Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KOTA terbesar ketiga Afghanistan, Herat, terancam jatuh ke tangan Taliban di tengah pertempuran sengit. Indikasinya kelompok militan itu telah mendirikan jembatan dalam jarak 150 km dari ibu kota Kabul.
Taliban mengklaim menguasai Herat, dekat perbatasan dengan Iran. Kelompok itu juga tampak hampir merebut Kandahar, menurut sumber diplomatik.
Kandahar, kota terbesar kedua di Afghanistan, adalah rumah spiritual kelompok tersebut.
Kekerasan yang meningkat dan kemajuan cepat militan mendorong Amerika Serikat dan Jerman untuk mendesak warganya agar segera meninggalkan negara itu. Situasi ini hanya kurang dari tiga minggu sebelum pasukan internasional pimpinan AS yang terakhir akan ditarik keluar.
Sebelumnya pada hari Kamis, Taliban, yang sekarang menguasai sekitar dua pertiga negara, merebut Ghazni, yang terletak di jalan Kandahar ke Kabul sekitar 150 km dari ibu kota.
Kelompok itu pada hari Kamis juga mengesampingkan pembagian kekuasaan dengan pemerintah.
Kecepatan dan kekerasan serangannya telah memicu tuduhan di antara banyak warga Afghanistan atas keputusan Presiden AS Joe Biden, yang menarik pasukan AS dan membiarkan pemerintah berperang sendirian.
Pada hari Rabu, seorang pejabat pertahanan AS mengutip intelijen AS mengatakan, Taliban dapat mengisolasi Kabul dalam 30 hari dan mungkin mengambil alih dalam 90 hari.
Pintu gerbang ke ibu kota telah tersumbat oleh orang-orang yang melarikan diri, kata sumber keamanan Barat.
Al Jazeera melaporkan, dari sumber pemerintah menyebutkan telah menawarkan bagian kekuasaan kepada Taliban, asalkan kekerasan berhenti.
Juru bicara pemerintah Afghanistan tidak tersedia untuk dimintai komentar terkait masalah itu. Tidak jelas sejauh mana tawaran yang dilaporkan, berbeda dari persyaratan yang telah dibahas pada pembicaraan yang macet di Qatar.
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan, dia tidak mengetahui adanya tawaran semacam itu tetapi mengesampingkan pembagian kekuasaan.
"Kami tidak akan menerima tawaran seperti ini, karena kami tidak ingin bermitra dengan pemerintah Kabul. Kami tidak tinggal atau bekerja selama satu hari dengan itu," tegasnya. (Straitstimes/OL-13)
Baca Juga: Tahun Lalu, Hampir 90 Ribu Penduduk Tinggalkan Hong Kong
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil posisi yang tepat dan terukur dalam merespons mediasi Iran dan AS sejalan politik luar negeri bebas dan aktif.
Negara Teluk (GCC) desak keterlibatan dalam perundingan AS-Iran guna jamin kedaulatan dan keamanan regional pascaserangan masif yang sasar infrastruktur vital mereka.
Iran resmi balas proposal 15 poin AS dengan menuntut ganti rugi perang, penghentian pembunuhan, dan pengakuan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz sebagai syarat damai.
Presiden AS Donald Trump klaim telah lumpuhkan kekuatan tempur Iran, termasuk hancurkan 154 kapal dan peluncur rudal, serta sebut perang telah dimenangkan militer AS.
Ketua Parlemen Iran Qalibaf mengancam bakal menyerang infrastruktur vital negara kawasan jika terbukti membantu musuh menduduki salah satu pulau strategis milik Iran.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran sebenarnya ingin bernegosiasi, meskipun tidak berani mengakuinya secara terbuka
Menteri tersebut menggemakan pernyataan Kanselir Friedrich Merz yang menyebut konflik di Timur Tengah “bukan perang Jerman.”
Merz juga menegaskan kembali penolakannya untuk mengirim kapal perang Jerman ke Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi dengan menyeret NATO ke konflik Selat Hormuz. Jerman dan Inggris ragu, sementara ancaman ranjau Iran kian nyata.
Jerman pastikan tidak bergabung dalam misi militer di Selat Hormuz. Menlu Johann Wadephul tegaskan Berlin pilih solusi negosiasi ketimbang keterlibatan tempur.
Pelayaran jarak jauh ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian nyata bagi kesiapan teknis kapal KRI Canopus-936 dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional.
Obligasi pemerintah Inggris telah mengalami kenaikan yang cukup dramatis sejak krisis ini dimulai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved