Minggu 11 Juli 2021, 23:10 WIB

Keamanan Afganistan Rapuh, WNI Diimbau kembali ke Tanah Air

Nur Aivanni | Internasional
Keamanan Afganistan Rapuh, WNI Diimbau kembali ke Tanah Air

AFP
Situasi di Afganistan

 

DIREKTUR Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha membenarkan bahwa KBRI Kabul mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang tidak memiliki kepentingan yang sangat mendesak untuk segera meninggalkan Afghanistan. Imbauan tersebut dikeluarkan pada Sabtu (10/7).

Mengingat perkembangan situasi keamanan di Afghanistan, kata Judha, KBRI Kabul meminta kepada WNI untuk sangat berhati-hati dan waspada serta terus memperhatikan informasi perkembangan keamanan setempat.

"Sesuai database awal KBRI Kabul, terdapat 46 WNI tinggal di Afghanistan. Namun, saat ini sebagian besar telah kembali ke Indonesia, sehingga saat ini tercatat hanya terdapat 4 WNI yang masih menetap di Afghanistan," katanya kepada Media Indonesia, Minggu (11/7).

Dikatakannya, 4 WNI tersebut ada yang bekerja di Badan PBB dan sebagai ekspatriat di perusahaan swasta. "Badan PBB sudah memiliki prosedur pengamanan yang baik bagi para stafnya. KBRI Kabul terus memonitor dan berkoordinasi," ujarnya.

Adapun sejumlah besar WNI lainnya yang telah kembali ke Indonesia, terang Judha, mereka sudah kembali ke Tanah Air sebelum adanya imbauan tersebut. "Mereka pulang ke Indonesia untuk berbagai alasan, tidak selalu soal keamanan," tandasnya.

Untuk diketahui, Taliban mengklaim bahwa mereka telah menguasai 85% wilayah di negara itu. Seorang pejabat Taliban, pada Jumat, mengatakan bahwa mereka menguasai 85 persen dari negara itu, mengendalikan sekitar 250 dari hampir 400 distrik Afghanistan. Klaim itu pun mustahil untuk diverifikasi secara independen dan dibantah oleh pemerintah. (OL-8)

Baca Juga

AFP

Terdampak Inflasi, Masyarakat Kanada Berburu Kupon

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 29 September 2022, 16:05 WIB
GELOMBANG inflasi menerjang Kanada. Harga kebutuhan pokok naik hingga 11% atau tertinggi sejak 1981 yang membuat masyarakatnya memangkas...
AFP

Jaringan Pipa Gas Nord Stream Disabotase, Eropa Tingkatkan Keamanan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 29 September 2022, 15:19 WIB
Kebocoran jaringan gas Nord Stream mengakibatkan kenaikan harga gas alam. Sebelumnya, Rusia diketahui membatasi secara tajam...
Manan VATSYAYANA / AFP

Hukuman Aung San Suu Kyi Kembali Bertambah

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 29 September 2022, 15:01 WIB
Awal bulan ini, pengadilan junta Myanmar menjatuhkan vonis terhadap Aung San Suu Kyi dengan tiga tahun penjara karena dugaan kecurangan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya