Rabu 14 April 2021, 21:41 WIB

Israel Serang Natanz, Iran Ingatkan Joe Biden

Mediaindonesia.com | Internasional
Israel Serang Natanz, Iran Ingatkan Joe Biden

AFP/Kepresidenan Iran.
Pabrik pengayaan uranium Natanz.

 

SERANGAN terhadap Natanz menimbulkan peningkatan berbahaya. Demikian tulis Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di Twitter.

Dia memperingatkan Presiden AS Joe Biden bahwa situasinya hanya dapat diatasi dengan mencabut sanksi yang dijatuhkan Trump terhadap Iran sejak 2018.

"Tidak ada alternatif. Tidak banyak waktu," tambahnya. Natanz merupakan fasilitas nuklir milik Iran yang mengalami ledakan pada Minggu (11/4).

Israel tidak mengonfirmasi atau membantah keterlibatan. Akan tetapi laporan radio publik di negara itu mengatakan itu merupakan operasi sabotase oleh agen mata-mata Mossad, mengutip sumber intelijen yang tidak disebutkan namanya.

Utusan Iran untuk Badan Energi Atom Internasional PBB, Kazem Gharibabadi, menulis di Twitter bahwa langkah-langkah persiapan untuk memungkinkan pengayaan ke kemurnian yang lebih tinggi telah dimulai. "Kami berharap untuk mengakumulasinya pada minggu depan dari sentrifugal di Natanz."

Langkah itu akan membawa Iran mendekati ambang kemurnian 90% untuk penggunaan militer dan mempersingkat potensi waktu untuk membangun bom atom. Tujuan ini disangkal oleh Republik Islam itu.

Israel secara konsisten berjanji akan menghentikan Iran untuk membangun bom atom. Ini kemungkinan dianggap sebagai ancaman eksistensial.

Bacajuga: Pengayaan Uranium Iran Tanggapi Terorisme Nuklir Israel

 

Iran juga tidak pernah berbasa-basi ketika berbicara tentang negara Yahudi. Pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada 2018 menegaskan kembali posisi lama Teheran bahwa Israel merupakan tumor ganas kanker yang harus diangkat dan dibasmi.

Israel, satu-satunya negara di kawasan yang diyakini memiliki senjata nuklir, sangat menentang upaya Biden untuk menghidupkan kembali yang dianggapnya sebagai perjanjian nuklir yang cacat antara Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman.

Kesepakatan itu, yang terjadi ketika Biden menjadi wakil dari Presiden Barack Obama, menjanjikan penghapusan sanksi kepada Teheran sebagai imbalan untuk menyetujui pembatasan program nuklirnya.

Amerika Serikat mengatakan Selasa bahwa pihaknya mendukung sekutunya Israel tetapi tetap berkomitmen untuk pembicaraan Iran meskipun ada rencana pengayaan Teheran.

Rouhani menegaskan bahwa Israel bertujuan menghilangkan pengaruh Iran selama pembicaraan Wina. "Anda ingin tangan kami kosong selama negosiasi, tetapi kami akan pergi ke sana dengan tangan yang lebih penuh."

Iran memilih sentrifugal yang lebih maju dan pengayaan tingkat yang lebih tinggi. Dengan demikian Israel, "Akan memahami bahwa anda tidak dapat menghentikan kami dari menggunakan teknologi nuklir," katanya.

Israel tidak mengonfirmasi atau membantah keterlibatan. Akan tetapi laporan radio publik di negara itu mengatakan itu merupakan operasi sabotase oleh agen mata-mata Mossad, mengutip sumber intelijen yang tidak disebutkan namanya.

Utusan Iran untuk Badan Energi Atom Internasional PBB, Kazem Gharibabadi, menulis di Twitter bahwa langkah-langkah persiapan untuk memungkinkan pengayaan ke kemurnian yang lebih tinggi telah dimulai. "Kami berharap untuk mengakumulasinya pada minggu depan dari sentrifugal di Natanz."

Langkah itu akan membawa Iran mendekati ambang kemurnian 90% untuk penggunaan militer dan mempersingkat potensi waktu untuk membangun bom atom. Tujuan ini disangkal oleh Republik Islam itu.

Israel secara konsisten berjanji akan menghentikan Iran untuk membangun bom atom. Ini kemungkinan dianggap sebagai ancaman eksistensial.

Iran juga tidak pernah berbasa-basi ketika berbicara tentang negara Yahudi. Pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada 2018 menegaskan kembali posisi lama Teheran bahwa Israel merupakan tumor ganas kanker yang harus diangkat dan dibasmi.

Israel, satu-satunya negara di kawasan yang diyakini memiliki senjata nuklir, sangat menentang upaya Biden untuk menghidupkan kembali yang dianggapnya sebagai perjanjian nuklir yang cacat antara Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman.

Kesepakatan itu, yang terjadi ketika Biden menjadi wakil dari Presiden Barack Obama, menjanjikan penghapusan sanksi kepada Teheran sebagai imbalan untuk menyetujui pembatasan program nuklirnya.

Amerika Serikat mengatakan Selasa bahwa pihaknya mendukung sekutunya Israel tetapi tetap berkomitmen untuk pembicaraan Iran meskipun ada rencana pengayaan Teheran.

Rouhani menegaskan bahwa Israel bertujuan menghilangkan pengaruh Iran selama pembicaraan Wina. "Anda ingin tangan kami kosong selama negosiasi, tetapi kami akan pergi ke sana dengan tangan yang lebih penuh."

Iran memilih sentrifugal yang lebih maju dan pengayaan tingkat yang lebih tinggi. Dengan demikian Israel, "Akan memahami bahwa anda tidak dapat menghentikan kami dari menggunakan teknologi nuklir," katanya. (AFP/OL-14)

Baca Juga

ABBAS MOMANI / AFP

Dewan Keamanan PBB Gelar Pertemuan Bahas Jerusalem

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 11 Mei 2021, 11:07 WIB
Lebih dari 300 orang terluka pada hari Senin (10/5) ketika bentrokan kembali meletus antara polisi Israel dan Palestina di Kompleks...
AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS

Warga Inggris Bisa Kembali Makan di Restoran

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 11 Mei 2021, 11:05 WIB
Inggris tidak mencatatkan kematian satu pun untuk pertama kali sejak Maret...
AFP/SAID KHATIB

Uni Eropa Serukan Penghentian Kekerasan Israel-Palestina

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 11 Mei 2021, 10:42 WIB
Peningkatan ketegangan antara kedua pihak itu terjadi beberapa hari setelah bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina di sekitar...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Transformasi Kota Tua

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta bergandengan tangan bersama Kementerian BUMN dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya