Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN bioteknologi AS, Moderna, sedang mencari izin dari regulator di seluruh dunia untuk menempatkan 50% lebih banyak vaksin virus korona ke setiap botol. Ini menjadi cara untuk meningkatkan jumlah pasokan dengan cepat.
Perusahaan mengeluarkan pernyataan setelah Administrasi Makanan dan Obat AS mengizinkannya untuk meningkatkan level hingga 40%. "Untuk memaksimalkan sumber daya serta memaksimalkan peluang untuk memberikan lebih banyak dosis ke setiap pasar lebih cepat, Moderna telah mengusulkan untuk mengisi botol dengan hingga 15 dosis vaksin dibandingkan 10 dosis sebelumnya," kata juru bicara dalam pernyataan.
Juru bicara tersebut menambahkan bahwa perusahaan terlibat dalam diskusi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) dan pihak berwenang di negara lain. Peningkatan dosis tidak memerlukan botol yang berbeda dengan yang saat ini digunakan.
"Setiap perubahan yang dihasilkan akan tunduk pada persetujuan akhir dari berbagai otoritas pengatur. Implementasi dari setiap perubahan tersebut diharapkan selesai dalam waktu sekitar dua sampai tiga bulan," katanya.
FDA telah menyetujui Moderna menggunakan 14 dosis per botol yang sebelumnya hanya 10 dosis. Perubahan ini akan membutuhkan peralatan ulang jalur produksi yang memakan waktu kurang dari sepuluh minggu atau sebelum akhir April.
"Ini akan menjadi langkah maju yang bagus," kata Moncef Slaoui, kepala penasihat ilmiah untuk program pengembangan vaksin federal di bawah mantan presiden Donald Trump. "Saya pikir itu akan berdampak dalam jangka pendek,” tambahnya.
Sekitar 10% orang Amerika sejauh ini telah menerima setidaknya satu dosis vaksin covid-19. Moderna hanya di bawah setengah dari jumlah tersebut.
Sebelumnya, pemerintahan Biden mengumumkan kesepakatan dengan dua perusahaan produksi vaksin Moderna dan Pfizer untuk memasok total 600 juta dosis pada Juni. Ini cukup untuk mencakup 90% dari populasi AS. (CNA/OL-14)
Menlu Iran Abbas Aragchi menegaskan Teheran siap perang enam bulan dan membantah ada negosiasi dengan AS di tengah konflik kawasan.
Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengungkapkan kekhawatiran setelah Amerika Serikat menggunakan lebih dari 850 rudal jelajah Tomahawk dalam konflik melawan Iran.
Lonjakan harga BBM di AS hingga 35% akibat konflik Iran memicu kemarahan warga. Harga bensin tembus US$4 per galon, memperberat beban biaya hidup masyarakat.
Harga BBM di AS melampaui $4 per galon akibat perang Iran. Warga AS keluhkan lonjakan biaya hidup dan dampak ekonomi yang mulai menguras tabungan rumah tangga mereka.
Presiden AS Donald Trump umumkan penarikan pasukan dari Iran dalam 2-3 pekan setelah mengeklaim misi cegah nuklir dan perubahan rezim di Teheran tercapai.
Kelompok seni Secret Handshake pasang toilet emas satir di dekat Gedung Putih. Aksi ini menyindir renovasi mewah Trump dan gaya estetika vulgar sang presiden AS.
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina mendesak penambahan anggaran imunisasi menyusul meningkatnya KLB Campak pada awal 2026
Tingkat kesembuhan campak sangat bergantung pada kondisi imun tubuh pasien.
Dokter mengingatkan campak dapat memicu komplikasi serius pada kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan pasien imun lemah. Vaksinasi jadi pencegahan utama.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved