Rabu 03 Februari 2021, 10:21 WIB

Roket Prototipe SpaceX Starship Meledak saat Uji Coba

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Roket Prototipe SpaceX Starship Meledak saat Uji Coba

AFP/SPACEX
Tangkapan layar video saat roket Starship SN9 meledak.

 

SEBUAH prototipe roket Starship milik SpaceX meledak dalam upaya pendaratan, beberapa menit setelah peluncuran eksperimental ketinggian, dari Boca Chica, Texas, Selasa (2/2).

Starship SN9, yang meledak pada pendaratan terakhirnya, seperti SN8 sebelumnya, adalah model uji roket angkat berat yang dikembangkan perusahaan luar angkasa swasta milik miliarder Elon Musk yang bertujuan membawa manusia dan 100 ton kargo dalam misi masa depan ke Bulan dan Mars.

Roket setinggi 16 lantai itu, awalnya, melesat ke langit biru Texas Selatan yang jernih dari landasan peluncuran Gulf Coast.

Baca juga: Jeff Bezos Berencana Mundur Sebagai CEO Amazon

Mencapai ketinggian puncaknya sekitar 10 kilometer, pesawat ruang angkasa itu kemudian melayang sejenak di udara, mematikan mesinnya dan melakukan manuver belly-flop yang direncanakan untuk turun di bawah kendali aerodinamis kembali ke Bumi.

Masalah datang setelah Starship membalikkan hidungnya ke atas lagi untuk memulai urutan pendaratannya, mencoba mengaktifkan kembali dua dari tiga pendorong Raptornya, tetapi satu gagal menyala.

Roket tersebut kemudian jatuh dengan cepat ke tanah dalam bentuk bola api, asap dan puing-puing yang menderu, 6 menit dan 26 detik setelah diluncurkan. Tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Starship SN8, prototipe pertama yang terbang dalam uji peluncuran di ketinggian, mengalami nasib serupa pada Desember lalu.

Seorang komentator SpaceX untuk siaran web peluncuran, Selasa (2/2), mengatakan roket itu terbang ke ketinggian uji bersama dengan sebagian besar masuknya kembali subsonik kapal.

"Terlihat sangat bagus dan stabil, seperti yang kita lihat Desember lalu,” komentarnya.

"Kita tinggal perlu mengerjakan pendaratan itu sedikit," kata komentator.

"Ini adalah uji terbang, kedua kalinya kami menerbangkan Starship dalam konfigurasi ini," tuturnya.

Dia mengatakan, insinyur SpaceX akan meneliti data yang dikumpulkan dari tes untuk menentukan apa yang salah.

“Kami akan kembali dengan Starship lain dalam waktu dekat,” tambahnya.

Tidak ada komentar langsung dari Musk, yang juga mengepalai pembuat mobil listrik Tesla Inc.

Roket Starship yang akan berdiri setinggi 120 meter saat digabungkan dengan pendorong tahap pertama yang sangat berat, adalah kendaraan peluncuran generasi berikutnya yang dapat digunakan kembali sepenuhnya.

Kendaraan tersebut merupakan pusat ambisi Musk untuk membuat perjalanan luar angkasa manusia lebih terjangkau dan rutin.

Sistem roket tersebut sebagian didanai oleh NASA dan akhirnya bisa ditawarkan kepada militer Amerika Serikat (AS).

Penerbangan orbital pertama Starship direncanakan pada akhir tahun ini dan Musk mengatakan dia bermaksud untuk menerbangkan miliarder Jepang Yusaku Maezawa keliling Bulan dan kembali dengan Starship pada 2023. (CNA/OL-1)

Baca Juga

AFP

WHO: Omicron Timbulkan Risiko Global yang Sangat Tinggi

👤Mediaindonesia 🕔Senin 29 November 2021, 17:48 WIB
Omicron memiliki jumlah mutasi lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, beberapa di antaranya mengkhawatirkan dampak potensialnya...
Antara/Fikri Yusuf

PBB: Pandemi Rugikan Sektor Pariwisata Global $2,0 Triliun pada 2021

👤Nur Aivanni  🕔Senin 29 November 2021, 17:20 WIB
Kedatangan turis internasional tahun ini akan tetap 70-75% di bawah 1,5 miliar kedatangan yang tercatat pada 2019 sebelum pandemi...
AFP/Organisasi Energi Atom Iran.

Perjalanan Berliku Perjanjian Nuklir Iran pada 2015

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 29 November 2021, 14:39 WIB
Dengan pembicaraan tentang pemulihan kesepakatan yang akan dimulai di Wina pada Senin (29/11), mari kita lihat kembali sejarahnya yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya