Selasa 06 Juli 2021, 20:38 WIB

Rusia Dukung Rencana ASEAN atasi Krisis Myanmar

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Rusia Dukung Rencana ASEAN atasi Krisis Myanmar

Dok. Kemenlu
Kunjungan Menlu Rusia Sergei Lavrov ke Jakarta

 

RUSIA mendukung upaya diplomati kAsia Tenggara untuk mengakhiri krisis di Myanmar dan telah menyampaikan pesan serupa kepada para pemimpin militer negara tersebut.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, konsensus lima poin yang disepakati oleh blok Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) harus menjadi dasar resolusi konflik di Myanmar.

"Dalam kontak kami dengan para pemimpin Myanmar, para pemimpin militer, kami mempromosikan posisi ASEAN yang menurut pandangan kami harus dipertimbangkan sebagai dasar untuk menyelesaikan krisis ini dan mengembalikan situasi ke keadaan normal," kata Lavrov dalam kunjungannya ke Jakarta, Selasa (6/7).

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan, Lavrov akan mengadakan pembicaraan virtual dengan rekan-rekan ASEAN selama kunjungan ke Jakarta.

Pernyataan Lavrov penting dan muncul di tengah keterlibatan yang semakin dalam antara Rusia dan militer Myanmar.

Myanmar berada dalam krisis sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari, memicu kemarahan nasional yang dengan cepat berubah menjadi aksi protes dan pemogokan yang ditekan secara brutal oleh pasukan keamanan.

Baca juga : Menlu RI Bertemu Menlu Rusia, Bahas Pengadaan Vaksin Covid-19

Pertempuran antara tentara dan milisi yang baru terbentuk di beberapa daerah telah membuat puluhan ribu orang mengungsi.

Meskipun pemimpin junta Min Aung Hlaing menyetujui rencana perdamaian ASEAN yang dicapai pada bulan April, militer tidak menunjukkan niat untuk menindaklanjutinya dan justru mengulangi rencananya sendiri yang sama sekali berbeda untuk memulihkan ketertiban dan demokrasi.

ASEAN telah berupaya menyerukan dialog antara semua pihak, penunjukan utusan khusus, akses kemanusiaan yang lebih besar dan diakhirinya kekerasan.

Meskipun telah menyatakan keprihatinan tentang kekerasan di Myanmar, Rusia, pemasok utama senjata dan pelatihan militernya, adalah salah satu dari sedikit negara yang telah mengakui junta dan telah mengirim pejabat tinggi ke negara itu untuk bertemu para jenderal.

Rusia bulan lalu menyambut Min Aung Hlaing dan delegasi militer untuk kunjungan panjang ke Moskow, di mana ia memberikan banyak pidato dan wawancara media dan dianugerahi gelar profesor kehormatan. (CNA/OL-7)

Baca Juga

AFP.

Iran Minta Saudi Bebaskan Warganya yang Ditangkap saat Haji

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 20:00 WIB
Iran pada Jumat (5/8) meminta Arab Saudi membebaskan salah satu warga negaranya yang ditangkap selama...
AFP/Manuel Balce Ceneta.

Ketua Uni Afrika Kutuk Serangan Israel di Gaza

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 19:25 WIB
Ketua Komisi Uni Afrika pada Minggu (7/8) mengutuk serangan-serangan udara Israel di Jalur Gaza ketika kekerasan meningkat di wilayah yang...
Antara/Mahmud Hams.

Reaksi Beragam terhadap Pertikaian Mematikan Israel-Gaza

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 18:05 WIB
Gejolak mematikan terbaru antara militer Israel dan militan Palestina di Gaza menarik reaksi beragam dari masyarakat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya