Senin 28 Juni 2021, 07:50 WIB

Kekerasan di Myanmar Meningkat Muncul Milisi Hadapi Militer

Nur Aivanni | Internasional
Kekerasan di Myanmar Meningkat Muncul Milisi Hadapi Militer

AFP
Kekerasan di Myanmar makin meningkat memunculkan milisi pertahankan diri dari masyarakat menghadapi militer.

 

KEKERASAN di Myanmar pasca-kudeta telah meningkat ketika pasukan "pertahanan diri" anti-junta maju untuk menghadapi militer.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta pada Februari yang menggulingkan pemerintah Aung San Suu Kyi, dengan lebih dari 880 orang tewas dalam tindakan keras junta terhadap perbedaan pendapat, menurut kelompok pemantau lokal.

Di beberapa daerah, penduduk setempat - yang sering menggunakan senapan berburu atau senjata yang diproduksi di pabrik hutan darurat - telah membentuk "pasukan pertahanan" untuk melawan.

Sebagai tanggapannya, militer telah menggunakan helikopter dan artileri, termasuk melawan kelompok-kelompok di negara bagian Chin dan di sepanjang perbatasan timur dengan Thailand.

"Menghadapi pemberontakan bersenjata, Tatmadaw (militer Myanmar) dapat diperkirakan akan melepaskan kekuatan militernya terhadap warga sipil," kata International Crisis Group (ICG), Senin (28/6).

Bentrokan telah terjadi di daerah-daerah yang tidak mengalami konflik selama beberapa dekade, yang memaksa lembaga-lembaga kemanusiaan berlomba untuk mendirikan operasi baru dan jalur pasokan, kata ICG.

Pekan lalu, PBB mengatakan bahwa ada 230.000 orang yang diperkirakan telah mengungsi akibat pertempuran dan ketidakamanan sejauh ini.

Kelompok-kelompok pertahanan diri menambah kondisi bergejolak di negara di Asia Tenggara itu, di mana lebih dari 20 kelompok pemberontak etnis sudah berada dalam berbagai tahap konflik dengan negara sebelum kudeta.

"Ketika ekonomi runtuh, milisi baru mungkin mencari sumber pendapatan di luar sumbangan komunitas ad hoc yang sejauh ini menopang mereka," kata ICG memperingatkan.

Juga, tambahnya, tidak mungkin Pemerintah Persatuan Nasional -- yang sebagian besar terdiri dari anggota parlemen dari pemerintahan terguling Suu Kyi -- akan mampu membawa mereka di bawah kendalinya.

Bentrokan yang melibatkan milisi sipil dan militer sebagian besar terbatas di daerah pedesaan. Namun pekan lalu, sedikitnya enam orang tewas dalam baku tembak antara pasukan keamanan dan kelompok pertahanan diri di kota kedua negara itu, Mandalay. (AFP/OL-13)

Baca Juga: Pemerintah Malaysia Perpanjang Lockdown

Baca Juga

AFP/Daniel ROLAND

Lepaskan Tembakan di Kampus, Mahasiswa Jerman Tewaskan Satu Orang dan Lukai 3 Lainnya

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 25 Januari 2022, 06:05 WIB
Aksi penembakan itu terjadi saat kulian kimia organik bagi mahasiswa ilmu biologi, mata kuliah yang juga diambil oleh...
AFP/Adrian DENNIS

Boris Johnson Gelar Pesta Ulang Tahun di Tengah Lockdown

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 25 Januari 2022, 04:18 WIB
ITV melaporkan tunangan Johnson, Carrie Symonds, yang kini telah berstatus istri, menggelar pesta ulang tahun ke-56 bagi PM Inggris itu...
Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden

Bertemu PM Singapura di Bintan, Presiden akan Bahasa Sejumlah Isu Strategis 

👤Andhka Prasetyo 🕔Senin 24 Januari 2022, 21:44 WIB
"Presiden Jokowi dan PM Lee Hsien Loong juga menyaksikan penandatanganan dan pertukaran sejumlah nota...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya