Kamis 15 April 2021, 21:00 WIB

Terkait Krisis Politik Myanmar, DPR Dorong Segera Delar KTT ASEAN

 Sri Utami | Internasional
Terkait Krisis Politik Myanmar, DPR Dorong Segera Delar KTT ASEAN

Ist/DPR
Anggota Komisi I DPR RI H.Sukamta,Ph.D,

 

SEJAK militer melakukan kudeta dan merebut kekuasaan dari pemimpin sipil pada 1 Februari lalu di Myanmar, hingga Rabu (14/4) jumlah warga sipil yang meninggal akibat tindak kekerasan dari aparat lebih dari 700 orang.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi I DPR RI H.Sukamta,Ph.D, menyebut apa yang terjadi di Myanmar saat ini adalah tragedi bagi ASEAN.

Menurutnya dokter teknik kimia dari University of Salford, Inggris, para pemimpin ASEAN harus segera melakukan tindakan nyata untuk mencegah korban jiwa berjatuhan.

"Para pemimpin ASEAN tidak boleh tinggal diam, harus ada upaya konkret untuk segera menghentikan kekerasan terhadap warga sipil di Myanmar," jelas Sukamta.

"Usul Jokowi untuk diadakan KTT ASEAN untuk membahas krisis di Myanmar sudah tepat, mestinya hal ini segera diwujudkan apalagi beberapa negara ASEAN seperti Malaysia dan Brunei menghendaki bisa diselenggarakan di Jakarta sebagai Sekretariat ASEAN," ujarnya. 

Anggota DPR dari Fraksi PKS ini berharap secara intensif melakukan komunikasi dengan para Menlu di ASEAN untuk segera mewujudkan KTT tersebut. 

Menurutnya, para pemimpin ASEAN jangan ragu melangkah karena adanya prinsip nonintervensi ASEAN. Situasi yang terjadi di Myanmar saat ini dengan banyaknya korban sipil menuntut sikap tegas ASEAN untuk campur tangan.

"Yang terjadi di Myanmar saat ini sudah mengarah kepada pembunuhan massal oleh rejim secara sistematis. Ini bentuk kejahatan HAM yang sangat berat"

Dalam hal ini ada prinsip internasional tanggung jawab untuk melindungi atau responsibility to protect (R2P) yang diusung oleh PBB yang dimungkinkan adanya intervensi langsung dari suatu negara jika negara lain dianggap gagal melindungi warganya dari kekerasan. 

"Para pemimpin ASEAN tentu sangat paham dengan prinsip ini dan bisa menggunakannya dalam menyikapi krisis di Myanmar," imbuhnya. 

Lebih lanjut Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) DPP PKS ini saat ini melihat sangat dibutuhkan campur tangan komunitas internasional. Apalagi krisis di Myanmar ini bisa bertambah pelik dengan masuknya permasalahan konflik etnis.

"Jika isu bergeser dari masalah kudeta dan pembataian warga sipil kepada isu konflik etnis, tentu akan lebih menyulitkan bagi ASEAN untuk campur tangan. Itu sebabnya KTT ASEAN harus segera diwujudkan. Ini juga akan menjadi desakan lebih kuat kepada PBB dan komunitas internasional lainnya melakukan tindakan konkrit atasi krisis Myanmar," tukasnya. (Sru/OL-09).

Baca Juga

AFP/Timothy A Clary.

Amerika Serikat Menentang Rencana Pemukiman Baru, Israel Jalan Terus?

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Desember 2021, 21:31 WIB
Jadwal sidang 6 Desember awalnya dihapus dari internet pekan lalu setelah Israel berjanji kepada AS bahwa proyek tersebut tidak akan...
AFP/Fayez Nureldine.

Saudi Laporkan Kasus Pertama Covid-19 Varian Omicron

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Desember 2021, 20:55 WIB
Sejak pandemi dimulai, Arab Saudi telah mencatat 549.000 kasus covid-19, sebanyak 8.836 di antaranya...
ANTARA/Pavlo Gonchar / SOPA Images via Reuters/Sipa USA/pri.

Waspada Omicron, Jepang Minta Maskapai Setop Terima Pemesanan Tiket

👤Nur Avianni 🕔Rabu 01 Desember 2021, 16:57 WIB
Pemerintah Jepang telah memperketat tindakan perbatasannya yang keras, dengan melarang masuknya semua non-warga negara yang datang dari 10...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya