Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Empat astronot dalam misi Artemis II membagikan potret bumi dari luar angkasa yang langsung menarik perhatian publik. Mereka adalah Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen.
Foto-foto ini diambil saat pesawat melaju menjauh dari orbit bumi menuju jalur lintasan bulan. Dari jarak tersebut, bumi terlihat sebagai bola biru cerah dengan lapisan awan putih yang kontras dengan gelapnya ruang angkasa.
“Percayalah, Anda terlihat luar biasa. Anda terlihat cantik,” kata Glover dalam sebuah wawancara NASA TV
“Dari sini Anda juga terlihat seperti satu hal, homo sapiens, seperti kita semua, tidak peduli dari mana Anda berasal atau seperti apa penampilan Anda, kita semua adalah satu bangsa.” Dari perspektif orbit, warna laut terlihat lebih dalam, awan tampak seperti pola hidup, dan batas-batas geografis praktis tidak terlihat.
Pengambilan gambar dilakukan menggunakan berbagai perangkat, termasuk di antaranya adalah kamera aksi GoPro kecil dan iPhone, serta kamera Nikon profesional yang telah digunakan oleh astronot NASA di Stasiun Luar Angkasa Internasional selama bertahun-tahun.
Keputusan untuk melengkapi kru dengan iPhone dibuat di bawah kepemimpinan Administrator NASA Jared Isaacman, seorang astronot miliarder yang terbang dalam dua misi SpaceX Dragon swasta dan menggunakan perangkat tersebut selama penerbangannya sendiri. Tujuannya bukan hanya dokumentasi, tapi juga memberi gambaran nyata kepada publik tentang seperti apa planet ini jika dilihat dari luar.
Pengalaman melihat bumi dari luar angkasa sering memicu apa yang dikenal sebagai overview effect, yaitu perubahan cara pandang terhadap kehidupan dan planet itu sendiri. Banyak astronot melaporkan rasa takjub, kesadaran akan kecilnya bumi, dan pentingnya menjaga lingkungan.
Fenomena ini bukan hal baru, setiap generasi astronot yang mengalami hal ini hampir selalu memberikan respons serupa dengan kagum, reflektif, dan lebih sadar akan keterhubungan manusia.
Momen ini mengingatkan pada foto legendaris Earthrise yang diambil oleh William Anders dalam misi Apollo 8. Saat itu, dunia untuk pertama kalinya melihat bumi muncul dari balik horizon bulan.
Kini, lebih dari lima dekade kemudian, teknologi memang sudah jauh berkembang, foto-foto terbaru dari Artemis II menunjukkan bahwa meskipun manusia semakin maju dalam eksplorasi ruang angkasa, cara kita memandang bumi tidak banyak berubah.
Yang menarik, gambar-gambar ini tidak hanya soal estetika. Mereka juga memperkuat pesan ilmiah bahwa bumi adalah sistem yang rapuh dan saling terhubung. Tidak ada garis batas negara, tidak ada pembeda, yang terlihat hanya satu planet yang menopang seluruh kehidupan. Singkatnya, potret dari orbit ini bukan cuma indah. Ia mengingatkan hal bahwa bumi itu satu-satunya rumah yang kita punya. (NASA/E-3)
Misi Artemis 2 NASA kirim 4 astronaut ke bulan dengan risiko tinggi, radiasi, kehilangan komunikasi, hingga ancaman kematian di luar angkasa.
Ilmuwan Tiongkok menemukan waktu paling aman bagi manusia untuk beraktivitas di Bulan. Dengan suhu ekstrem dan radiasi tinggi, pemilihan waktu jadi kunci bertahan hidup.
Anda tidak memerlukan alat bantu seperti teleskop untuk melihat Pink Moon karena ukurannya yang besar dan cahayanya yang sangat terang.
Amerika Serikat berkomitmen membangun pangkalan permanen di kutub selatan Bulan dengan investasi sebesar US$20 miliar (sekitar Rp338 triliun) selama tujuh tahun ke depan.
NASA resmi mengumumkan rencana ambisius untuk melakukan setidaknya satu kali pendaratan di Bulan setiap tahun, yang akan dimulai pada 2027.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved