Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
NASA telah mengirim manusia kembali ke sekitar bulan lewat misi Artemis 2, pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun pada Rabu (1/4) kemarin. Namun di balik ambisi besar ini, tersimpan risiko serius yang mengancam nyawa para astronaut.
Misi Artemis 2 bukan sekadar simbol kemajuan teknologi, tetapi juga pertaruhan besar. Empat astronaut yang terpilih akan menghadapi kondisi ekstrem di luar angkasa, paparan radiasi tinggi, potensi kehilangan komunikasi dengan Bumi, hingga kemungkinan kegagalan teknis di tengah perjalanan.
Artemis 2 mencatat sejarah sebagai misi pertama yang membawa perempuan, orang kulit hitam, dan astronaut Kanada ke ruang angkasa dalam. Ini menandai era baru eksplorasi yang lebih inklusif dibanding era Apollo.
Namun, perjalanan ini jauh dari aman.
Selama sekitar 10 hari, kru akan menempuh jarak sekitar 600.000 mil (965.600 km) dan melintasi sisi jauh bulan, wilayah yang membuat komunikasi dengan Bumi bisa terputus total.
Astronaut Jeremy Hansen bahkan mengakui skenario terburuk sudah dibahas bersama keluarganya, termasuk kemungkinan tidak bisa kembali.
Misi Artemis 2 akan menggunakan roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion, dua teknologi yang telah dikembangkan selama lebih dari dua dekade dengan biaya lebih dari US$40 miliar.
Meski canggih, keduanya masih memiliki sejumlah masalah teknis. Artinya, kru akan menjadi manusia pertama yang menguji langsung sistem ini dalam perjalanan ke ruang angkasa dalam.
Komandan misi, Reid Wiseman, adalah pilot uji Angkatan Laut AS yang pernah tinggal 165 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Ia bahkan telah menyiapkan dokumen penting untuk keluarganya sebelum misi.
Pilot Victor Glover akan mencetak sejarah sebagai orang kulit hitam pertama yang menjelajah ruang angkasa dalam. Ia menyebut peluncuran sebagai momen yang menakutkan sekaligus luar biasa.
Christina Koch, yang memegang rekor lama tinggal di luar angkasa untuk perempuan, akan menjadi perempuan pertama yang menuju bulan. Ia juga menyoroti tantangan emosional karena keterbatasan komunikasi dengan keluarga.
Sementara Jeremy Hansen akan menjalani penerbangan luar angkasa pertamanya, langsung ke jarak ekstrem, sekitar 1.000 kali lebih jauh dibanding orbit rendah Bumi.
Artemis 2 tidak akan mendarat di bulan, tetapi menjadi uji coba penting sebelum misi Artemis berikutnya yang menargetkan pendaratan di kutub selatan bulan.
Program Artemis sendiri dirancang sebagai batu loncatan menuju misi manusia ke Mars.
“Kita perlu merayakan momen ini,” kata Glover. “Ini langkah berikutnya menuju Mars.”
Di balik semangat eksplorasi, satu fakta tidak bisa diabaikan: Artemis 2 adalah misi berisiko tinggi.
Para astronaut tidak hanya membawa harapan umat manusia untuk menjelajah lebih jauh, tetapi juga menghadapi kemungkinan terburuk—demi membuka jalan ke masa depan luar angkasa. (CNN/Z-10)
Setelah penantian lebih dari setengah abad, era baru penjelajahan ruang angkasa jauh resmi dimulai. Pada Rabu malam, 1 April 2026 waktu setempat, misi Artemis II berhasil meluncur.
NASA resmi meluncurkan misi Artemis II menggunakan roket SLS. Empat astronaut memulai perjalanan bersejarah mengitari Bulan untuk pertama kali sejak era Apollo.
PADA Rabu (1/4) pukul 18.24 EDT nanti akan menjadi penanda misi eksplorasi manusia ke Bulan dalam peluncuran penerbangan Misi Artemis II NASA.
Kebakaran tragis dalam kapsul Apollo 1 menewaskan tiga astronaut NASA dalam hitungan detik. Simak kronologi lengkap dan penyebab di balik insiden ini.
NASA telah membentuk Planetary Defense Coordination Office sejak 2016 untuk memantau objek-objek dekat Bumi (near-Earth objects/NEO).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved