Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDIA telah memulai salah satu program vaksinasi covid-19 di dunia dengan target lebih dari 1,3 miliar orang. Suntikan pertama diberikan kepada seorang petugas kesehatan di All India Institute of Medical Sciences New Delhi, setelah Perdana Menteri Narendra Modi memulai kampanye dengan pidato yang disiarkan televisi secara nasional.
"Kami meluncurkan program vaksinasi terbesar di dunia dan ini menunjukkan kepada dunia kemampuan kami," kata Modi. Dia pun mengimbau warga untuk menjaga kewaspadaan mereka dan tidak mempercayai rumor tentang keamanan vaksin.
Belum jelas Modi, 70, telah mencoba sendiri vaksin covid-19 seperti yang dilakukan para pemimpin dunia lain untuk membuktikan keamanan vaksin.
Pemerintahnya mengatakan politisi tidak akan dianggap sebagai kelompok prioritas pada tahap pertama peluncuran.
Sejauh ini, India telah mencatat lebih dari 10,5 juta kasus, tertinggi kedua di dunia dengan 151.000 kematian. Pemerintah telah mempersiapkan peluncuran vaksin selama berminggu-minggu dan selama beberapa hari terakhir pengiriman vaksin telah dikirim ke lebih dari 3.000 lokasi yang disiapkan.
Kementerian Kesehatan India merencanakan 300 juta orang akan divaksinasi hingga Agustus mendatang. Petugas kesehatan garis depan, polisi, dan tentara menjadi kelompok prioritas dengan warga yang berusia di atas 50 tahun dan memiliki penyakit komorbid. Semua vaksin diberikan secara gratis.
Maharashtra, rumah bagi Mumbai dan negara bagian yang paling parah terkena virus korona di India, berencana untuk memvaksinasi 50.000 petugas kesehatan pada hari pertama peluncuran vaksin. Di seluruh negeri, lebih dari 200.000 vaksinator dan 370.000 anggota tim vaksinasi telah dilatih untuk peluncuran tersebut. Uji coba vaksin skala besar telah dilakukan di setidaknya empat negara bagian dan pihak berwenang telah menyiapkan 29.000 unit penyimpanan dingin untuk mengangkut dan menyimpan vaksin dengan aman.
Dua vaksin telah diberikan persetujuan darurat untuk program imunisasi virus korona di India yakni vaksin Oxford-AstraZeneca yang dikenal sebagai Covishield dan vaksin yang diformulasikan di dalam negeri, Covaxin, yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi India Bharat Biotech.
Persetujuan vaksin domestik Bharat Biotech, yang disponsori bersama oleh badan pemerintah India, terbukti kontroversial. Covaxin masih dalam uji coba manusia fase 3 dan kumpulan data lengkap tentang kemanjuran vaksin belum dirilis atau ditinjau, tidak seperti vaksin Oxford-AstraZeneca atau vaksin Pfizer dan Moderna yang telah disahkan di Inggris dan AS.
Jenderal pengawas narkoba India, VG Somani, berkeras bahwa Covaxin 100% aman. Meskipun ada keraguan, pemerintah telah memesan 5,5 juta dosis Covaxin bersama 11 juta dosis Covishield. Kotak Covishield dikirim dalam kotak bertuliskan, "Semoga semua bebas dari penyakit."
Secara signifikan untuk kemudahan ketersediaan dan biaya rendah, kedua vaksin akan diproduksi di dalam negeri di India. Serum Institute of India telah memproduksi dan menimbun sekitar 50 juta dosis Covishield.
The Serum Institute memiliki miliaran pre-order dari negara-negara di seluruh dunia yang juga membutuhkan vaksin. Pemerintah India saat ini masih merundingkan jumlah stok yang akan dilepas untuk ekspor, karena khawatir hal itu dapat menyebabkan kekurangan dalam negeri.
Di samping itu, pemerintah juga menghadapi tantangan lain dengan penentangan terhadap vaksin di India. Menurut survei terhadap lebih dari 8.000 orang yang dilakukan oleh Lingkaran Lokal, 69% orang India tetap ragu-ragu untuk mengambil vaksin. (The Guardian/OL-14)
Peradangan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk jantung.
Strategi ekspansi yang akan dilakukan kedua belah pihak yakni pengembangan way-side amenities (fasilitas peristirahatan) sebanyak 500 gerai dalam 5 tahun ke depan.
India adalah pembeli LNG terbesar keempat di dunia dan sangat bergantung pada Timur Tengah untuk impornya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sejalan dengan usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India ditunda
Startup India Sarvam AI mengejutkan dunia dengan Sarvam Vision dan Bulbul, model AI lokal yang mengungguli Google Gemini dan DeepSeek dalam OCR dan suara.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk meningkatakan kewaspadaan pencegahan virus nipah terutama saat bepergian ke negara-negara seperti India dan Banglades
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved