Rabu 18 Agustus 2021, 05:58 WIB

Kanada tidak Akan Akui Pemerintahan Taliban di Afghanistan

Nur Aivanni | Internasional
Kanada tidak Akan Akui Pemerintahan Taliban di Afghanistan

AFP/Wakil Kohsar
Pejuang Taliban berjaga-jaga di sepanjang jalan dekat Zanbaq Square, Kabul, Senin (16/8).

 

PERDANA Menteri Kanada Justin Trudeau, Selasa (17/8), menegaskan negaranya tidak berniat mengakui pemerintahan Taliban di Afghanistan.

"Kanada tidak memiliki rencana mengakui Taliban sebagai pemerintah Afghanistan," kata Trudeau.

"Mereka telah mengambil alih dan menggantikan secara paksa pemerintahan demokratis. Mereka adalah organisasi teroris yang diakui di bawah hukum Kanada," tambahnya.

Baca juga: Taliban Tidak Wajibkan Perempuan Pakai Burqa

Senin (16/8), Amerika Serikat (AS) mengatakan mereka hanya akan mengakui pemerintahan Taliban di Kabul jika mereka menghormati hak-hak perempuan dan menghindari aksi terorisme.

Di sisi lain, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah menyerukan para pemimpin G7 untuk bertemu membahas terkait situasi di Afghanistan.

Sementara itu, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell, Selasa (17/8), mengatakan blok tersebut harus berbicara dengan Taliban.

Namun, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan, sebelumnya, Barat akan menilai Taliban berdasarkan tindakan mereka usai pengambilalihan kekuasaan di Afghanistan.

Kanada mengirim lebih dari 40.000 tentara untuk memerangi Taliban selama 12 tahun - perang terpanjangnya - bersama sekutu. Secara total, 158 tentara Kanada tewas.

Pada 2013, Ottawa menambahkan Taliban ke dalam daftar entitas teroris terlarang. Dengan begitu, siapa pun yang berurusan dengan kelompok tersebut akan dikategorikan sebagai pelanggaran pidana.

Daftar tersebut menyebut serangan Taliban di sekolah perempuan dan penggunaan ambulans untuk bom bunuh diri di Kabul, yang menewaskan sedikitnya 95 orang, sebagai contoh taktik teroris mereka.

Trudeau mengatakan prioritas pemerintahannya saat ini adalah mengevakuasi diplomat Kanada dan warga Afghanistan yang bekerja dengan Kanada dari Kabul. Dia juga mengatakan Kanada akan menerima 20.000 pengungsi Afghanistan. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP/Jonathan Nackstrand.

Gereja Swedia Selidiki Tindakan Apartheid oleh Israel di Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Desember 2021, 17:30 WIB
Dewan telah diinstruksikan untuk mengangkat isu pengawasan pelaksanaan hukum internasional di Israel dan Palestina juga dari perspektif...
AFP/Mohd Rasfan

WHO Peringati Asia-Pasifik Bersiap Hadapi Lonjakan Infeksi Covid-19 Varian Omicron 

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 03 Desember 2021, 16:57 WIB
Varian tersebut telah dilaporkan di belasan negara dan mulai memasuki Asia minggu ini, dengan kasus dilaporkan dari Australia, Jepang,...
Medcom.id/Annisa Ilustrasi virus korona (covid-19).

Malaysia Deteksi Kasus Pertama Varian Omicron

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 03 Desember 2021, 14:15 WIB
Portal berita Malaysiakini melaporkan, siswa tersebut saat ini dikarantina bersama dengan lima orang lainnya yang berada di bus bersama...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya