Rabu 26 Mei 2021, 13:22 WIB

Oxfam Desak Biden Normalisasi Hubungan dengan Kuba

Henry Hokianto | Internasional
Oxfam Desak Biden Normalisasi Hubungan dengan Kuba

AFP/Ariel Ley.
Raul Castro.

 

BADAN amal global Oxfam pada Selasa (25/5) mendesak Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk menormalisasikan hubungannya dengan Kuba dan mencabut sanksi di saat negara komunis tersebut tengah berjuang melawan krisis ekonomi terburuknya dalam 30 tahun terakhir. Diungkapkan dari laporan berjudul Right to Live Without a Blockade bahwa enam dekade yang lalu Amerika Serikat pernah memberikan sanksi terhadap Kuba yang menjadi hambatan berat bagi pembangunan penduduk Kuba.

"Hari ini, dalam menghadapi krisis kesehatan, Oxfam berpendapat bahwa perubahan terhadap kebijakan tersebut menjadi lebih mendesak," kata Direktur Oxfam Kuba Elena Gentili kepada wartawan di Havana. Sanksi dari Amerika Serikat telah ditetapkan semenjak 1962.

Hubungan antara Amerika Serikat dan Kuba telah menurun sejak Donald Trump memperkuat langkah-langkah tersebut. Akibat hal tersebut bersamaan dengan pandemi covid-19 perekonomian Kuba menurun hingga 11% pada 2020 dan menjadikannya krisis ekonomi terburuk sejak 1993. Dalam pidato terakhirnya sebelum mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Komunis, Raul Castro menyatakan, "Kesediaan untuk melakukan dialog yang saling menghormati dan membangun hubungan baru dengan Amerika Serikat."

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan bahwa pada saat itu Amerika Serikat belum memiliki rencana lebih lanjut terkait perubahan kebijakan terhadap Kuba yang akan terus berfokus pada dukungan untuk demokrasi dan hak asasi manusia. Pada Selasa lalu, Oxfam mendesak Biden mengambil tindakan secepat mungkin untuk menormalisasikan hubungan dengan Kuba.

Di bawah kepemimpinan Trump, Gentili berkata bahwa Amerika Serikat telah menjatuhkan lebih dari 240 sanksi, 55 di antaranya diterapkan selama pandemi global. Kuba berkata bahwa langkah yang diambil Trump telah menghabiskan biaya sekitar US$20 miliar.

 

Minggu lalu, Havana berkata menyesal bahwa Biden tidak bergeming satu milimeter pun pada kebijakan Amerika Serikat terhadap Kuba sejak tiba di Gedung Putih. Padahal saat kampanye, Biden berjanji untuk mengembalikan beberapa kebijakan dari Presiden Obama demi normalisasi hubungan. (OL-14)

Baca Juga

AFP/Jack Guez.

Menhan Israel akan Bahas Spyware Pegasus dengan Prancis

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Juli 2021, 18:05 WIB
Ada sejumlah topik yang akan dibahas, seperti krisis di Libanon, negosiasi nuklir dengan Iran, dan malware Pegasus yang dibuat oleh...
STR / AFP

Junta Myanmar Batalkan Hasil Pemilu yang Menangkan Partai Suu Kyi

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 27 Juli 2021, 16:10 WIB
Investigasi telah mengungkap lebih dari 11 juta kasus kecurangan dalam pemilihan di mana Liga Nasional untuk Demokrasi pimpinan Suu Kyi...
AFP/Saeed Khan.

Varian Delta Terkendali, Melbourne akan Cabut Lockdown

👤 Nur Aivanni 🕔Selasa 27 Juli 2021, 13:17 WIB
Setidaknya selama dua minggu, masyarakat tidak dapat mengundang tamu ke rumah mereka dan jumlah orang dalam pertemuan di luar ruangan akan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Saling Jaga dari Serangan Virus

PANDEMI covid-19 telah berdampak besar bagi warga, terutama bagi mereka yang memiliki penghasilan harian, seperti ojek daring, buruh harian, dan pekerja lepas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya