Jumat 16 April 2021, 21:34 WIB

Korsel Perkuat Diplomasi di ASEAN lewat The New Southern Policy

Laela Zahra | Internasional
Korsel Perkuat Diplomasi di ASEAN lewat The New Southern Policy

Metro Tv/Laela Zahra
Kepala ASEAN-India Studi Center di Akademi Diplomatik Nasional Korea Choi Wongi (di layar).

 

KOREA Selatan (Korsel) memperkuat hubungan diplomatik dengan negara-negara ASEAN melalui Kebijakan Selatan Baru (The New Southern Policy) yang dirancangnya. Sebagai sesama negara kekuatan menengah dan terletak di Benua Asia, Korea menganganggap hubungan baik dengan negara-negara ASEAN perlu diperkuat dalam menjaga perdamaian antarnegara dan juga berbagai sektor penting lainnya.

"Korea sebagai 10 negara ekonomi terbesar di dunia telah menjalin hubungan dengan ASEAN. Jadi dengan pengenalan NSP (New Southern Policy) ini kami ingin mengubah bias ini (hubungan Korea dengan negara-negara ASEAN), kami ingin mengubah kebijakan diplomatik Korea yang tidak seimbang. Dengan NSP kami ingin memvariasikan hubungan diplomatik dan ekonomi kami," ujar Kepala ASEAN-India Studi Center di Akademi Diplomatik Nasional Korea Choi Wongi, dalam workshop Indonesian Next Generation Journalist Network on Korea, pekan ini.

Baca juga: Terkait Krisis Politik Myanmar, DPR Dorong Segera Delar KTT ASEAN

Choi menjelaskan, 80% prioritas dan orientasi diplomatik Korea terfokus pada empat kekuatan negara besar yakni Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, dan Rusia. Padahal sebagai kekuatan menengah, Korea memiliki banyak kepentingan lain dan hubungan penting dengan negara-negara di Asia utamnya negara anggota ASEAN.

Namun Choi melihat hubungan Korea dengan negara-negara ASEAN sejauh ini masih menjadi sekunder, berjarak dan seperti bias. Melalui kebijakan The New Southern Policy, Korea ingin memvariasikan hubungan dengan negara-negara ASEAN. Di antaranya melalui dimensi diplomatik, ekonomi, sosial budaya, kerja sama strategis lainnya.

Indonesia dan Korea memiliki hubungan bilateral yang baik, salah satunya kerja sama strategis pengadaan kapal selam dan pengembangan pesawat tempur KF-X/IF-X, meskipun Indonesia masih harus renegosiasi dan memperkuat posisinya. Proyek kerja sama ini memiliki modal 8,8 triliun Won atau setara Rp114 triliun dari tahun 2015 sampai 2028. (A-2)

 

Baca Juga

AFP/Khaled Desouki.

AS Tengahi Negosiasi Laut Merah antara Saudi, Israel, Mesir

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Mei 2022, 18:22 WIB
Arab Saudi telah lama mengeklaim kepemilikan pulau-pulau itu. Mesir, imbuhnya, mengendalikan pulau-pulau itu sejak 1950 untuk perlindungan...
AFP

Shanghai Ambil Langkah Pencabutan Penguncian Akibat Covid-19

👤Nur Aivanni  🕔Minggu 29 Mei 2022, 18:04 WIB
Shanghai, kota terpadat di Tiongkok, akan memudahkan persyaratan pengujian mulai Rabu bagi orang-orang yang ingin memasuki area...
ANTARA

Ridwan Kamil Pantau Langsung Pencarian Anak Sulungnya

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Mei 2022, 15:35 WIB
Tim pencari mengerahkan kapal dan drone untuk menyisir area di sepanjang Sungai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya