Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
ASTRONAUT Michael Collins, pilot modul komando Apollo 11 yang tidak ikut ketika dua rekannya menjadi orang pertama yang berjalan di Bulan, Rabu (28/4), meninggal dunia setelah lama berjuang melawan kanker.
Dijuluki 'Pria paling kesepian sepanjang sejarah' karena harus menunggu dalam modul komando ketika rekan-rekannya berjalan di permukaan Bulan, nama Collins tidak seterkenal Neil Amrstrong dan Buzz Aldrin.
Namun, dia dipuji karena pengabdiannya mempromosikan eksplorasi luar angkasa.
Baca juga : Astronot Apollo, Thomas K. Mattingly, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun
Dalam wawancara pada 2009 dengan NASA, dia menyebut raihan bersejarah timnya terjadi karena keberuntungan dan astronaut tidak layak dipuji sebagai pahlawan.
Trio astronaut Apollo 11 dari kiri ke kanan Neil Armstrong, Michael Collins, dan Buzz Aldrin (AFP/HO /NASA)
"Mike selalu menghadapi tantangan hidup dengan anggun dan penuh kerendahan hati. Dia menghadapi tantangan terakhir dalam hidupnya ini juga seperti itu," ujar keluarga Collins lewat Twitter.
Baca juga : AS Bersiap untuk Meluncurkan Misi Bulan Baru pada Hari Valentine
Rekan Collins di Apollo 11, Aldrin, menulis di Twitter, "Dear Mike, dimana pun Anda berada atau akan berada, Anda akan selalu menjadi semangat yang mengantar kami ke ketinggian baru dan ke masa depan. Kami sangat kehilanganmu. Beristirahatlah dalam damai."
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan meski Collins tidak mendapatkan kemewahan yang sama, dia tetapkan rekan yang sejajar dan menjadi pengingat AS mengenai pentingnya berkolaborasi untuk mencapai tujuan yang lebih besar.
Lahir di Roma pada 1930 saat ayahnya bertugas menjadi atase militer di ibu kota Italia itu, Collins kemudian menjadi pilot pesawat tempur dan pesawat uji coba di Angkatan Udara AS.
Baca juga : Pendarat Bulan Peregrine Terancam Gagal, Kini Arahnya Menuju Bumi
Dia kemudian melamar ke NASA karena terinspirasi oleh John Glenn, warga AS pertama yang mencapai orbit Bumi. Dia terpilih sebagai astronaut pada 1963.
Penerbangan luar angkasa pertama Collins adalah dalam misi Gemini 10. Kala itu dia memecahkan rekor dengan melakukan dua kali spacewalk.
Collins paling dikenal sebagai anggota misi Apollo 11 pada 20 Juli 1969 ketika rekan setimnya, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin, menjadi manusia pertama yang menapakkan kaki di Bulan. (AFP/OL-1)
Para astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional telah menguji dua teknologi baru guna meningkatkan kemampuan medis di luar angkasa dan mengurangi ketergantungan pada dukungan dari Bumi.
Eksperimen luar angkasa yang dilakukan oleh NASA melalui misi Double Asteroid Redirection Test (DART) menghasilkan temuan penting.
Menurut laporan NASA, asteroid tersebut pertama kali terdeteksi pada 8 Maret 2026. Meski terbilang kecil, pergerakannya tetap dipantau karena lintasannya membawa objek itu melintas
Eksperimen tersebut mendorong asteroid Dimorphos, yang merupakan bulan kecil, ke jalur yang lebih pendek dan lebih cepat mengelilingi saudaranya
James Webb Space Telescope (JWST) berhasil menangkap detail menakjubkan nebula PMR 1 yang menyerupai otak dalam tengkorak. Simak kecanggihan teknologinya.
Dalam misi ini, wahana antariksa Cygnus XL milik Northrop Grumman akan diangkut menggunakan roket Falcon 9 dari SpaceX melalui Space Launch Complex 40 di Cape Canaveral, Florida.
NASA izinkan astronaut bawa iPhone ke Bulan dalam misi Artemis 2026. Simak aturan berat, tantangan radiasi, dan suhu ekstrem di permukaan lunar.
Sebuah penelitian terbaru yang dimuat dalam jurnal ilmiah dan dilansir oleh laman PsyPost mengungkap bahwa misi luar angkasa tidak hanya berdampak pada otot dan tulang manusia
Masalah kesehatan itu terungkap ketika NASA menunda rencana spacewalk yang tadinya akan dilakukan oleh Cardman dan Fincke karena adanya kekhawatiran medis.
Astronaut Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) mengabadikan fenomena langka lunar halo di atas Samudra Hindia. Cincin cahaya di sekitar Bulan ini terlihat lebih jelas dari orbit Bumi.
Melalui proyek baru yang diberi nama HOBI-WAN, ESA tengah menguji kemungkinan memanfaatkan senyawa yang terdapat dalam urine sebagai bahan dasar pembuatan protein untuk pangan antariksa.
Peneliti NASA dan ESA memetakan bagaimana ruang angkasa memengaruhi sistem imun manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved