Sabtu 07 Agustus 2021, 18:36 WIB

Utusan ASEAN Minta Akses Penuh Saat Berkunjung ke Myanmar

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Utusan ASEAN Minta Akses Penuh Saat Berkunjung ke Myanmar

AFP
Suasana pertemuan Jenderal Militer Myanmar Min Aung Hlaing dengan Utusan Khusus ASEAN Erywan Yusof.

 

DIPLOMAT Brunei yang ditunjuk ASEAN sebagai utusan khusus untuk Myanmar, Erywan Yusof, meminta diberikan akses penuh. Tepatnya, ketika dirinya mengunjungi negara yang dilanda krisis politik, di mana militer telah menggulingkan pemerintahan Aung San Suu Kyi.

Setelah resmi diangkat ASEAN, Erywan tidak memberikan waktu pasti terkait jadwal kunjungan ke Myanmar. Dirinya telah ditugaskan untuk mengawasi bantuan kemanusiaan, mengakhiri kekerasan di Myanmar, serta membuka dialog antara penguasa militer dan pemerintahan terpilih.

Baca juga: RI Tekankan Pentingnya Akses Bagi Utusan Khusus untuk Myanmar

"Rencana kunjungan ke Myanmar sedang dalam proses. Apa yang perlu kami lakukan adalah memastikan kami siap ketika kami pergi ke sana. Tidak seperti kunjungan yang saya lakukan pada Juni lalu," ujar Menteri Luar Negeri Kedua Brunei tersebut kepada wartawan.

Erywan menyebut pihaknya siap membangun ruang diskusi yang lebih substantif. Khususnya, terkait upaya penghentian kekerasan dan mediasi kunjungan ASEAN berikutnya ke Myanmar. Dalam hal ini, sembari menekankan pentingnya pemberian akses penuh ke semua pihak.

Kelompok masyarakat sipil Myanmar diketahui menolak pengangkatan Erywan. Mereka menilai ASEAN seharusnya berkonsultasi dengan lawan junta dan pihak lain. Sementara itu, Erywan berharap pihaknya dapat mengumpulkan bantuan kemanusiaan untuk krisis Myanmar.

Baca juga: Sekjen PBB Sambut Penunjukan Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar

PBB dan banyak negara telah mendesak ASEAN, yang 10 anggotanya termasuk Myanmar, untuk menginisiasi upaya diplomatik. Tujuannya, memulihkan stabilitas politik dan ekonomi di negara tersebut.

Petinggi militer Myanmar Min Aung Hlaing, yang menjabat sebagai perdana menteri sementara, berjanji untuk mengadakan pemilihan pada 2023. Pihaknya siap bertindak sesuai konstitusi untuk menghapus pemerintahan Aung San Suu Kyi. Serta, menepis adanya tudingan kudeta militer.(Straitstimes/OL-11)

Baca Juga

Sun Can/Xinhua

14,2 Juta Warga Tiongkok Berebut Posisi PNS

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 29 November 2021, 13:10 WIB
Sekitar 1,42 juta warga Tiongkok bersaing ketat memperebutkan 31.200 posisi sebagai pegawai negeri sipil setempat untuk formasi tahun...
nytimes.com

Omicron Makin Banyak Ditemukan di Berbagai Negara

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 29 November 2021, 11:58 WIB
Penemuan kasus Omicron membuat negara-negara meningkatkan...
AFP

Inggris dan Israel Berupaya Keras Mencegah Iran Jadi Kekuatan Nuklir

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 29 November 2021, 09:38 WIB
Inggris dan Israel akan "bekerja siang dan malam" dalam mencegah Iran menjadi kekuatan nuklir, demikian tekad yang dinyatakan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya