Sabtu 15 Mei 2021, 00:43 WIB

Inggris Lakukan Adaptasi di Lokasi Kemunculan Virus Varian India

Mediaindonesia.com | Internasional
Inggris Lakukan Adaptasi di Lokasi Kemunculan Virus Varian India

pink.pharmaintelligence.informa.com
Ilustrasi

 

Inggris akan melakukan adaptasi pada program vaksinasi guna melindungi masyarakatnya dengan lebih cepat di area-area tempat kemunculan virus korona varian India, kata menteri urusan vaksin, Jumat (14/5).

Inggris merupakan salah salah satu negara di dunia yang paling cepat menjalankan program inokulasi.

Negara itu sejauh ini telah memberikan suntikan pertama bagi hampir 70 persen dari populasi dewasa dan suntikan kedua bagi 36 persen populasi dewasa.

Pencapaian itu telah membantu Inggris mengurangi laju infeksi dan kematian.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, Perdana Menteri Boris Johnson telah menetapkan langkah untuk mengeluarkan Inggris dari penguncian, yang berikutnya direncanakan untuk diterapkan minggu depan.

Meski demikian, dia telah memperingatkan bahwa varian baru, seperti B.1.617.2 yang ditemukan di India, dapat menggagalkan rencana itu.

Badan pemerintah Inggris urusan kesehatan masyarakat PHE mengatakan pada Kamis (13/5) bahwa jumlah total kasus varian baru yang dikonfirmasi telah mencapai lebih dari dua kali lipat dalam seminggu terakhir menjadi 1.313 kasus di seluruh Inggris.

Menteri urusan vaksin Nadhim Zahawi mengatakan bahwa, di daerah tempat varian baru korona muncul, pemerintah akan meningkatkan pengujian.

Di daerah seperti itu, semua penduduk di diminta untuk melakukan tes PCR mengingat varian virus yang beredar di masyarakat. Pihak berwenang berusaha menilai seberapa luas penyebaran yang telah terjadi.

Dia mengatakan vaksin juga dapat ditawarkan kepada orang-orang yang lebih muda jika mereka tinggal di rumah dengan penghuni yang multigenerasi.

Suntikan vaksin saat ini tersedia untuk semua orang yang berusia di atas 38 tahun.

Selain itu, perencanaan yang telah diubah dapat mempersempit jarak antara waktu seseorang menerima dosis pertama dan kedua dari suntikan Pfizer. "Kami akan melakukan apa pun dalam program vaksinasi ... untuk memberikan perlindungan tambahan yang ditingkatkan," kata Zahawi kepada saluran televisi BBC.

Varian virus korona yang sangat mudah menular dan pertama kali terdeteksi di India kini telah muncul di negara-negara di seluruh dunia.

Zahawi mengatakan ada kekhawatiran tentang keberadaan varian di beberapa bagian Inggris utara dan London, tetapi tidak ada bukti bahwa varian itu berdampak lebih parah pada orang atau tidak dapat ditangkal oleh vaksin. (Ant/OL-12)

Baca Juga

AFP/Handout / various sources

Hadiri Konferensi Keamanan, Pemimpin Junta Myanmar Tiba di Moskow

👤Nur Aivanni 🕔Senin 21 Juni 2021, 07:14 WIB
Pemimpin Junta Min Aung Hlaing meninggalkan ibu kota Naypyidaw, Minggu (20/6), dengan penerbangan khusus untuk menghadiri Konferensi...
DAVID GRAY / AFP

Wabah Covid-19 Varian Delta Hantui Australia

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 20 Juni 2021, 23:00 WIB
Kasus di Queensland tersebut muncul kala kluster varian Delta yang sangat menular telah bertambah sebanyak dua...
AFP/Atta Kenare.

Hizbullah Libanon Nilai Ebrahim Raisi sebagai Perisai Lawan Israel

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 20 Juni 2021, 17:36 WIB
Erdogan mengatakan dia yakin kerja sama antara kedua negara akan semakin diperkuat dan dia siap bekerja sama dengan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jangan Gagap Lindungi Nasabah di Era Digital

ERA pandemi covid-19 berdampak pada berpindahnya aktivitas masyarakat di area digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya