Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Afghanistan Ashraf Ghani memandang pembicaraan damai dengan Taliban sebagai hal yang sudah mati. Pihaknya pun ingin mempersenjatai warga sipil dan bekerja sama dengan panglima perang, untuk mencegah kelompok militan menguasai pemerintahan Kabul.
Sejak akhir pekan, Taliban telah merebut lima ibu kota provinsi di bagian utara dan satu ibu kota provinsi di bagian barat. Kelompok militan itu pun menghadapi sedikit perlawanan dari tentara Afghanistan.
Bahkan, kondisi di Istana Kepresidenan Afghanistan jauh lebih buruk dari sebelumnya. Sejumlah pihak menilai Presiden Ghani merasa semakin terisolasi. Tepatnya, setelah pasukan pimpinan Amerika Serikat (AS) meninggalkan negara itu.
Baca juga: AS: Tanggung Jawab Afghanistan untuk Pertahankan Negaranya
Apalagi, kelompok Taliban mendapatkan dukungan diplomatik dari negara-negara utama, seperti Pakistan, Rusia dan Tiongkok. Satu-satunya jalan keluar adalah menggalang kelompok Afghanistan yang menentang Taliban, untuk bersatu dalam perang saudara. Kemungkinan, situasi pada era 1990 akan kembali terjadi.
Juru Bicara Kepresidenan Mohammad Amiri menyatakan sikap sementara pemerintah ialah tetap terbuka untuk melakukan pembicaraan. Namun, Taliban dinilai mundur dari negosiasi.
Presiden Ghani diketahui memutuskan untuk memobilisasi dan mempersenjatai masyarakat lokal. Sehingga, mereka memiliki kekuatan untuk melawan Taliban. Keputusan Kepala Negara setelah pertemuan dengan panglima perang dan pemimpin politik di Afghanistan.
Baca juga: Taliban Berhasil Rebut Ibu Kota Provinsi Keenam di Afghanistan
"Sayangnya, Taliban tidak percaya pada pembicaraan damai itu. Mereka mencoba merebut kekuasaan dengan paksa. Tindakan itu tidak dapat diterima rakyat dan pemerintah Afghanistan," tutur Amiri dalam pesan teks.
Adapun putaran terakhir pembicaraan damai antara Taliban dan pemerintah Afghanistan di Doha, Qatar, pada 17 Juli lalu. Setelah itu, kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan pembicaraan.
Namun sejauh ini, tidak ada pertemuan lebih lanjut. Kepada kabinetnya, Presiden Ghani menyebut Taliban tidak memiliki keinginan untuk berdamai. "Kami menginginkan perdamaian, tetapi mereka ingin kami menyerah," pungkas Ghani.(StraitsTimes/OL-11)
Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen. Pengamat menilai keberanian pemberantasan korupsi diapresiasi.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syadzily membuka P3N Angkatan ke-27 dengan harapan melahirkan pemimpin nasional berintegritas dan berwawasan kebangsaan.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Prabowo juga melantik Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
LEDAKAN langka di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Selasa (11/11) menewaskan 12 orang dan melukai 20 orang. Demikian disampaikan Rumah Sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan.
MANTAN Sekretaris Jenderal NATO dan Menteri Keuangan Norwegia saat ini, Jens Stoltenberg, menyebut penarikan pasukan AS dari Afghanistan sebagai kekalahan terbesar NATO.
Gempa bumi berkekuatan 6,3 magnitudo mengguncang Afghanistan utara dekat Mazar-i-Sharif. Belum ada laporan korban.
Shehbaz menegaskan kembali bahwa Pakistan menginginkan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan, tetapi terus menghadapi terorisme lintas batas yang berasal dari tanah Afghanistan.
Islamabad mengajukan agenda tunggal yang berfokus langsung pada pembongkaran jaringan teroris, terutama yang berafiliasi dengan faksi Gul Bahadur dan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).
Pertempuran darat sengit antara Afghanistan dan Pakistan terjadi setelah Pakistan menuntut Kabul mengendalikan kelompok militan yang meningkatkan serangan di Pakistan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved