Rabu 05 Mei 2021, 14:47 WIB

Atasi Tsunami Covid-19, Bank Sentral India Kucurkan Pinjaman Murah

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Atasi Tsunami Covid-19, Bank Sentral India Kucurkan Pinjaman Murah

AFP
Logo Bank Sentral India yang disertai dengan Bendera Kebangsaan India.

 

BANK Sentral India (Reserve Bank of India/RBI) mengucurkan pembiayaan murah sebesar US$6,7 miliar untuk mengatasi pandemi covid-19. Termasuk, pembuat vaksin, kebutuhan rumah sakit dan perusahaan medis.

Gubernur Bank Sentral India Shaktikanta Das menyebut pinjaman murah tersedia hingga 31 Maret 2021. Pihaknya berjanji untuk menerapkan upaya luar biasa, jika krisis akibat covid-19 semakin memburuk.

Kebijakan RBI muncul saat India melaporkan rekor kasus kematian baru sebanyak 3.780 orang dan 382.000 kasus covid-19 baru dalam 24 jam terakhir. "Kecepatan virus menyerang berbagai daerah di India. Harus diatasi dengan tindakan yang cepat dan luas," tutur Das, Rabu (5/5).

Baca juga: Pemimpin Oposisi India Serukan Lockdown Nasional

Dengan banyaknya rumah sakit yang kekurangan stok oksigen, tempat tidur dan persediaan vaksin covid-19, lajut dia, diperlukan terobosan untuk meningkatkan akses terhadap perawatan medis darurat selama pandemi. RBI juga akan memberikan bpinjaman murah kepada rumah sakit, produsen oksigen, hingga pasien covid-19.

“Tujuan langsungnya adalah menjaga keberlangsungan hidup manusia. Serta, memulihkan mata pencaharian masyarakat melalui segala cara,” imbuhnya.

Sistem perawatan kesehatan India yang kekurangan dana, harus berjuang untuk mengatasi gelombang covid-19 terbaru. Apalagi, banyak laporan pasien covid-19 yang meninggal di tempat parkir rumah sakit dan kekurangan oksigen.

Baca juga: Kasus Covid-19 di India Melonjak, Bantuan Oksigen Berdatangan

India berupaya bangkit kembali setelah penguncian wilayah ketat selama berbulan-bulan. Kebijakan itu menyebabkan pasar tenaga kerja runtuh dan ekonomi mengalami kontraksi tajam. Negara dengan ekonomi terbesar ketiga di Asia itu tengah mengalami pelambatan berkepanjangan, bahkan sebelum pandemi covid-19.

Khawatir akan terulangnya kehancuran ekonomi pada tahun lalu, otoritas berwenang telah memberlakukan pembatasan terbatas. Dalam hal ini, otoritas berusaha untuk mencapai keseimbangan antara menjaga perekonomian dan menekan laju penyebaran covid-19.(France24/OL-11)
 

 

Baca Juga

dok/DPR RI

JAMMI Apresiasi Sikap Tegas DPR RI Kecam Penyerangan Israel

👤Media Indonesia 🕔Minggu 16 Mei 2021, 21:30 WIB
Ketua DPR RI, Puan Maharani mengecam keras serangan Israel kepada warga sipil Palestina di Jalur Gaza. Ia mengajak semua pihak menyerukan...
Antara/Dhemas Reviyanto

Menlu Ajak Anggota OKI Bersatu Hentikan Agresi Israel di Palestina

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 16 Mei 2021, 19:08 WIB
“Indonesia mengecam keras semua tindakan yang dilakukan oleh Israel. Yang lebih melukai lagi, tindakan tersebut dilakukan di bulan...
AFP Graphics

Gencatan Senjata Berakhir, Konflik Taliban-Afghanistan Berlanjut

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 16 Mei 2021, 19:00 WIB
"Pertempuran dimulai awal hari ini dan masih berlangsung," kata kepala dewan provinsi Helmand Attaullah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Optimalkan Potensi Zakat, Ekonomi Bergerak

Berdasarkan data outlook zakat Indonesia pada 2021 yang dipublikasikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), potensi zakat Indonesia mencapai Rp327,6 triliun.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya