Kamis 26 Agustus 2021, 12:37 WIB

Dubes Tiongkok untuk PBB Tuding Laboratorium AS Sebagai Sumber Covid-19

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Dubes Tiongkok untuk PBB Tuding Laboratorium AS Sebagai Sumber Covid-19

AFP/Lizabeth MENZIES / Centers for Disease Control and Prevention
Ilustrasi morfologi virus korona penyebab covid-19.

 

DUTA Besar Tiongkok untuk PBB Chen Xu meminta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menyelidiki laboratorium Amerika Serikat (AS) untuk mencari sumber covid-19.

Surat Chen yang diberikan kepada kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, Selasa (24/8), bertepatan dengan badan-badan intelijen AS yang memberikan laporan kepada Presiden Joe Biden tentang asal-usul pandemi.

"Jika beberapa pihak berpandangan hipotesis 'kebocoran lab' tetap terbuka, laboratorium Fort Detrick dan University of North Carolina (UNC) di AS juga harus tunduk pada penyelidikan transparan dengan akses penuh," kata sebuah pernyataan yang diunggah misi Tiongkok di Jenewa, Rabu (25/8).

Baca juga: AS Rencanakan Suntikan Penguat Covid dengan Jeda Enam Bulan

Dalam suratnya, Chen juga mencatat bahwa tim gabungan WHO-Tiongkok menemukan bahwa kecil kemungkinan covid-19 bocor dari Institut Virologi Wuhan, yang terletak di kota tempat virus pertama kali ditemukan.

Pada Mei, Biden memerintahkan badan intelijen AS untuk menyelidiki dan memeriksa berbagai teori tentang bagaimana pandemi dimulai, seperti melalui kecelakaan laboratorium di laboratorium Tiongkok, atau apakah virus itu pertama kali berasal dari hewan sebelum menular ke manusia.

Tinjauan 90 hari berakhir, Selasa (24/8), dengan Biden diberi pengarahan tentang temuannya. Pejabat di Washington mengatakan akan memakan waktu beberapa hari sebelum versi laporan yang tidak dirahasiakan akan tersedia untuk umum.

Tetapi Tiongkok melakukan serangan dalam beberapa minggu dan hari menjelang rilis laporan tersebut.

Itu menunjuk ke unggahan Facebook yang konon dari seorang peneliti Swiss dan menggunakan musik rap dan kartun untuk mencoba serta membuat skeptisisme atas laporan AS dan mengaburkan temuannya.

Juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok dan media pemerintah mendorong teori bahwa virus itu bocor dari pangkalan militer Fort Derrick di Maryland, yang pernah menjadi pusat program senjata biomedis AS dan sekarang menjadi laboratorium yang melakukan penelitian virus.

Pada Rabu (25/8), Chen juga meminta WHO menyelidiki laboratorium peneliti virus korona UNC Ralph Baric, yang dikenal melakukan penelitian gain-of-function di mana properti baru direkayasa menjadi virus korona.

Baric berpendapat penelitian semacam itu diperlukan untuk mengembangkan vaksin dan perawatan terhadap virus yang muncul.

Pada Rabu (25/8), juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok Wang Wenbin kembali menuduh Washington mempolitisasi penyelidikan tentang asal-usul covid-19.

"Pemerintah AS menggunakan apa yang disebut penyelidikan ini, bukan untuk menemukan kebenaran tentang asal usul virus korona. Ini bukan laporan ilmiah berdasarkan fakta dan metode ilmiah. AS menyalahkan Tiongkok dan melalaikan tanggung jawabnya atas kegagalannya untuk memerangi pandemi," kata Wang pada konferensi pers reguler. (Straitstimes/OL-1)

Baca Juga

AFP/Yuri Kadobnov

Rusia Laporkan Kasus Varian Baru Covid-19 Lebih Menular dari Delta

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 19:42 WIB
Ada kemungkinan bahwa varian AY42 akan menyebar...
AFP

Inggris-Selandia Baru Capai Perjanjian Perdagangan Bebas

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 19:02 WIB
Kesepakatan dagang yang tercapai setelah proses negosiasi 16 bulan, bertujuan mengurangi beban tarif dan meningkatkan perdagangan jasa...
AFP/Emmanuel Dunand.

Israel Anggarkan Rp21,3 Triliun untuk Persiapan Serang Nuklir Iran

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 14:55 WIB
Anggaran NIS 5 miliar terdiri dari NIS 3 miliar dari anggaran sebelumnya dan tambahan NIS 2 miliar dari anggaran berikutnya yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sukses PON Papua 2021 Pemerataan Pembinaan di Seluruh Pelosok Negeri

Sukses prestasi ditandai dengan tercipta banyak rekor meski penyelenggaraan multiajang olahraga terakbar Tanah Air itu digelar di masa pandemi covid-19.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya