Rabu 28 Juli 2021, 08:32 WIB

Warga Palestina Dibunuh Pasukan Israel di Tepi Barat

Nur Aivanni | Internasional
Warga Palestina Dibunuh Pasukan Israel di Tepi Barat

Dok: MI
ilustrasi penemabakan

 

SEORANG pria Palestina tewas pada Selasa (27/7) malam, dalam tembakan Israel di Tepi Barat yang diduduki. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan Shadi Omar Lotfi Salim, 41, ditembak mati di dekat desa Beita.

Wakil Wali Kota Beita Mussa Hamayel mengatakan tentara Israel membunuh pria itu saat memasuki desa sekembalinya dari pekerjaan.

"Dia dibunuh dengan darah dingin," tuding wakil wali kota seraya menambahkan tidak ada aksi protes di daerah itu pada Selasa malam.

Tentara Israel mengeluarkan pernyataan, ketika sedang bertugas rutin tentara melihat seorang tersangka Palestina di daerah itu, selatan Nablus.

"Ketika warga Palestina itu mulai bergerak cepat menuju pasukan dengan benda mencurigakan yang diidentifikasi sebagai batang besi di tangannya, pasukan itu beroperasi untuk menghentikan tersangka mengikuti prosedur standar, termasuk dengan melepaskan tembakan peringatan ke udara," kata Angkatan Pertahanan Israel (IDF) dalam sebuah pernyataan.

"Ketika tersangka terus maju, komandan pasukan menembak ke arah tersangka. Insiden itu akan diselidiki," katanya.

Baca juga: Israel Serang Gaza Balas Balon Pembakar dari Palestina

Beita telah menjadi tempat kerusuhan yang sering terjadi sejak Mei, ketika puluhan keluarga Israel tiba dan mulai membangun pemukiman liar Eviatar di puncak bukit dekat Nablus yang bertentangan dengan hukum Israel dan internasional.

Setelah berminggu-minggu terjadi bentrokan dan ketegangan, pemerintah nasionalis Perdana Menteri Israel Naftali Bennett membuat kesepakatan dengan para pemukim yang membuat mereka meninggalkan pos terdepan Eviatar.

Para pemukim meninggalkan rumah-rumah sederhana yang mereka bangun sampai Kementerian Pertahanan Israel menentukan apakah tanah itu dapat dianggap sebagai wilayah negara.

Militer Israel mempertahankan kehadirannya di Eviatar sampai keputusan dibuat.

Perjanjian itu ditolak oleh wali kota Beita, yang mengatakan pada Kamis lalu bahwa bentrokan dan protes akan berlanjut selama masih ada orang Israel di tanah mereka.

Semua pemukiman Yahudi di Tepi Barat dianggap ilegal oleh sebagian besar komunitas internasional.(AFP/OL-5)

Baca Juga

ilini.com

Penduduk Prancis Sambut Kembalinya La Bise, Cium Pipi ala Mereka

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 September 2021, 22:50 WIB
Salam tradisional Prancis la bise atau saling mencium pipi perlahan-lahan dilakukan lagi ketika wabah virus korona mulai...
Dok KBRI Singapura

Bantuan 122.400 Dosis Vaksin AstraZeneca dari Singapura untuk Kepulauan Riau  

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 September 2021, 22:20 WIB
Duta Besar RI untuk Singapura, Suyo Pratomo, menyatakan bahwa tidak ada satu negara pun yang dapat mengatasi tantangannya sendiri, dan...
smh.com.au

Mendag Australia akan Kunjungi Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 September 2021, 21:00 WIB
Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Dan Tehan akan melakukan perjalanan ke luar negeri, termasuk Indonesia, untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kawin Kontrak Rendahkan Perempuan

 Kawin kontrak masih ditemukan di Kabupaten Cianjur. Usia pernikahan hanya dua bulan dengan uang mahar Rp15 juta

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya