Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
NASA telah berhasil meluncurkan Misi Artemis II sebagai misi berawak pertamanya ke Bulan semenjak tahun 1972. Peluncuran ini berlangsung pada Rabu (01/03) pukul 18.35 EDT dari Space Coast Florida.
Misi Artemis II membawa empat astronot yang terdiri dari Komandan Reid Wiseman, pilot Victor Glover, Spesialis misi Christina Koch dari NASA, serta astronot Badan Antariksa Kanada (CSA), Jeremy Hansen. Nantinya, dengan menggunakan pesawat ruang angkasa Orion, mereka akan melakukan misi ke Bulan. Kapsul Orion akan melakukan manuver pembakaran injeksi translunar (TLI) untuk membawa keempat astronot menuju Bulan.
Para astronot dalam Artemis II berhasil menyelesaikan demonstrasi operasi jarak dekat wahana antariksa Orion secara manual di dekat objek lain di luar angkasa. Uji coba ini menjadi tugas krusial pertama setelah peluncuran untuk memastikan sistem kendali manual Orion berfungsi dengan baik.
Selama 70 menit, para kru dan astronot mempraktikkan cara menerbangkan Orion secara manual di dekat wahana lain yang memberikan data penting bagi para insinyur untuk melanjutkan misi berikutnya, seperti Artemis III.
Pada akhir demonstrasi, Orion melakukan pembakaran keberangkatan otomatis untuk menjauh dengan aman dari roket Interim Cryogenic Propulsion Stage (ICPS) dan akan melakukan pembakaran sendiri untuk masuk kembali ke atmosfer Bumi di wilayah Samudra Pasifik.
Sebelum melakukan manuver peningkatan apogee pada Rabu (01/03) pagi, astronot dari Artemis II telah menyelesaikan aktivitas konfigurasi pesawat ruang angkasa, termasuk pemeriksaan sistem toilet.
Selama prosedur tersebut, para astronot melaporkan adanya kesalahan pada lampu indikator sehingga tim kendali misi terus menilai data dan secara aktif bekerja sama dengan astronot untuk mengatasi masalah tersebut.
Pada Kamis (02/03), pukul 07.00 EDT, para astronot Artemis II dibangunkan untuk mempersiapkan pembakaran perigee. Uniknya, para tim darat membangunkan para astronot dengan menyetel lagu “Sleepyhead” oleh Young and Sick.
Pembakaran perigee ini akan mengangkat titik terendah orbit Orion di sekitar Bumi dan akan membentuk orbit awal pesawat ruang angkasa untuk operasi translunar selanjutnya.
Pesawat ruang angkasa akan menyalakan mesin utama selama 43 detik, menaikkan titik terendah orbitnya, dan menyempurnakan lintasannya saat terus mengorbit Bumi. Pembakaran penting ini menempatkan Orion ke orbit Bumi yang stabil dan sejajar dengan jalurnya menuju Bulan.
Setelah mendapatkan persetujuan dari tim manajemen misi, pembakaran TLI dijadwalkan pada Rabu (01/03) pukul 19.49 EDT dan berlangsung selama lima menit 49 detik. Pembakaran injeksi translunar ini akan menghasilkan perubahan kecepatan yang mampu mengirimkan manusia keluar dari orbit Bumi rendah.
Keempat astronot yang bertugas pada Artemis II telah berhasil memeriksa dan mengaktifkan muatan ilmiah chip berisi sel manusia yang dijuluki AVATAR untuk mempelajari dampak radiasi luar angkasa dan mikrogravitasi pada kesehatan manusia.
Selain itu, para insinyur juga telah mengidentifikasi kendala komunikasi antara stasiun Bumi dan awak pesawat yang terjadi sesaat setelah para astronot berhasil mencapai orbit. Kendala ini disebabkan oleh masalah konfigurasi di stasiun Bumi dan segera diperbaiki tanpa berdampak pada keberlangsungan misi ini.
Di sisi lain, tim sains NASA mulai menyusun Rencana Penargetan Bulan yang menjadi panduan pengamatan bagi para astronot di permukaan Bulan nantinya pada Senin (06/03). Rencana ini akan mencakup pendokumentasian fitur-fitur yang membantu para ilmuwan untuk memahami Bulan dan tata surya.
Salah satu rencana yang ditambahkan adalah gerhana matahari yang terjadi selama hampir satu jam. Selama gerhana, Matahari akan bersembunyi di belakang Bulan sehingga para astronot berkesempatan untuk menyaksikan Bulan yang sebagian besar gelap serta korona dan atmosfer terluar Matahari. (H-4)
Astronaut Artemis II terpukau melihat Bumi dari luar angkasa hingga menunda makan. Foto NASA ungkap keindahan planet biru dari kapsul Orion.
Misi Artemis II resmi dimulai setelah peluncurannya pada Rabu (1/4) kemarin pukul 18.35 ET atau dalam dalam zona waktu Indonesia, pada Kamis (2/4) pukul 05.35 WIB
Empat astronot dalam misi Artemis II membagikan potret bumi dari luar angkasa yang langsung menarik perhatian publik.
NASA kembali meluncurkan flight kit pada Rabu (1/4).
Setelah penantian lebih dari setengah abad, era baru penjelajahan ruang angkasa jauh resmi dimulai. Pada Rabu malam, 1 April 2026 waktu setempat, misi Artemis II berhasil meluncur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved