Selasa 08 Juni 2021, 21:00 WIB

Polisi AS kini Dilengkapi Kamera Tubuh untuk Penggeledahan

Mediaindonesia.com | Internasional
Polisi AS kini Dilengkapi Kamera Tubuh untuk Penggeledahan

sciencemag.org
Ilustrasi

 

Para petugas penegak hukum Amerika Serikat akan diminta untuk memakai kamera tubuh ketika menjalani surat perintah penggeledahan dan penangkapan, kata Departemen Kehakiman pada Senin (7/6).

Dengan penerapan penggunaan kamera tubuh itu, departemen kehakiman menambahkan satu langkah akuntabilitas yang diperlukan dari banyak departemen kepolisian negara bagian dan lokal di AS.

Para agen federal sebelumnya dilarang memakai kamera, sebuah kebijakan yang terkadang menciptakan ketegangan selama operasi gabungan dengan polisi negara bagian dan lokal.

Arahan baru untuk penggunaan kamera tubuh itu, yang diumumkan oleh Wakil Jaksa Agung Lisa Monaco, dibuat ketika pemerintahan Presiden Joe Biden menunjukkan simpati kepada para korban kebrutalan polisi dalam beberapa kasus, seperti pembunuhan George Floyd saat dalam proses penahanan oleh polisi Minneapolis setahun lalu. Kasus itu telah memicu aksi protes jalanan di seluruh negara bagian AS.

Para petugas dari FBI, US Marshals Service, Administrasi Penegakan Hukum untuk Kejahatan Narkoba serta Biro Pengendali Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak akan diminta untuk memakai kamera dan mengaktifkannya saat memberikan surat perintah penangkapan, saat melaksanakan surat perintah penggeledahan, atau selama pra-operasi yang direncanakan.

Monaco memerintahkan para kepala layanan penegakan hukum tersebut untuk menyerahkan kebijakan penggunaan kamera tubuh untuk ditinjau dalam waktu 30 hari, termasuk rencana untuk tahap implementasi.

Dia juga meminta agar para agen federal mengetahui kebijakan yang diterapkan pada Oktober 2020 itu yang mengizinkan polisi negara bagian dan lokal untuk memakai kamera tubuh saat bertugas dalam operasi gabungan dengan agen federal.

Sebelumnya, polisi negara bagian dan lokal di AS diminta untuk mematikan kamera mereka saat bekerja dalam operasi gabungan dengan rekan-rekan federal mereka, bahkan ketika kebijakan mereka sendiri mengharuskan penggunaan kamera.

Selain itu, para jaksa federal diperintahkan untuk merancang program pelatihan untuk membantu membuat rekaman dari kamera tubuh diterima sebagai bukti di pengadilan.

Dalam memorandumnya yang mengumumkan kebijakan baru itu, Monaco mengutip pentingnya "transparansi dan akuntabilitas."

"Saya yakin bahwa kebijakan ini akan terus menimbulkan kepercayaan dan keyakinan rakyat Amerika terhadap pelayanan Departemen Kehakiman," kata Monaco. (Ant/OL-12)

Baca Juga

brookings.edu

Tiongkok Minta Hentikan Membesar-Besarkan "Teori Ancaman Tiongkok"

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 15 Juni 2021, 18:00 WIB
Presiden AS yang baru telah mendesak sesama pemimpin NATO untuk menentang otoritarianisme...
AFP/Ian Willms.

Sopir Truk Tabrak Keluarga Muslim Kanada Didakwa Teroris

👤Lidya Tannia Bangguna 🕔Selasa 15 Juni 2021, 17:43 WIB
Perdana Menteri Justin Trudeau mengategorikan serangan ini sebagai tindakan...
AFP/STR.

Utusan Myanmar untuk PBB Inginkan Langkah Efektif Antijunta

👤Lidya Tannia Bangguna 🕔Selasa 15 Juni 2021, 17:36 WIB
Ia pun telah diturunkan jabatannya oleh junta, tetapi ia menolak hal...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pengelola Nakal di Hunian Vertikal

TREN masyarakat tinggal di hunian vertikal terus meningkat dalam lima tahun belakangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya