Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa negara-negara kaya perlu memberikan lebih banyak vaksin COVID-19 dan mengikuti langkah Amerika Serikat (AS) dalam menyediakan dosis segera untuk menutupi kesenjangan 200 juta dosis yang disebabkan gangguan pasokan India dan penundaan produksi.
Menyuarakan "pemulihan dua jalur", WHO mendesak negara-negara kaya untuk menyumbangkan kelebihan dosis mereka ke negara-negara miskin alih-alih memberikannya kepada kelompok yang kurang rentan, seperti anak-anak. Sejauh ini mereka telah menyumbangkan 150 juta dosis melalui skema berbagi vaksin global COVAX.
Namun, penasihat senior WHO Bruce Aylward mengatakan pada Jumat bahwa hanya sebagian kecil dari dosis tersebut akan tersedia dalam jangka pendek pada Juni, Juli, dan Agustus ketika mereka dapat membuat perbedaan dalam memperlambat laju infeksi dalam pandemi global.
"Kita akan membutuhkan (vaksin) dua kali lipat lebih banyak dan itu harus diajukan," kata dia, mengacu pada ukuran sumbangan negara kaya sejauh para menteri kesehatan G7 bertemu di Oxford.
"Kami tidak memiliki cukup dosis yang dikonfirmasi dari negara-negara yang awalnya memiliki cukup dosis vaksin untuk membuat dunia keluar dari (pandemi) ini. Kami bersiap untuk kegagalan jika kami tidak mendapatkan dosis awal."
Aylward memuji rencana AS yang diumumkan pada Kamis (3/6) untuk segera membagikan 25 juta dosis dan mendorong negara-negara kaya lainnya untuk mengikutinya.
Dia memperkirakan bahwa gangguan ekspor vaksin dari India dan keterlambatan dalam mendapatkan vaksin lain secara daring berarti bahwa skema COVAX memiliki kesenjangan sekitar 200 juta dosis.
Serum Institute India telah mengalihkan pasokan AstraZeneca ke pasar domestik di tengah gelombang kedua COVID-19 yang menghancurkan di negara itu, dan diperkirakan akan mencabut pembatasan tersebut pada kuartal keempat ketika produk lain yang diperuntukkan bagi COVAX juga akan dirilis secara daring. "Semua itu akan tiba pada waktu yang sama," kata Aylward.
Bahkan setelah pertemuan puncak minggu ini yang mendapatkan janji tambahan US$2,4 miliar (sekitar Rp34,4 triliun), kesenjangan pendanaan hampir (sekira Rp242,6 triliun) untuk Access to Covid-19 Tools (ACT) Accelerator WHO untuk mendukung vaksin, perawatan, dan diagnostik COVID-19 tetap ada, kata dia. (Ant/OL-12)
Berikut adalah analisis mendalam mengenai perbedaan Virus Nipah dan COVID-19 berdasarkan data medis dan epidemiologi terkini.
Virus Nipah adalah virus RNA yang termasuk dalam genus Henipavirus dari famili Paramyxoviridae.
WABAH virus Nipah di negara bagian India menyebabkan kewaspadaan kesehatan di sejumlah negara., ini cara mengurangi risiko tertular virus nipah
Bandara-bandara di beberapa wilayah Asia mulai memperketat pengawasan kesehatan dan pemeriksaan perjalanan setelah wabah virus Nipah di negara bagian India. Thailand, Nepal, dan Taiwan
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Meski secara teknis lapangan tidak jauh berbeda dengan turnamen lain, ia berharap kondisi lingkungan pertandingan lebih optimal saat laga dimulai.
Cacar api bisa muncul saat imun menurun, terutama usia 50+. Ketahui waktu tepat vaksin herpes zoster (Shingrix), dosis, manfaat, dan siapa yang perlu konsultasi.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Kanker serviks saat ini merupakan penyakit penyebab kematian nomor 2 di Indonesia.
Pneumonia merupalan penyebab utama kematian pada balita, yang menurunkan fungsi alveolus pada paru-paru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved