Kamis 01 April 2021, 20:20 WIB

Marwan 'Mandela Palestina' Barghouti Daftar Pemilu dari Penjara

Mediaindonesia.com | Internasional
Marwan

AFP/Abbas Momani.
Seorang anggota staf berjalan di dekat gambar Marwan Barghouti dalam tahanan Israel.

 

PEMIMPIN Palestina yang dipenjara, Marwan Barghouti, diajukan pada Kamis (1/4) dalam pemilihan legislatif bulan depan. Barghouti, yang menjalani banyak hukuman seumur hidup di penjara Israel, digambarkan oleh beberapa pendukung sebagai 'Mandela Palestina'.

Ia menjadi sosok yang diawasi dengan ketat menjelang pemilihan umum Palestina pertama dalam 15 tahun. Batas waktu penyerahan daftar calon untuk pemilihan legislatif 22 Mei berakhir pada Rabu.

Istri Barghouti, Fadwa, menjadi kandidat kedua dalam daftar yang disebut Kebebasan. Daftar ini dibuat oleh Nasser al-Kidwa, keponakan mendiang pemimpin ikonis Palestina Yasser Arafat.

"Kebebasan didukung oleh Marwan Barghouti. Buktinya tentu saja kehadiran istrinya dalam daftar," kata Kidwa kepada AFP.

"Kami berdiskusi tidak dengan dia secara langsung tetapi (dengan) banyak rekan, pendukung, dan keluarganya," tambahnya. Kidwa mengatakan masukan Barghouti membantu membentuk program gerakan dan kandidat individu.

Kidwa diusir dari kelompok Fatah yang dipimpin Presiden Mahmud Abbas pada awal tahun ini. Hal tersebut karena ia mencalonkan diri sebagai presiden Palestina dalam pemungutan suara 31 Juli. Langkah ini dipandang sebagai penghinaan langsung terhadap Abbas yang berusia 85 tahun.

Abbas belum mengumumkan rencananya untuk pemilihan presiden. Masih ada spekulasi luas bahwa Barghouti mungkin akan mencalonkan diri sebagai presiden dari penjara.

Israel telah menghukumnya karena mengatur serangan mematikan selama intifada atau pemberontakan Palestina kedua pada 2000-2005. Barghouti menolak untuk mengakui pengadilan selama persidangannya.

Jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan bahwa 22% rakyat Palestina mendukungnya sebagai presiden berikutnya. Pemimpin gerakan Islam Hamas yang menguasai Gaza, Ismail Haniyeh, menempati posisi kedua dengan dukungan 14% diikuti oleh Abbas dengan 8%.

Abbas memenangkan pemilihan presiden terakhir yang diadakan pada 2005. Tapi jajak pendapat legislatif tahun berikutnya melihat Hamas menang secara mengejutkan. Ini hasil yang tidak diakui oleh Abbas dan Fatah yang sekuler.

Bentrokan kekerasan pun terjadi antara Fatah dan Hamas. Kelompok Islamis itu mengambil alih kekuasaan di Gaza pada 2007.

 

Setelah bertahun-tahun perpecahan yang sengit, keduanya setuju untuk mengadakan pemilihan di seluruh wilayah Palestina, termasuk Tepi Barat dan Gaza yang diduduki Israel. Kedua daerah itu diblokade Israel.

Otoritas Palestina yang dikendalikan Fatah, yang berbasis di Tepi Barat, dan Hamas juga berkeras bahwa warga Palestina di Yerusalem timur yang dicaplok Israel diizinkan untuk memilih. Israel melarang semua aktivitas politik Palestina di Yerusalem. Mereka menyebutnya sebagai ibu kota yang tidak terbagi dari negara Yahudi.

Sebanyak 36 kelompok telah mengajukan daftar untuk mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif bulan Mei. Pejabat pemilu Palestina telah memvalidasi 13. Daftar kandidat yang disetujui akan diterbitkan minggu depan. (OL-14)

Baca Juga

AFP

Hong Kong Perketat Lagi Pembatasan Perjalanan

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 15:12 WIB
Sebagian besar pendatang dari luar negeri harus menjalani karantina selama 14-21 hari. Namun, Hong Kong memberikan pengecualian terhadap...
 ANTARA FOTO/Biro Pers dan Media Kepresidenan/Lukas/Handout

Presiden: Ekonomi ASEAN Harus Tumbuh Bersama

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 15:00 WIB
Kepala negara mengungkapkan ada dua strategi yang bisa diterapkan untuk merealisasi target percepatan pemulihan...
AFP/PPO.

Presiden Palestina Bela LSM yang Disebut Teroris oleh Israel

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 13:45 WIB
Abbas mengatakan kepada perwakilan LSM di kantornya di kota Ramallah Tepi Barat bahwa keputusan Israel ditolak dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya