Senin 11 Januari 2021, 21:09 WIB

Harun Yahya Divonis 1.075 Tahun Penjara karena Kejahatan Seksual

Mediaindonesia.com | Internasional
Harun Yahya Divonis 1.075 Tahun Penjara karena Kejahatan Seksual

AFP/Dogan News Agency
Adnan Oktar.

 

SEORANG penceramah Muslim Turki yang suka tampil dikelilingi dengan banyak wanita berpakaian minim di acara televisi memperoleh vonis pengadilan pada Senin (11/1). Ia dihukum penjara selama lebih dari 1.000 tahun karena kejahatan seksual.

Ialah Adnan Oktar yang dikenal kerap mengkhotbahkan pandangan konservatif. Para wanita yang mengelilingi dia disebutnya kittens atau anak kucing. Banyak di antara mereka tampaknya telah menjalani operasi plastik. Para wanita itu suka menari di sekelilingnya saat tampil di TV.

Oktar ialah seorang kreasionis yang menolak teori evolusi Darwin dan telah menulis buku setebal 770 halaman berjudul The Atlas of Creation dengan nama pena, Harun Yahya. Pria berusia 64 tahun itu ditahan pada Juni 2018 sebagai bagian dari tindakan tegas terhadap kelompoknya oleh unit kejahatan keuangan kepolisian Istanbul.

Dia dijatuhi hukuman 1.075 tahun karena kejahatan, termasuk penyerangan seksual, pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, penipuan, dan percobaan spionase politik dan militer, lapor penyiar swasta NTV. Sekitar 236 tersangka telah diadili dalam kasus tersebut, 78 di antara mereka ditahan, menurut kantor berita resmi Anadolu. Sidang telah menampilkan rincian seram dan tuduhan kejahatan seks yang mengerikan.

Oktar memberi tahu hakim ketua pada Desember bahwa dia memiliki hampir 1.000 pacar. "Ada luapan cinta di hati saya untuk wanita. Cinta adalah kualitas manusia. Itu adalah kualitas seorang Muslim," katanya dalam sidang lain pada Oktober.

Dia menambahkan pada kesempatan lain, "Saya luar biasa kuat." Oktar pertama kali menjadi perhatian publik pada 1990-an ketika dia menjadi pemimpin sekte yang terlibat dalam berbagai skandal seks.

Saluran televisi online A9-nya mulai mengudara pada 2011 dan menimbulkan kecaman dari para pemimpin agama Turki. Salah satu wanita di persidangannya, yang diidentifikasi hanya sebagai CC, mengatakan kepada pengadilan bahwa Oktar telah berulang kali melakukan pelecehan seksual terhadapnya dan wanita lain.

"Beberapa wanita yang diperkosanya dipaksa minum pil kontrasepsi," CC mengatakan di pengadilan.

Ditanya tentang 69.000 pil kontrasepsi yang ditemukan di rumahnya oleh polisi, Oktar mengatakan bahwa pil itu digunakan untuk mengobati gangguan kulit dan gangguan menstruasi.

Dia juga menolak tautan apapun ke kelompok yang dipimpin oleh pengkhotbah Muslim yang berbasis di AS Fethullah Gulen yang dituduh oleh pihak berwenang Turki mengatur upaya kudeta pada 2016. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP

WHO: Omicron Timbulkan Risiko Global yang Sangat Tinggi

👤Mediaindonesia 🕔Senin 29 November 2021, 17:48 WIB
Omicron memiliki jumlah mutasi lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, beberapa di antaranya mengkhawatirkan dampak potensialnya...
Antara/Fikri Yusuf

PBB: Pandemi Rugikan Sektor Pariwisata Global $2,0 Triliun pada 2021

👤Nur Aivanni  🕔Senin 29 November 2021, 17:20 WIB
Kedatangan turis internasional tahun ini akan tetap 70-75% di bawah 1,5 miliar kedatangan yang tercatat pada 2019 sebelum pandemi...
AFP/Organisasi Energi Atom Iran.

Perjalanan Berliku Perjanjian Nuklir Iran pada 2015

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 29 November 2021, 14:39 WIB
Dengan pembicaraan tentang pemulihan kesepakatan yang akan dimulai di Wina pada Senin (29/11), mari kita lihat kembali sejarahnya yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya