Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM ilmuwan internasional yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan tiba di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok tengah, hari ini, Kamis (14/1) untuk menyelidiki asal-usul virus korona tipe baru yang memicu pandemi ke seluruh dunia.
Ahli penyakit hewan WHO Peter Ben Embare memimpin 10 pakar independen, menurut juru bicara WHO. Mereka diutamakan untuk tinggal di Wuhan.
“Tim akan membutuhkan dua minggu di karantina pada saat kedatangan dan dua minggu lagi untuk mewawancarai orang-orang dari lembaga penelitian, rumah sakit dan pasar makanan laut di Wuhan di mana patogen baru diyakini telah muncul,” kata ahli biologi Vietnam Hung Nguyen.
Minggu lalu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Gheybreyesus menyambut baik pengumuman Tiongkok tentang rencana kedatangan tim.
"Apa yang ingin kami lakukan dengan tim internasional dan mitra di Tiongkok adalah kembali ke lingkungan Wuhan, mewawancarai ulang kasus awal secara mendalam, mencoba menemukan kasus lain yang tidak terdeteksi pada saat itu dan mencoba melihat jika kita bisa mendorong kembali sejarah kasus pertama," kata Ben Embarek pada November 2020.
Tiongkok telah mendorong narasi melalui media pemerintah bahwa virus itu ada di luar negeri sebelum ditemukan di Wuhan, mengutip adanya virus korona pada kemasan makanan beku impor dan makalah ilmiah yang mengklaim virus itu telah beredar di Eropa pada 2019.
"Kami mencari jawaban di sini yang dapat menyelamatkan kita di masa depan, bukan pelakunya dan bukan orang yang harus disalahkan," kata pakar darurat utama WHO, Mike Ryan kepada wartawan pekan ini.
Dia pun menambahkan bahwa WHO bersedia pergi ke mana pun dan di mana pun untuk mengetahui bagaimana virus itu muncul.
Ahli virus di Erasmus University Medical Center di Belanda, Marion Koopmans dan anggota tim yang dipimpin WHO, mengatakan bahwa terlalu dini untuk mengatakan apakah virus SARS-CoV-2 telah melompat langsung dari kelelawar ke manusia atau memiliki inang hewan perantara.
"Pada tahap ini yang menurut saya dibutuhkan adalah pikiran yang sangat terbuka ketika mencoba mundur ke peristiwa yang pada akhirnya menyebabkan pandemi ini," katanya kepada wartawan. (Aiw/CNA/OL-09)
Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
PENELITI Center of Reform on Economics (CoRE), Eliza Mardian menyatakan bahwa niat pemerintah untuk menyetop impor bawang putih dalam 5 tahun mendatang kurang realistis.
LEDAKAN hebat di sebuah pabrik bioteknologi di Provinsi Shanxi, Tiongkok Utara, menewaskan delapan orang dan kembali menyoroti persoalan keselamatan kerja
Penggabungan potensi budaya Indonesia yang kaya dengan teknologi maju Tiongkok merupakan formula tepat untuk menembus pasar global.
MoU ini fokus pada dua sektor utama. Yakni energi hijau dan ketahanan pangan.
Pemerintah Tiongkok menyatakan penyesalan atas berakhirnya Perjanjian New START antara AS dan Rusia. Beijing mendesak Washington melanjutkan dialog dengan Moskow.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
DISEASE Outbreak News (DONs) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan laporan resmi meninggalnya pasien akibat infeksi virus Nipah (NiV) di Banglades
LEBIH dari 18.500 pasien di Gaza, Palestina, membutuhkan pengobatan medis khusus yang tidak tersedia di daerah kantong tersebut. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
BARU-baru ini outbreak virus Nipah menyebabkan kewaspadaan kesehatan di banyak negara Asia. Infeksi virus Nipah pada manusia menyebabkan berbagai gejala, kenali penularan dan pengobatannya
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved