Selasa 19 Januari 2021, 19:38 WIB

Palestina akan Terima 5.000 Vaksin Covid-19 Sputnik V dari Rusia

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Palestina akan Terima 5.000 Vaksin Covid-19 Sputnik V dari Rusia

Alexander NEMENOV / AFP
Seorang tenaga medis menunjukkan vaksin Covid-19 Sputnik V di GUM department store, Moscow, Rusia.

 

SEORANG pejabat Israel melaporkan bahwa Otoritas Palestina (PA) dijadwalkan menerima pengiriman pertama 5.000 unit vaksin Covid-19 Rusia, Sputnik V, pada Selasa (19/1).

Pengiriman vaksin Sputnik V atau Gam-Covid-Vac akan dibawa delegasi Palestina ke Tepi Barat yang diduduki melalui Yordania, kata pejabat itu tanpa menyebut nama. Menurutnya, impor telah disetujui oleh kementerian kesehatan Israel.

Menurut kantor berita lokal Palestina Maan, Menteri Urusan Sipil Hussein al-Sheikh yang berada di Rusia untuk kunjungan resmi akan melintasi perbatasan darat Allenby dengan membawa vaksin.

Pada Desember, pejabat Palestina mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani kesepakatan dengan Rusia untuk empat juta dosis vaksin Sputnik V.

Menteri Kesehatan Palestina, Mai al-Kaila, minggu lalu mengeluarkan persetujuan darurat untuk mengelola Sputnik di daerah Palestina menjalankan pemerintahan sendiri yang terbatas.

Meskipun ada banyak keriuhan tentang kecepatan Israel memvaksinasi warganya, ada juga kritik yang ditujukan kepada pemerintah karena gagal memberikan vaksin kepada lebih dari 4,5 juta warga Palestina yang didudukinya di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Pada Senin (18/1), Human Rights Watch meminta Israel untuk menjalankan tanggung jawabnya, yang diabadikan dalam Konvensi Jenewa Keempat.

Tugas ini, di samping kewajiban Israel di bawah hukum hak asasi manusia internasional, termasuk memastikan pasokan medis dan menyediakan vaksin dengan cara non-diskriminatif kepada warga Palestina yang tinggal di bawah kendalinya.

Israel sejauh ini berhasil memvaksinasi 20 persen warganya, termasuk pemukim Yahudi yang tinggal di Tepi Barat yang diduduki.

“Tidak ada yang bisa membenarkan kenyataan saat ini di beberapa bagian Tepi Barat, di mana orang-orang di satu sisi jalan menerima vaksin, sementara di sisi lain tidak, berdasarkan apakah mereka Yahudi atau Palestina,” kata Omar Shakir, Direktur Human Rights Watch Israel dan Palestina.

“Setiap orang di wilayah yang sama harus memiliki akses yang adil ke vaksin, terlepas dari etnis mereka,” tandasnya. (Aiw/Aljazeera/OL-09)

Baca Juga

OSHIKAZU TSUNO / POOL / AFP

Tokyo Perpanjang Keadaan Darurat Covid-19 Hingga 21 Maret

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Maret 2021, 10:51 WIB
Dalam keadaan darurat, pemerintah telah meminta restoran dan bar tutup pada pukul 8 malam serta berhenti menyajikan alkohol satu jam lebih...
Tiziana FABI / AFP

Italia Blokade Ekspor Vaksin Covid-19 AstraZeneca ke Australia

👤 Nur Aivanni 🕔Jumat 05 Maret 2021, 09:53 WIB
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Italia mengatakan bahwa pengiriman tersebut dihentikan karena terus kekurangan vaksin di...
AFP

Kementerian dan Konglomerat Militer Myanmar Masuk Daftar Hitam AS

👤Nur Aivanni 🕔Jumat 05 Maret 2021, 08:45 WIB
AS menambahkan Kementerian Pertahanan dan Kementerian Dalam Negeri serta konglomerat militer teratas di Myanmar dalam daftar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya