Kamis 27 Mei 2021, 08:07 WIB

Biden: Covid-19 Diduga Dari Kecelakaan Laboratorium Tiongkok

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Biden: Covid-19 Diduga Dari Kecelakaan Laboratorium Tiongkok

AFP/Nicholas Kamm
Presiden AS Joe Biden menyebukan badan intelijen AS sedang mengejar teori Covid-19 berasal dari kecelakaan laboratorium di Tiongkok.

 

PRESIDEN AS  Joe Biden memerintahkan bawahannya untuk menentukan asal-usul virus penyebab covid-19. Dia mengatakan bahwa badan intelijen AS sedang mengejar teori saingan yang berpotensi termasuk kemungkinan kecelakaan laboratorium di Tiongkok.

"Badan-badan intelijen sedang mempertimbangkan dua skenario yang memungkinkan, tetapi masih kurang percaya diri terhadap kesimpulan mereka dan dengan hangat memperdebatkan mana yang lebih mungkin,” kata Biden.

Kesimpulan tersebut dirinci dalam sebuah laporan kepada Biden, yang meminta timnya pada Maret untuk merinci apakah novel coronavirus muncul dari kontak manusia dengan hewan yang terinfeksi atau dari kecelakaan laboratorium, menurut pernyataan tertulis presiden.

Pengungkapan publik Biden yang tidak biasa tentang penilaian intelijen AS yang bersifat pribadi dan tidak meyakinkan mengungkapkan perdebatan yang berkecamuk dalam pemerintahannya tentang dari mana virus korona baru berasal.

Ini juga memberikan kepercayaan pada teori bahwa virus mungkin muncul dari laboratorium penelitian Tiongkok, bukan dari alam.

Pandemi telah menewaskan lebih dari tiga juta orang di seluruh dunia. Asal-usul virus masih diperdebatkan di antara para ahli. Kasus pertama yang diketahui muncul di kota Wuhan di Tiongkok tengah pada Desember 2019.

Dalam sebuah laporan yang dikeluarkan pada bulan Maret dan ditulis bersama dengan para ilmuwan Tiongkok, tim yang dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menghabiskan empat minggu di dan sekitar Wuhan pada bulan Januari dan Februari mengatakan bahwa virus tersebut mungkin telah ditularkan dari kelelawar ke manusia melalui hewan lain dan bahwa penyebaran melalui insiden laboratorium dianggap sebagai jalur yang sangat tidak mungkin.

Rasa frustrasi Washington telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir atas apa yang dipandangnya sebagai kerja sama yang tidak memadai dari Tiongkok dalam penyelidikan internasional.

"Saya sekarang telah meminta Komunitas Intelijen untuk melipatgandakan upaya mereka untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang dapat membawa kita lebih dekat ke kesimpulan yang pasti, dan untuk melaporkan kembali kepada saya dalam 90 hari," ujar Biden.

"Sebagai bagian dari laporan itu, saya telah meminta area penyelidikan lebih lanjut yang mungkin diperlukan, termasuk pertanyaan khusus untuk Tiongkok.” Imbuhnya.

Badan-badan AS telah mengejar asal-usul covid-19 sejak pemerintah pertama kali mengenali virus itu sebagai risiko kesehatan yang serius pada awal 2020.

Awal pekan ini, sumber-sumber pemerintah AS mengatakan laporan intelijen AS yang masih dirahasiakan beredar selama pemerintahan mantan presiden Donald Trump menuduh bahwa tiga peneliti di Institut Virologi Wuhan Tiongkok jatuh sangat sakit pada November 2019 sehingga mereka mencari perawatan di rumah sakit.

Sumber intelijen awal ini atau seberapa andal penilaian lembaga AS itu tidak diketahui. Masih belum jelas apakah peneliti yang terkena dirawat di rumah sakit atau apa gejala mereka, menurut salah satu sumber.

Komite intelijen dari Senat AS dan Dewan Perwakilan Rakyat sedang menyelidiki bagaimana badan-badan AS telah melaporkan dan mengumpulkan informasi tentang asal covid-19, bagaimana penyebarannya, dan bagaimana pemerintah menanggapinya.

Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh komite intelijen DPR dari Partai Republik awal bulan ini berfokus terutama pada Institut Virologi Wuhan.

Laporan Partai Republik menegaskan bahwa bukti tidak langsung yang signifikan menimbulkan kekhawatiran serius bahwa wabah covid-19 mungkin merupakan kebocoran dari institut tersebut, menyarankan laboratorium Wuhan terlibat dalam penelitian senjata biologis, dan bahwa Beijing telah berusaha untuk menutupi asal virus.

Washington telah meminta WHO untuk membuka penyelidikan tahap kedua tentang asal covid-19.

Pada hari Rabu di Jenewa, direktur darurat WHO Mike Ryan mengatakan mereka berharap dapat memberikan pembaruan tentang langkah-langkah yang mereka usulkan selanjutnya dalam beberapa minggu mendatang.

Delegasi Tiongkok untuk WHO pada hari Selasa mengatakan mereka menyerukan semua pihak untuk mengadopsi sikap terbuka dan transparan guna bekerja sama dengan upaya WHO untuk melacak asal virus. (Aiw/Straitstimes/OL-13)

Baca Juga: Lebih dari 150 Orang Hilang akibat Kapal Tenggelam di Nigeria

Baca Juga

Alexey DRUZHININ / SPUTNIK / AFP

Presiden Jokowi akan Bertemu Zelensky dan Putin, HMI: Langkah Sangat Tepat

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 22:22 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan bertemu dengan dua pemimpin negara yang sedang berperang, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan...
AFP

Hadapi Krisis Global, PBB Siapkan Dana Rp311 Miliar

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 18:22 WIB
Di tengah ancaman krisis pangan hingga keuangan, 70 negara telah mengajukan proposal bantuan kepada PBB, dengan 69 negara di antaranya...
Eva Marie UZCATEGUI / AFP

NASA tunjuk 3 Perusahaan untuk Desain Sistem Tenaga Nuklir di Bulan

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 15:00 WIB
Ketiga perusahaan tersebut antara lain Lockheed Martin dari Maryland, Westinghouse dari Cranberry Township, Pennsylvania serta IX dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya