Rabu 04 Agustus 2021, 11:08 WIB

Tentara Afghanistan Peringatkan Warga untuk Tinggalkan Rumah

Nur Aivanni | Internasional
Tentara Afghanistan Peringatkan Warga untuk Tinggalkan Rumah

HOSHANG HASHIMI / AFP
Tentara Afghanistan yang dilatih militer AS istirahat di sela pertempuran melawan Taliban di Distrik Enjil, Provinsi Herat, Minggu (1/8).

 

TENTARA Afghanistan merencanakan serangan balasan besar-besaran pada Rabu untuk mengusir Taliban dari kota utama di selatan, dengan memperingatkan penduduk bahwa mereka harus segera meninggalkan rumah mereka.

Puluhan warga sipil telah tewas dalam pertempuran untuk Lashkar Gah, sebuah kota berpenduduk 200.000 orang yang akan menjadi hadiah kota terbesar Taliban sejak pemberontak melancarkan serangan nasional pada Mei.

Pasukan Taliban telah menguasai petak-petak luas pedesaan dan kota-kota perbatasan utama saat mereka bergegas mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh pasukan AS.

Mereka sekarang menargetkan pusat-pusat kota, dengan pertempuran yang sengit sejak pekan lalu di kota-kota Herat dekat perbatasan barat dengan Iran, dan Kandahar di selatan, serta Lashkar Gah.

"Tolong pergi secepat mungkin sehingga kami dapat memulai operasi kami," kata Jenderal Sami Sadat, komandan Korps Angkatan Darat 215 Maiwand Afghanistan, dalam sebuah pesan kepada penduduk kota.

"Saya tahu sangat sulit bagi Anda untuk meninggalkan rumah Anda -- sulit bagi kami juga -- tetapi jika Anda mengungsi selama beberapa hari, mohon maafkan kami," ucapnya. "Kami memerangi Taliban di mana pun mereka berada," tambahnya.

Direktur Radio Sukon di Lashkar Gah, Sefatullah, menggambarkan pertempuran pada hari Selasa itu sebagai pertempuran yang intens. Dia mengatakan pesawat angkatan udara AS dan Afghanistan telah menggempur posisi Taliban, dan pertempuran sedang berlangsung di dekat penjara kota dan kompleks perumahan markas polisi dan badan intelijen.

Ada juga kekerasan di Kabul pada Selasa (3/8) malam, dengan serangan bom dan senjata yang terkoordinasi yang menargetkan Menteri Pertahanan Bismillah Mohammadi dan politisi lain yang merenggut sedikitnya empat nyawa.

Pihak berwenang mengatakan para penyerang telah berhasil dihalau, dan Mohammadi selamat. Namun, kekerasan itu sekali lagi menyoroti ancaman yang akan segera dihadapi pemerintah saat berusaha mempertahankan kekuasaan. (AFP/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP/Abbas Momani.

Ketika Pengendara Mobil Israel Tersesat di Wilayah Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 21:34 WIB
Polisi mengidentifikasi salah satu orang Israel sebagai penduduk permukiman Shiloh di Tepi Barat. Satu lagi tinggal di kota Elad yang...
AFP/Rodger Bosch.

Orang yang Pernah Terinfeksi Covid-19 tidak Kebal Omicron

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 20:58 WIB
Tren ini juga terlihat pada model yang memproyeksikan kasus-kasus tersebut terhadap populasi secara...
AFP/Punit Paranjpe.

India Umumkan Dua Kasus Pertama Varian Omicron

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 20:47 WIB
Kota terbesar di negara itu Mumbai pada Rabu memberlakukan karantina tujuh hari wajib untuk semua penumpang yang datang dari negara-negara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya