Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

ASEAN Diharapkan tak Terjerat Konflik Global

Dhika Kusuma Winata
14/1/2026 19:28
ASEAN Diharapkan tak Terjerat Konflik Global
Menlu Sugiono.(MGN)

PEMERINTAH Indonesia mengajak negara-negara Asia Tenggara untuk kembali meneguhkan tujuan dasar pembentukan ASEAN untuk menjaga kawasan tetap damai, terbebas dari praktik unjuk kekuatan, serta berorientasi pada kesejahteraan. Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya tensi global yang berpotensi memberi tekanan terhadap stabilitas kawasan.

“ASEAN dibentuk untuk memastikan perbedaan dikelola melalui dialog dan kerja sama, bukan melalui tekanan atau konfrontasi,” ujar Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu (14/1).

Sugiono menegaskan, peran ASEAN saat ini semakin penting sebagai jangkar stabilitas di Asia Tenggara. Di tengah dinamika global yang bergejolak, ASEAN menjadi wadah utama untuk memastikan kawasan tidak berubah menjadi arena persaingan kekuatan besar. Menurut Sugiono, kekuatan ASEAN sangat ditentukan oleh kemampuan negara anggotanya menjaga persatuan dan sentralitas.

Persatuan diperlukan untuk mencegah fragmentasi di dalam kawasan sedangkan sentralitas menjadi kunci agar ASEAN tetap memimpin arsitektur regional dan tidak terseret dalam rivalitas global.  Dalam konteks itu, Sugiono mengutip penegasan Presiden Prabowo Subianto.

“Dalam situasi ketidakpastian geopolitik saat ini, semakin kuat ASEAN, semakin didengar pula suara kita," ucapnya.

Menlu Sugiono juga menyinggung dinamika yang dihadapi ASEAN sepanjang tahun lalu, termasuk sejumlah krisis di antara negara anggota. Seperti diketahui, beberapa bulan lalu terjadi konflik antara Kamboja dan Thailand. Kondisi tersebut, kata Sugiono, menjadi pengingat perdamaian di Asia Tenggara harus terus dirawat melalui sikap menahan diri, penghormatan terhadap kedaulatan, serta komitmen pada penyelesaian damai. (Dhk/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik