Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

4 Astronaut Ini Siap Hadapi Hal Terburuk di Misi Artemis 2 NASA

 Gana Buana
03/4/2026 19:42
4 Astronaut Ini Siap Hadapi Hal Terburuk di Misi Artemis 2 NASA
Misi Artemis 2 NASA kirim 4 astronaut ke bulan.(Dok. CNN)

NASA telah mengirim manusia kembali ke sekitar bulan lewat misi Artemis 2, pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun pada Rabu (1/4) kemarin. Namun di balik ambisi besar ini, tersimpan risiko serius yang mengancam nyawa para astronaut.

Misi Artemis 2 bukan sekadar simbol kemajuan teknologi, tetapi juga pertaruhan besar. Empat astronaut yang terpilih akan menghadapi kondisi ekstrem di luar angkasa, paparan radiasi tinggi, potensi kehilangan komunikasi dengan Bumi, hingga kemungkinan kegagalan teknis di tengah perjalanan.

Misi Bersejarah, Risiko Nyata

Artemis 2 mencatat sejarah sebagai misi pertama yang membawa perempuan, orang kulit hitam, dan astronaut Kanada ke ruang angkasa dalam. Ini menandai era baru eksplorasi yang lebih inklusif dibanding era Apollo.

Namun, perjalanan ini jauh dari aman.

Selama sekitar 10 hari, kru akan menempuh jarak sekitar 600.000 mil (965.600 km) dan melintasi sisi jauh bulan, wilayah yang membuat komunikasi dengan Bumi bisa terputus total.

Astronaut Jeremy Hansen bahkan mengakui skenario terburuk sudah dibahas bersama keluarganya, termasuk kemungkinan tidak bisa kembali.

Teknologi Mahal, Risiko Masih Ada

Misi Artemis 2 akan menggunakan roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion, dua teknologi yang telah dikembangkan selama lebih dari dua dekade dengan biaya lebih dari US$40 miliar.

Meski canggih, keduanya masih memiliki sejumlah masalah teknis. Artinya, kru akan menjadi manusia pertama yang menguji langsung sistem ini dalam perjalanan ke ruang angkasa dalam.

Profil Kru: Berpengalaman, Tapi Tetap Rentan

Komandan misi, Reid Wiseman, adalah pilot uji Angkatan Laut AS yang pernah tinggal 165 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Ia bahkan telah menyiapkan dokumen penting untuk keluarganya sebelum misi.

Pilot Victor Glover akan mencetak sejarah sebagai orang kulit hitam pertama yang menjelajah ruang angkasa dalam. Ia menyebut peluncuran sebagai momen yang menakutkan sekaligus luar biasa.

Christina Koch, yang memegang rekor lama tinggal di luar angkasa untuk perempuan, akan menjadi perempuan pertama yang menuju bulan. Ia juga menyoroti tantangan emosional karena keterbatasan komunikasi dengan keluarga.

Sementara Jeremy Hansen akan menjalani penerbangan luar angkasa pertamanya, langsung ke jarak ekstrem, sekitar 1.000 kali lebih jauh dibanding orbit rendah Bumi.

Langkah Awal Menuju Mars

Artemis 2 tidak akan mendarat di bulan, tetapi menjadi uji coba penting sebelum misi Artemis berikutnya yang menargetkan pendaratan di kutub selatan bulan.

Program Artemis sendiri dirancang sebagai batu loncatan menuju misi manusia ke Mars.

“Kita perlu merayakan momen ini,” kata Glover. “Ini langkah berikutnya menuju Mars.”

Taruhan Nyawa Demi Masa Depan

Di balik semangat eksplorasi, satu fakta tidak bisa diabaikan: Artemis 2 adalah misi berisiko tinggi.

Para astronaut tidak hanya membawa harapan umat manusia untuk menjelajah lebih jauh, tetapi juga menghadapi kemungkinan terburuk—demi membuka jalan ke masa depan luar angkasa. (CNN/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya