Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Rusia, Sabtu atau Minggu WIB (21/2), mengatakan bahwa para ilmuwannya telah mendeteksi kasus pertama di dunia penularan flu burung H5N8 dari burung ke manusia.
Dalam sambutan yang disiarkan televisi, Kepala Pengawas Kesehatan Rusia Rospotrebnadzor, Anna Popova, mengatakan para ilmuwan di laboratorium Vektor telah mengisolasi materi genetik strain dari tujuh pekerja di sebuah peternakan unggas di Rusia selatan, dimana wabah tercatat di antara burung-burung tersebut pada Desember 2020.
Para pekerja, tambahnya, tidak menderita masalah kesehatan yang serius. Mereka diyakini tertular virus tersebut dari unggas di peternakan.
"Informasi tentang kasus pertama penularan flu burung (H5N8) di dunia ke manusia telah dikirimkan ke Organisasi Kesehatan Dunia," kata Popova.
Ada berbagai subtipe virus flu burung. Sementara strain H5N8 yang sangat menular mematikan bagi burung, belum pernah dilaporkan telah menyebar ke manusia.
Popova memuji penemuan ilmiah penting itu dan mengatakan waktu akan memberi tahu apakah virus dapat bermutasi lebih lanjut.
"Penemuan mutasi ini ketika virus belum memiliki kemampuan untuk menularkan dari manusia ke manusia memberi kita semua, seluruh dunia, waktu untuk bersiap menghadapi kemungkinan mutasi dan bereaksi dengan cara yang memadai dan tepat waktu," kata Popova.
WHO, pada Sabtu, mengonfirmasi bahwa telah diberitahu oleh Rusia tentang perkembangan tersebut.
"Kami sedang berdiskusi dengan otoritas nasional untuk mengumpulkan lebih banyak informasi dan menilai dampak kesehatan masyarakat dari kejadian ini," kata seorang juru bicara. "Jika dikonfirmasi, ini akan menjadi pertama kalinya H5N8 menginfeksi manusia," tambahnya.
WHO menekankan bahwa para pekerja Rusia tidak menunjukkan gejala dan tidak ada penularan dari manusia ke manusia yang dilaporkan.
Orang dapat tertular virus flu burung dan babi, seperti subtipe flu burung A (H5N1) dan A (H7N9) dan subtipe flu babi seperti A (H1N1).
Menurut WHO, orang biasanya tertular melalui kontak langsung dengan hewan atau lingkungan yang terkontaminasi dan tidak ada penularan yang berkelanjutan di antara manusia.
H5N1 pada manusia dapat menyebabkan penyakit parah dan memiliki angka kematian 60 persen. (AFP/OL-13)
Baca Juga: Jejak Tan Malaka Kian Meredup di Pandam Gadang
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
Tes laboratorium memastikan angsa-angsa itu mati karena penyakit yang sangat patogen strain H5N1 dari H5 virus flu burung.
Pemerintah pusat mengadakan pertemuan dengan para menteri terkait di Tokyo untuk memastikan kerja sama yang erat antar instansi dalam menangani kasus flu burung yang merebak di Hokkaido.
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan virus influenza D memiliki karakteristik zoonosis seperti Flu Burung atau virus Nipah.
Selandia Baru bersiap menghadapi ancaman flu burung H5N1 dengan memvaksinasi burung langka seperti kakapo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved