Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Konflik Timur Tengah Memanas, Indonesia Siapkan Evakuasi WNI dari Iran

M Ilham Ramadhan Avisena
04/3/2026 05:45
Konflik Timur Tengah Memanas, Indonesia Siapkan Evakuasi WNI dari Iran
Prabowo Bahas Perang Iran-AS dalam pertemuan bersama sejumlah tokoh nasional, Selasa (3/3/2026)(Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

MENTERI Luar Negeri Sugiono memastikan pemerintah mulai menyiapkan langkah evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran di tengah eskalasi konflik Timur Tengah. Instruksi telah diberikan langsung kepada Duta Besar RI di Teheran untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

"Tadi siang juga saya sudah memerintahkan kepada dubes kita di Teheran untuk mengambil langkah-langkah evakuasi yang segera, jika memang ada masyarakat di Indonesia yang menginginkan untuk dievakuasi," ujar Sugiono di Istana Kepresidenan, Selasa (3/3) malam.

Ia menjelaskan, tidak semua WNI di wilayah terdampak mengajukan permintaan pulang. Namun sebagian telah menyatakan kesediaan untuk dievakuasi dan prosesnya akan dilakukan bertahap.

"Dari semua WNI yang ada di wilayah-wilayah terdampak, tidak semuanya kemudian menyampaikan keinginan untuk dievakuasi. Tapi tadi disampaikan ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari wilayah Iran. Dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut. Saya kira situasi ke depan masih akan terus berkembang, kita akan melihat apa yang akan terjadi," katanya.

Menurut Sugiono, Presiden Prabowo Subianto telah mengingatkan jajaran pemerintah agar bersiap menghadapi berbagai kemungkinan dampak konflik.

"Tapi tadi juga disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa apapun yang akan terjadi, kita harus siap untuk menghadapi segala kemungkinan," ujarnya.

Di sisi diplomasi, Sugiono mengungkapkan dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran. Dalam percakapan tersebut, kedua pihak menyampaikan posisi masing-masing terkait eskalasi yang terjadi.

Indonesia, lanjut Sugiono, menegaskan kembali prinsip penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara, sekaligus mendorong kembalinya proses diplomasi.

"Kita juga menekankan lagi prinsip-prinsip penghormatan kita terhadap integritas wilayah, terhadap kedaulatan wilayah suatu negara. Kemudian kita juga menekankan kembali, pentingnya untuk kembali ke meja rundingan," kata dia.

"Dan juga yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut," pungkas Sugiono. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya