada akhir bulan. (AFP/OL-1)
PM Keir Starmer resmi mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer Inggris untuk operasi defensif terhadap Iran di tengah kecaman Donald Trump.
Donald Trump klaim Iran telah menyerah dan meminta maaf kepada negara Timur Tengah setelah serangan AS-Israel. Simak ancaman "penghancuran total" terbaru dari Trump.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan konflik Timur Tengah hanya akan berakhir jika Iran menyerah tanpa syarat.
Wamenlu Iran Majid Takht-Ravanchi memperingatkan bahwa negara mana pun yang mendukung agresi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran akan dianggap sebagai target sah bagi serangan balasan.
Serangan drone kembali mengguncang Irak pada Jumat (6/3) waktu setempat. Sejumlah bandara dan fasilitas minyak menjadi sasaran.
Amerika Serikat (AS) dinilai belum memiliki sistem pertahanan yang memadai untuk menghadapi drone Shahed milik Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved