Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pejabat tinggi Iran, Rabu (27/1), mengatakan musuh bebuyutan Israel sedang melancarkan perang psikologis. Ini disimpulkan setelah tentara negara Yahudi itu mengatakan opsi ofensif baru sedang disusun jika diperlukan terhadap republik Islam itu.
Kepala Staf Presiden Iran Hassan Rouhani, Mahmoud Vaezi, bersumpah bahwa negaranya siap dan bersedia untuk mempertahankan diri. "Kami tidak berniat berperang, tapi kami serius membela negara," katanya.
Israel, sekutu dekat AS, menuduh Iran berusaha membangun bom nuklir. Tuduhan ini dibantah Teheran. Negara Yahudi itu juga sering menargetkan serangan kepada kelompok militan yang didukung Iran di Libanon, Suriah, dan Jalur Gaza.
Kepala Militer Israel Jenderal Aviv Kochavi mengatakan pada Selasa (26/1) bahwa dia telah memerintahkan rencana baru yang disusun tahun ini untuk melawan kemampuan nuklir Iran, jika para pemimpin politik memutuskan untuk menargetkan negara itu.
"Kekuatan untuk memulai menyerang mereka terletak pada elite politik," Kochavi menekankan. "Namun, opsi ofensif perlu dibuat, siap, dan di atas meja."
Vaezi membalas pada Rabu bahwa mereka melakukan perang psikologis. Menanggapi pertanyaan di sela-sela pertemuan dewan menteri, dia menuduh, "Israel praktis tidak memiliki rencana, tidak punya kapasitas."
Manuver militer Iran baru-baru ini berupa uji coba rudal dan drone, Vaezi menambahkan, menunjukkan bahwa angkatan bersenjatanya dilatih untuk mempertahankan Iran.
Pernyataan Kochavi datang hampir seminggu setelah pelantikan Presiden AS Joe Biden yang mengisyaratkan dia ingin kembali berdialog dengan Iran.
Pendahulunya Donald Trump telah secara sepihak menarik Washington pada 2018 dari kesepakatan nuklir yang dibuat Teheran dengan kekuatan-kekuatan utama dunia.
Tim Biden berpendapat Iran harus terlebih dahulu kembali ke kepatuhan ketat dalam kesepakatan nuklirnya berdasarkan kesepakatan dengan Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat.
Teheran telah menuntut pencabutan sanksi hukuman tanpa syarat terlebih dahulu dan meminta Washington untuk berhenti berusaha untuk mengekstraksi konsesi.
Israel menolak kesepakatan nuklir. Kochavi menegaskan kembali pandangannya bahwa kesepakatan apa pun yang menyerupai kesepakatan 2015 merupakan hal yang buruk, baik secara strategis maupun operasional.
"Tekanan terhadap Iran harus dilanjutkan. Iran tidak boleh memiliki kapasitas untuk mengembangkan bom nuklir." (AFP/OL-14)
Suriah kerahkan ribuan tentara dan roket ke perbatasan Libanon demi cegah penyelundupan senjata serta infiltrasi milisi di tengah eskalasi konflik Israel-Hizbullah.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
K PBB cabut sanksi terhadap eks kelompok HTS. Langkah ini memperkuat legitimasi transisi politik Presiden Ahmed al-Sharaa pascajatuhnya rezim Assad di Suriah.
Pemerintahan Trump bersiap menarik seluruh pasukan AS dari Suriah dalam beberapa bulan ke depan. Fokus militer kini bergeser ke arah ketegangan yang memuncak dengan Iran.
Amerika Serikat dan pasukan sekutu melancarkan serangan besar ke target ISIS di Suriah sebagai balasan atas serangan mematikan terhadap pasukan AS.
AS serang target ISIS di Suriah sebagai pembalasan atas tewasnya 3 anggota militer. Menhan Pete Hegseth tegaskan komitmen Trump bela rakyat dan keamanan AS.
Negara Teluk (GCC) desak keterlibatan dalam perundingan AS-Iran guna jamin kedaulatan dan keamanan regional pascaserangan masif yang sasar infrastruktur vital mereka.
Iran resmi balas proposal 15 poin AS dengan menuntut ganti rugi perang, penghentian pembunuhan, dan pengakuan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz sebagai syarat damai.
Presiden AS Donald Trump klaim telah lumpuhkan kekuatan tempur Iran, termasuk hancurkan 154 kapal dan peluncur rudal, serta sebut perang telah dimenangkan militer AS.
Presiden Donald Trump memperpanjang jeda serangan ke fasilitas energi Iran selama 10 hari. Sementara itu, IAEA peringatkan risiko radiasi nuklir di Bushehr.
Ia menambahkan rancangan awal telah disiapkan, meski belum menjadi proposal resmi.
Teheran menyatakan bahwa kapal dari negara selain AS dan Israel tetap dapat melintasi Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved