Selasa 26 Januari 2021, 13:31 WIB

Joe Biden Komentari Sidang Pemakzulan Donald Trump

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Joe Biden Komentari Sidang Pemakzulan Donald Trump

AFP/Jim Watson
Joe Biden.

 

PRESIDEN AS Joe Biden menilai pengadilan pemakzulan Donald Trump harus terjadi. Meski mengakui ada dampak yang bisa ditimbulkan pada pemerintahannya, Biden mengatakan akan ada dampak yang lebih buruk jika itu (pengadilan pemakzulan) tidak terjadi.

Biden mengatakan dia tidak berpikir cukup banyak senator Republik akan memilih pemakzulan untuk menghukum, meskipun dia juga mengatakan hasilnya mungkin berbeda jika Trump memiliki sisa enam bulan dalam masa jabatannya. "Senat telah berubah sejak saya di sana, tetapi tidak banyak berubah," kata Biden.

DPR AS pada Senin (25/1) menyampaikan artikel pemakzulan terhadap Trump ke Senat, menyiapkan panggung untuk persidangan pemakzulan kedua Trump, dan persidangan Senat pertama dari mantan presiden AS tersebut. Trump telah dituding menghasut serangan di Capitol AS pada 6 Januari 2021 yang menyebabkan lima orang tewas.

Pengiriman artikel dan pembacaan dakwaan resmi menandai pembukaan persidangan, meskipun argumen ditetapkan untuk mulai pada 8 Februari. Partai Republik dan Demokrat pekan lalu menyetujui penundaan dua minggu untuk memulai persidangan agar memungkinkan kedua belah pihak mempersiapkan argumen dan memberi para senator waktu dua minggu untuk menegosiasikan undang-undang penting guna mengurangi dampak virus korona dan mempertimbangkan pengangkatan kabinet Biden.

Setelah pemakzulan Trump di DPR pada 13 Januari, Biden mengatakan dia berharap para senator akan menangani tanggung jawab konstitusional mereka pada pemakzulan sementara juga mengerjakan urusan mendesak lain di negara tersebut. Setidaknya 17 senator Republik harus memberikan suara dengan semua Demokrat untuk menghukum Trump.

Meskipun Senat Partai Republik lebih lambat untuk bersatu dalam membela Trump daripada selama persidangan pemakzulan pertamanya dan segelintir Partai Republik telah mengisyaratkan keterbukaan untuk menghukum mantan presiden, hukuman tetap menjadi perjuangan berat. (The Guardian/OL-14)

Baca Juga

EVARISTO SA / AFP

Dalam Sehari, Brasil Catat Rekor 1.641 Kematian Akibat Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 03 Maret 2021, 10:13 WIB
Negara dengan populasi 212 juta jiwa itu  telah mencatat total 257.361 orang meninggal dunia akibat...
AFP/Sai Aung Main

Inggris Lobi Dewan Keamanan PBB Untuk Bahas Myanmar

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 03 Maret 2021, 09:26 WIB
Inggris telah meminta pertemuan baru Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai Myanmar yang dilanda kudeta. Rencananya...
Joel Angel JUAREZ / AFP

Gubernur Texas Cabut Pembatasan Pandemi Covid-19

👤 Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 03 Maret 2021, 09:15 WIB
Texas akan menjadi negara bagian terpadat  yang tidak mewajibkan penduduknya untuk memakai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya